26 Oktober 2021

Autumn 2021 dan Ujian Tahun Kedua

Monday, 25 Oct 2021


Exam Year Two

Alhamdulilah, tepat hari ini pak suami menempuh ujian PhD tahun kedua. Masih dilaksanakan secara online seperti tahun kemarin. Ujian dilakukan pada pukul satu siang di kampus, karena wifi di rumah lagi lemot hehe. Alhamdulilah, satu jam kemudian ujian presentasi itupun selesai dan dinyatakan lulus, bisa lanjut tahun ketiga. Lega rasanya, ya walaupun nggak ikut sekolah, tapi turut menjadi saksi bagaimana dia belajar selama ini. Tak hanya drama belajar materi, namun kadang juga kendala muncul dari dosen pembimbing juga. Persislah ya sama kita pas garap skripsi S1 dulu. 

Seiring dengan berakhirnya lockdown covid tahun ini sejak Mei-Juni 2021. Kehidupan kampus mulai kembali menggeliat ramai. Para mahasiswa baru juga mulai berdatangan, kelas kelas offline di gelar. Atmosfer yang aku rasakan saat dulu pertama kali tiba di Coventry di awal 2020 mulai terasa. Suami juga mulai sering belajar di kampus, dimulai dari di perpustakaan yang pertama kali dibuka. Hingga kini sudah bisa belajar di gedung jurusannya sendiri.

Kalau boleh jujur, di pertengahan tahun 2021 inilah terasa benar sekolahnya. Ke kampus tiap hari, bisa bersosialisasi dengan teman (make new friend) dan menikmati fasilitas kampus dengan sebenarnya (kan uda bayar hehe). Tahun lalu Maret 2020 - April 2021 kami berdua hanya banyak di rumah karena lockdown covid, bahkan ujian tahun pertama juga dari rumah. Bersyukur sekali, walaupun angka covid ya masih naik turun sampai sekarang, pemerintah masih belum memilih opsi lockdown lagi (jangan dong plis).

Sekolah doktor emang tidak mudah. Idealnya selesai tiga tahun, namun layaknya sekolah s1 bisa juga maju atau mundur sedikit. Semoga ditahun ketiga ini dilancarkan studinya sampai nanti bisa ujian final. Amin

Kumpul Kumpul Bersama

Berangsur angsur pula, kini berkumpul sudah mulai boleh lagi. Dulu dibatesi banget, mulai dari hanya boleh maximal 6 orang saja, kini sudah bebas sebanyak apapun. Banyak teman teman yang mengagendakan ketemuan di rumah masing-masing. Senangnya aku, karena bisa ketemu banyak orang lagi, utamanya kenalan sama orang orang baru. 

Bulan lalu ada syukuran salah satu teman karena menempati rumah baru. Kemudian bulan ini juga ada satu teman yang baru pindahan. Nanti akhir bulan ada pengajian di luar kota. Ajang saling undang ke rumah ini yang jadi obat rindu. Apalagi di moment seperti inilah para ibu ibu saling bawa masakan khas daerah masing masing. Istilahnya potluck gitu, jadi pas di jadikan satu ada nano nano beragam masakan indonesia yang bisa di coba. 

Kebanyakan kami berkumpul dalam grup keluarga islam, alias pengajian gitu. Tapi ada juga kumpul yang bebas seperti waktu tasyakuran idul fitri, yang jumlah orangnya lebih banyak, biasanya diadakan di taman kota. 

Memasuki Autumn 2021

Autumn dimulai sejak bulan September - Oktober - November. Ini adalah autumn keduaku di Inggris. Tak terasa, secepat itu. Kini kembali melihat daun daun berguguran berwarna coklat, cantik sekali. Di autumn ini juga aku pindah ke akomodasi yang baru. Kini view dari flatku lebih cantik. Kalau dulu viewnya jalan raya-bus-kendaraan. Kini langsung menghadap ke pepohonan, yang juga di huni oleh dua tupai

Kini di flat yang baru tidak bisa seenaknya nyalain pemanas, karena listriknya uda bayar sendiri. Kalau di flat lama uda include bill jadi bisa on off kapan aja. Kalau disini sekarang akhirnya aku yang lebih banyak pakai baju hangat kalau pas di rumah, dan tentu saja pakai kaos kaki tak pernah lepas. Suhu rata rata perharinya 7-13 derajat. Sementara itu, teman temanku di Surabaya lagi panas panasnya, katanya sampai 38-41 derajat, masya allah kebalik yaa. 

Ramalan cuaca bulan Oktober - November

 Di Autumn ini juga aku sudah vaksin flu serta covid dosis dua. Di Inggris sini kalau memasuki autumn winter, dimana uda mulai dingin, maka rawan orang kena flu. Jadi sangat dianjurkan untuk vaksin flu juga. 

Di akhir bulan Oktober ini, waktu BST/British Summer Time juga sudah selesai. Jadi jam kembali normal, dimana kalau BST di majukan satu jam. Bisa dibilang waktu autumn BST ini tidur malamku paling nyenyak lho, karena malamnya panjang. Solat Isya nya jam 8 malam dan baru subuh jam 6.30 pagi. Jadi aku kadang baru bangun jam 6 pagi 😆😁. Mungkin ini reward dari Allah, karena pas summer kan Isya jam 11 malem trus subuh jam 2.30 pagi. 

Malam yang makin panjang

-------------------------------------------------------

Demikianlah sedikit life update dari tanah rantau. 

Ku sangat merindukan Surabaya, terutama makanannya 😅


12 Oktober 2021

Yes! Akhirnya Kelar Pindahan

Tuesday, 12 Oct 2021

Thank you for our shared memories kos lama :)

Pindahan Manual Pakek Otot

Pagi ini mulai bisa bernafas lega, karena episode pindahan selesai sudah. Dimulai sejak hari Jumat (8Oct) dan baru selesai hari ini, jadi total empat hari. Jarak flat lama dan baru cukup deket, sekitar 1 km. Jadi kami memutuskan untuk pindahan manual yaitu dengan naik sepeda - bus - jalan kaki, pakek koper dan tas. Cuman ada satu kali doang naik uber XL, pas bawa yang agak besar kayak duvet dan meja. Selebihnya dicicil dikit dikit pakek koper. 

Sebenernya cukup melelahkan, karena harus bolak balik. Kalau aku inget inget, sehari bisa PP 3 kali, tentu saja applause untuk suami aku yang naik sepeda sambil bawa gembolan, plus kadang naik bus dan juga geret 2 koper jalan kaki. Aku di rumah bagian packing, yang nyiapin. Pas prosesnya cukup takjub, entah kenapa barang printilan kagak abis abis 😆. Barang seperti alat alat dapur, kontainer, canister, toiletries, dan stationary nih yang cukup njlimet.

Pindahan pakek sepeda 😅😅

 Dulu ada temen balik indo for good, trus aku cukup banyak dapet 'lungsuran', begitulah kenapa barang barangku makin banyak kini. Kemarin kloter terakhir barang, aku naikin bus, sementara suami bersepeda. Kemarin aku terakhir kali ke kos lama, pas kebetulan aku ada janji dengan dentist dideket situ, jadi aku sekalian beres2. Trus bikin video perpisahan house tour terakhir kali, sebagai kenang kenangan ceritanya.

Flat Unfurnished - Beli Furniture Secondhand

Toko Furniture Secondhand

Flat aku kali ini tipe unfurnished, alias kosongan. Jadi harus diisi sendiri. Beruntung di Coventry ini ada dua toko besar penjual funiture secondhand yaitu British Heart Foundation (BHF) dan juga Love Coventry. Aku memutuskan untuk hunting di Love Coventry, karena harganya paling miring. Aku ke gudangnya 3 hari sebelum pindahan, sebenernya 2 minggu sebelumnya uda hunting, cuman si penjual kagak mau nge-keep barang terlalu lama.

Beberapa barang yang di jual di Love Coventry

Jadi akhirnya aku kesana lagi h-3 pindahan. Beberapa barang yang aku belu yaitu: double bed (tanpa frame), sofa kecil, lemari, drawer, meja makan dan rak buku. Total semuanya habis £150 plus £10 untuk ongkirnya. Dengan harga segitu kalau beli baru palingan cuman dapet bed satu aja lho seriusan. Ini aku uda dapet enam item, walaupun bekas tapi masih bagus banget. Mau beli baru juga ngapain, entar malah eman klau ditinggal balik indo sedih gak kebawa yekann wkwkwk. 

Pas hari H barang dikirim, beberapa temen suami ikut standby untuk bantu angkat angkat. Karena ongkirnya cuman bisa deliver di ground floor aja, sedangkan flat aku harus naik tangga sekali & gak ada lift. 

Kenapa Pindah ??

Di flat ku yang lama aku sudah tinggal selama 1year-8month, tepatnya pas pertama kali aku sampai di Inggris Desember 2019 lalu. Nyaman sekali, karena lokasinya yang super deket city centre. Cuman satu kamar compact gitu, studio, dimana toilet dan dapur bersih ada di satu ruangan (dapur kotornya sharing diluar). Harganya juga masuk akal untuk couple yaitu £550 uda include bill + wifi. Karena sudah include, mau makek heater, air ato listrik akupun gak pernah mikir, uda sepuasnya sepengennya 😁

Hingga suatu saat aku main ke flat temen. Aku baru menyadari bahwa ada lho flat yang mirip rumah, yaitu kamarnya dua dan punya dapur pribadi. Wah aku langsung naksir pengen punya yang agak luas. Oiya dari awal aku emang lebih suka tinggal di flat dari pada dirumah. Jadi sejak saat itu aku mulai cari cari referensi flat dua kamar, ya walaupun harganya start from £650 exclude bill. Tentu saja harus keluar budget lebih. 

Setelah diitung itung, serta alhamdulilah suami mulai kerja part-time jadi ada pemasukan tambahan, bulan Juli aku mulai cari akomodasi. Carinya manual aja di website akomodasi seperti Zoopla, Rightmove, dan OnTheMarket. 

Proses Viewing dan Dealing Dengan Agen

Untuk kos lama aku, dibantu dengan pihak ketiga yang ownernya orang Indonesia. Saat itu aku proses pas sebelum berangkat ke Indonesia. Terbantu banget, karena gak tau gimana prosedur sewa menyewa akomodasi. Dialah yang membantu aku, jadi sampai di Inggris aku hustle free, tinggal masuk dan tidur aja. Nah kali ini kami yang urus sendiri mulai dari 0

Cari akomodasi dimulai dengan rajin buka-buka ketiga website diatas. Tinggal di filter aja preferensinya, mau rumah atau flat trus kamar berapa dll. Nanti akan banyak pilihan, sudah ada harga plus foto akomodasinya. Kemudian kalau ada yang cocok, bisa hubungi pihak agennya untuk janjian viewing atau lihat langsung. Proses viewing ini adalah langkah awal kita dan free ya, biasanya nanti ditemani oleh si Landlord (pak/bus kos langsung) atau juga perwakilan agennya. 

Salah satu iklan di Zoopla, ini juga flat yang sempet aku incer dulu 😋

 Kalau dari viewing ini oke dan sreg, bisa langsung mengajukan aplikasi ke pihak agen. Namun, jangan dikira bisa langsung di terima tinggal disitu ya. Karena proses aplikasi ini mirip sama daftar beasiswa, jadi kita isi formulir data lengkap + penghasilan bulanan, kemudian masuk ke proses referesi. Referensi ini, pihak agen akan hubungi Landlord lama kita, untuk tanya2 track record kita (apakah pernah nunggak ato kelakuan baik/buruk). 

Nah, dalam satu akomodasi, bisa ada lebih dari satu orang yang mengajuan aplikasi. Kalau sudah lolos aplikasi dan referensi, kemudian tinggal hak landlord milih yang mana. Pernah suatu saat aku juga ketolak aplikasi pertama aku, kaget juga, wah ternyata punya duit buat bayar pun masih bisa di tolak 😅. Pas aku tanya alasannya apa, si agen juga kagak tau, karena itu suka suka di Landlord pas lihat profil kita

Aku sendiri sudah viewing akomodasi kurang lebih 5 flat. Mengajukan 3 aplikasi: 1 di tolak, 1 aku withdraw dan 1 ini goal. Alhamdulilah, atas pertolongan Allah, proses pencarian akomodasiku sampai deal kurang lebih hanya 1 bulan aja. 

Case aku tentu saja berbeda jika kalian mahasiswa master, yang biasanya hanya tinggal satu tahun. Biasanya anak master tinggalnya di student accomodation kampus. Apalagi anak master akan sibuk dengan kehidupan kuliah, jadi tempat tinggal bukan prioritas utama, asalkan kebutuhan pokok terpenuhi. 

Settling in 

Tiga hari di flat baru, aku belum 100% beres berbenah. Dari kemarin masih recovery otot otot yang kaku 😁. Sementara itu menikmati suasana baru yang lebih sunyi, jauh dari jalan utama kota. Namun tak perlu bersosialisasi dengan para tetangga, karena emang begitulah budaya disini hehe. Semoga ditempat yang baru ini di berkahi Allah dan diberi kelancaran semuanya sampai masa studi paksu berakhir nanti. Amin

13 September 2021

Nyoba Masak Jajanan Indo Dari Nol, Emang Bisa ??!

Hal paling menantang saat diperantauan adalah kangen masakan Indonesia. Kalau aku sih khususnya kuliner Surabaya. Oleh karena itu, saat berangkat kemari, aku sudah nyetok beberapa bumbu yang tidak bisa aku temui di Inggris. Utamanya bumbu bumbu instan, macam Rendang. Kalau stok lainnya aku bawa: Petis, Ikan Asin dan Pala (tapi ternyata di UK banyak jual pala bubuk). 

Udah hampir dua tahun tinggal disini, namun hidangan dapurku tak pernah jauh dari masakan indonesia. Belum pernah berganti dengan sarapan ala bule bule sini, yaitu roti toast dan susu aja. Kurang kenyang ya bun, itumah nyemil di kita yekan 😁

Aktivitas di dapur, memasak, bisa jadi self healing kalau kangen masakan Indo 🍙🍦🍟

Sekarang pun di timeline ig aku isinya kulineran indo semua. Karena emang itu hobi aku, menemukan hidden gem jajanan di surabaya. Banyak resto dan warung baru yang buka ya skrng. Ada juga resto2 lama yang dengan sangat menyesal, "Nang ndi ae aku biyen pas nang sby kok gurung tau nyoba panganan iku". 

Aku tuh tipe anak rumahan, yang kalau magrib uda duduk manis dirumah. Jarang keluar malem, ya krn suami jg uda capek kerja pagi sore. Kalau keluar lagi paling yang deket2 aja. Jadi aku jarang kuliner malem pas itu. Padahal banyak makanan malam yang enak. Seperti Bebek Pak Sayeki, Nasi Jagung Ampel atau njajan di pasar malem Kodam 🤤🤤 

Nah ditulisan kali ini, aku mau berbagi cerita, bagaimana aku mencoba mereplika masakan masakan Indo yang lagi aku pengen. Yang bahkan aku tak pernah membayangkan akan masak itu dari awal. Ya maksud aku, kalau di Surabaya, pas pengen tahu tek, ya beli lah di abang pinggir jalan. Tak pernah terlintas untuk bikin sendiri di dapur 👻😁, repot kan yaa

Nah, kalau di sini mah mau tahu tek ya beli dimana coba. Satu satunya cara untuk memenuhi nafsu kuliner aku adalah bergerak mencari resep lalu memasaknya sendiri di dapur. Yok bisa yok. 

Namun namanya juga mencuba hal baru. Kadang berhasil, kadang juga gagal. Tapi emang dalam case ini, ekspektasi rasa yang aku set harus jauh dari aslinya yg di jual di Surabaya. Karena keterbatasan  bahan dan juga skill tangan saat mengolah bahan2. 

Berikut adalah daftar eksperimen yang pernah aku coba 😆🙏:

BUBUR AYAM

BUBUR AYAM | Masih jauh dari sempurna, tapi cukup diterima lidah saya 😆

Aku pencinta bubur ayam banget. Di Surabaya ada tiga buryam kesayangan aku. Pertama bubur ayam Bang Ical deket kantor dishub menanggal; Kedua bubur ayam Spensix (wong sby pasti uda kenal); Ketiga bubur ayam Mang Ajay di deket kebun bibit wonorejo. 

Pas lihat resep buryam ternyata mudah aja. Dari semua resepnya aku punya, kecuali Daun Salam (gak ada disini). Pertama kali bikin Alhamdulilah enak. Emang buryam ini kuncinya di pencampuran toppingnya. 

Jadi aku racik mirip abang buryam bikin, yaitu lada-kecap asin-ayam suwir-spring onion-brambang goreng-krupuk udang. Aku lebih sering bikin buryam tanpa kuah, jd buryamnya sdh aku campur dengan oyster sauce dan minyak wijen.

Rasanya aku kasih nilai 70% lah dibanding yang di Surabaya. Ya tombo kangen sarapan bubur ayam aduk. 

TAHU TEK

TAHU TEK | Ini foto sebelum aku campur ya bumbunya. Kuncinya emang di petisnya sih. Masih kurang lontong dan sayurannya, tapi nggak papa hehe

Makanan pakai petis emang khas Surabaya. Aku suka tahu tek sebenernya baru baru aja, pas pertama kali minta mbak aku. Eh ternyata enak ya, legit gitu. Aku biasanya beli di deket rumah ada satu yang enak dan murah.

Trus diajak suami ke Tahu Tek Pak Jayen dideket Unair. Aduhh enak juga, tapi aku kagak abis soale porsinya banyak sekali. Di Pak Jayen kalau ngasih bumbu petisnya juga seabrek, sampe kayak kuah. Tapi enak banget dimakan malem malem itu 🤤🤤

Nah aku mencuba mereplika makanan ini, berbekal petis yang dibawain ibuk. Sumpah seumur umur baru di UK aku ngolah petis guys. Bahannya uda ada semua disini: krupuk, kentang, telur, tahu, lontong skip gak bikin krn ribet cyin. 

Yang menantang adalah bagian bikin bumbunya. Tentu saja Youtube menjadi sumber pustaka aku 🤣. Jadi aku sangrai kacang tanah, trus blender campur dgn bwng putih. Trus di uleg deh bersama dgn petis, tambah air dikit2 sampai encer.

Untuk kreasiku kali ini aku kasih rasa 75% deh. Rasanya enak, krn emang ketolong sama kualitas petis yang (kata ibuk) premium ini. 

CIMOL BOJOT

CIMOL BOJOT | Kalau yang aslinya lebih lembek dan merah krn super pedas

Gara gara tiktok dan instagram, sekarang banyak banget konten kuliner yang bikin ngiler pengen nyoba kan. Aku termasuk penggemar dunia per-acian. Nah suatu saat nemu orang review jajanan baru asal Bandung yang di namai Cimol Bojot. Ini tuh cimol tapi di goreng setengah matang, trus dicampur minyak bawang dan boncabe. 

Setelah aku riset cara masaknya di Youtube, okedeh mari kita eksekusi. Butuh kesabaran saat bikin adonan, karena harus dicetak dulu macam pilus kecil kecil gitu dan satu satu. Habis itu bikin minyak bawangnya. Ya cukup menguras waktu sih bikin ini sekitar 45 menit 😓

Pas udah selesai jadi, aku cicipi dan rasanya cukup oke. Walaupun kayaknya aku gorengnya terlalu lama, jadi rasanya mirip cimol malang. Agak kering dan kurang 'nyemek' (kalau aku bandingkan dengan yang di review orang orang) hehe. Yang bikin nagih tentu saja rasa micinnya. Wajib ditambahkan kaldu sapi

KOLAK BIJI SALAK

KOLAK BIJI SALAK | Yang putih itu santannya ya. Masih harus banyak belajar bikin yang satu ini.

Mendengar kolak, uda kedengeran makanan rumahan banget ya. Ini ciri khas masakan ibu-ibu, dan jujur saja ini kali pertama aku bikin kolak. Aku suka jenang jenis bubur madura yang warna warni itu, yang ditabur sama gula merah. Jadi aku bikin versi jenang gendulnya, yg warna coklat itu.

Bahannya terdiri dari ubi kuning plus tepung tapioka, yang akan memberikan tekstur kenyal. Pas bikin adonannya sih kelihatannya berhasil ya. Saat ubi kuning usai di rebus lalu di lumatkan dan dicampur dengan tapioka kemudian dibentuk bola bola dan di rebus. Namun ternyata saat proses pembuatan kuahnya, dari gula merah, aku kurang banyak ngasih gula merahnya.

Jadinya rasanya tidak se-legit yang di jual di pasar. Udah gitu biji salaknya terlalu lembek pas habis di rebus, jd bentuknya mirip perkedel 😆. Mayan ribet ini proses masaknya, setelah selesai dengan biji salak masih harus rebus santan. Mana nggak ada daun pandan yang bikin sedep ya. Ya udah deh aku kasih nilai 50% aja kolak ku kali ini wkwkkw. 

BATAGOR

BATAGOR | ini enak, kalau dimakan pakai nasi juga sip
 

Kalau batagor favorit aku adalah Saluyu, abangnya jualan di sekitar masjid agung gerobakan gitu. Si abang asli Bandung dan rasa batagor plus saos kacangnya juara banget. Bukan batagor premium sih, ini batagor anak SD namun enak soro. 

Karena resep batagor asli harus pakek ikan tenggiri, maka aku skip dulu. Aku cuman pakai tahu dan tepung aci aja. Caranya mudah sekali, tahu dihancurkan, campur tepung dan spring onion dan kasih garam kaldu bubuk.Trus dibentuk bunder dan goreng deh. Ini bisa aku bilang berhasil dan aku masak beberapa kali. Untuk saosnya, biar praktis aku langsung pakek sambel kacang yang di campur kecap.

--------------------------------------------------------------------------

Demikian sebagian masakan kuliner yang aku coba buat dari 0. Prinsip idup di negeri orang sih, kalau nggak obah nggak mamah. Alias kalau nggak gerak ya gak makan. Cuman bisa ngiler aja lihat review jajanan di medsos. Oleh karena itu, sekalinya pergi ke warung indonesia dan beli, aku seneng banget, krn bisa makan enak tanpa harus masak (ya tapi harus bayar rada mahal 😅😅), gpp lah sekali kali

Aduh jadi panjang banget ya postingan ini. Sehat sehat semua, jangan lupa makan enak - bikin sendiri lebih mantabbb 👌👌👌

12 September 2021

Tentang Merantau

Hari Minggu yang damai di rumah aja, nggak sengaja ketemu sebuah twitter tentang kumpulan film pendek indonesia. Akupun penasaran dan baca isi reply an nya dari para penduduk twitter. 

Pernahkah kalian nonton Film Indonesia yang saking bagusnya jadi bikin nangis? Atau yang bikin kita termenung lama dan punya efek dalam, sampai filmnya terus dipantengin hingga credit title berakhir? - @ ekkyij
Short movie judulnya We youtu.be/MDdM4He2SzA Cerita tentang seorang ayah yg ngelepas anaknya untuk merantau..simple tapi ngena banget - @ djokoyudho

Dari beberapa pilihan film, ternyata banyak yang belum aku tonton. Tapi aku penasaran dengan film berjudul WE diatas, karena bercerita tentang kisah merantau. Pas aku lihat emang bikin haru sih filmnya.  Berkisah tentang seorang Ayah yang melepas kepergian sang Anak wedok karena harus melanjutkan kuliah di Jakarta. 

'We' Movie ⭐⭐⭐⭐⭐

Ayahnya tipe orang yang cuek, tak banyak bicara ke anaknya pas di rumah. Namun, di balik semua ketegaran tersebut, si Bapak akhirnya nangis juga usai mengantar anak ke bandara, nangisnya pas sendirian di dalam mobil. Hari hari berlalu, pas si Bapak kangen anak, beliau telpon, tapi begitu diangkat - hpnya di kasih ke si ibu. Bapak cuman mendengarkan suara si anak ngobrol sama ibu, sambil senyum senyum bahagia.

Yang bikin haru, film ini tidak banyak dialog, hanya diawal-awal saja. Sisanya hanya berupa lagu berjudul 'We', Karya Juang Manyala feat. Cholil Mahmud and Gardika Gigih. Lirik lagunya tuh yang bikin baper. Berikut bait lirik lagu yang aku suka: 

kemana kau bermuara 

semaumu di tanganmu 

terang jalan kekal 

kami menunggumu bertumbuh 

menyanyi menari berlari 

terus menunggumu bertumbuh 

besar di pangkuan mendera

Kisah Seorang Anak

Dari film ini aku merefleksikan diri, bagaimana aku sudah hidup merantau sejak kelas 4 SD. Dimana karena pekerjaan Bapak yang mengharuskan berpindah dari satu kota ke kota lain. SD sudah pindah 2x, lalu SMP dan SMA aku memutuskan masuk pondok pesantren. Dalam kurun waktu tersebut, ortu sudah pindah kota tiga kali. Baru saat kuliah akhirnya aku bisa serumah lagi dengan ortu. 

Paling inget saat harus berpisah pertama kali pas SMP, aku sempet mau menyerah keluar pesantren. Tapi ibu aku tuh tipe orang yang 'tegen' dan 'tegaan' ke anak. Jadi pas aku nangis bombay, ibu malah biasa aja. Nggak ada rasa 'nggandoli' sama sekali mau pisah sama anaknya wkwkwkkw. Malah kayaknya seneng gitu aku dipondokno 😂😂. Semua atas nama, 'Ayo kudu iso mandiri' 

Bahkan ada suatu waktu aku pulang dari pondok nggak di jemput. Aku suruh naik bus sendiri dari Jombang ke Kediri waktu itu. For the first time. Bayangkan, apakah ibuku tidak takut anaknya di culik 😅. Ternyata tidak sama sekali, bahkan dari pondok ke terminal aja aku juga numpang mobil temen yang lagi di jemput ortunya. 

Itu bener bener pengalaman tak terlupakan sih. Bahkan lagi nih ya, pas uda mau masuk pondok, aku kan minta dianterin bus dari Kediri - Jombang. Ibu aku malah kalau bisa nggak usa nganter, katanya. "Ibuk mek nganter depan pintu terus pulang lho, mending kamu budal sendiri", kata ibuk. Se-selow itu ibu melepas aku si anak bungsu antar kota dalam propinsi 😂.

Di balik semua cerita itu, ibuk selalu bilang kalau aku suruh mandiri. Jangan tergantung sama orang. Maklumlah ya, dari cerita pernikahan ibuk bapak awal awal dulu, penuh perjuangan. Saat masih merintis usaha sejak di Semarang, ortu uda sering wira wiri naik bus atau pick up, sambil gendong anak. Itu yang diajarkan ke anak anaknya skrng. 

Sejak saat itu pas SMA aku semakin tegen. Tiap pulang Malang - Kediri selalu naik bus sendiri. Literally sendirian. Kadang ya naik travel. Aku merasa bangga dengan diriku sendiri. Pas ortu uda pindah Surabaya, aku dari Malang turun Bungurasih. Trus belum di jemput ya itu, malah aku disuruh naik ojek dong sampe rumah 😁😁

Berbanding Terbalik

Cerita diatas, berbanding 360 derajat dengan kondisi suami aku. Dimana mertua aku adalah orang yang tidak bisa lepas dari ketiga anaknya. Mama mertua adalah seorang guru BK di sebuah SMA, jadi aku berkesimpulan bahwa beliau punya banyak pengalaman mengurusi kenakalan remaja jaman now. Oleh karena itu, mungkin beliau ingin benar benar mengawasi sang anak 24 jam sebagai rasa aman.

Suamiku sendiri sejak TK-SD-sampai Kuliah S1 hanya dihabiskan di Surabaya-Sidoarjo. Begitupula dengan kedua adiknya. Baru pas S2 suami hijrah ke Taiwan selama dua tahun. Menurut cerita mama mertua, beliau sebenernya nggak tega melepas anak jauh dari rumah. Apalagi luar negeri ya. Pas detik detik mau berangkat ke bandara, beliau cerita kondisi nya kayak orang linglung gitu. Sedih :(

Pas si Adik mau tes tes kerja di Jakarta juga dianter sang Ibu/Bapak, krn nggak tega kalau hrs pergi sendiri. Sedangkan aku, pas tes cpns di Jakarta, pergi seorang diri dari Stasiun Pasar Turi Surabaya. Itu aku sendiri yang minta, eh tapi ortu juga nggak nawari mau nganterin aku sih wkwkwk. 

Merantau Lebih Jauh

Kini kami berdua merantau di tanah inggris sudah hampir dua tahun. Kalau pas jauh dari ortu gini selalu melow kalau kangen bapak. Dalam seminggu aku bisa 3 kali video call ortu. Tapi berbeda pas jaman smp sma dulu ya, krn kan minimal 6 bulan sekali pulang. Nah ini hampir dua tahun belum bisa pulang kampung krn corona. Rasanya nyesek banget

Namun merantau kali ini ortu lebih tegen lagi, pasalnya aku uda ada pasangan. Jadi uda bisa saling menjaga. Saat merantau, aku jadi menghargai setiap momen kebersamaan keluarga. Momen simple makan bersama di meja makan, ataupun duduk bersama nonton tv. Aku bahkan sudah bikin wishlist aktivitas pas nanti bisa balik indo, muga tahun depan amin. 

Teringat pas berangkat ke UK sendirian 2019 lalu (suami menyusul seminggu kemudian krn masalah visa). Pas itu keluarga besar komplit ada di Bandara Juanda. Senang sekaligus sedih, krn harus berpisah sementara waktu. Adegan pas di Bandara itu emang mengharukan sih. Peluk peluk dan cium jauh. Aduh kangen banget sama bandara pol 😰😰😰

Kelak

Entah seperti apa rasanya berpisah dengana anak. Aku sendiri nggak tau rasanya. Apakah memang sesedih itu? atau memang mengajarkan anak mandiri itu hal yang mudah bagi ortu. Let see, I will find out one day. 

Yang jelas, kerinduan pada sosok Ibu dan Bapak adalah hal yang tidak bisa tergantikan. Mungkin mereka malu jika setiap hari harus telpon anaknya. Tapi dilubuk hati paling dalam, kita semua saling merindukan. Hanya menunggu siapa yang pertama kali bertegur sapa. 

Oleh karena itu, pesan WA basa basi selalu aku lontarkan ke ortu. Sesimple, "lagi apa pak?" atau "Masak apa buk". Jarak memang paling ampuh mengajarkan tentang kerinduan 💝

Tak sabar untuk segera pulang, Bismillah ✈✈

4 September 2021

Yeay ! Akhirnya Vaksin Covid Dosis Satu di Boots

3 September 2021

Boots Vaccination Centre

Alhamdulilah, akhirnya hari ini aku suntik vaksin Covid 19. Sebenernya undangan vaksin sudah aku dapat sejak 27 Mei 2021. Di undang NHS via SMS. Seperti diketahui, bahwa di Inggris antrian vaksin berdasarkan umur. Berbeda dengan di Indonesia, dimana urutan vaksin berdasarkan profesi. Jokowi sebagai presiden dapet vaksin pertama kali se-Indonesia. Kalau di Inggris, orang dengan usia tertua (masyarakat biasa) yang dapat vaksin duluan. 

Nah usia ku 25-30tahun sudah mulai masuk antrian sejak Mei 2021, dan bulan ini September sudah masuk ke usia kawula muda yaitu 18/16 keatas. Karena beberapa kondisi, aku undur terus jadwal vaksinku. Proses daftar vaksin sangat mudah. Kalau uda terima SMS akan ada link yang membawa kita ke proses pendaftaran. Tinggal cari lokasi vaksin yang terdekat dengan domisili kita, semua gratis.

Panggilan vaksin via SMS 💪💪

Tiga hari sebelumnya, aku uda buka link dan nyoba cari tempat vaksin deket rumah. Dan Alhamdulilah dapet di Boots Lower Precinct Coventry, yang deket banget tingga 5 menit jalan. Aku ambil antrian jam 10.35 , sampai sana antrian nggak panjang. Pertama kali dateng ditanya kode antrian, trus skrining kondisi tubuh seminggu terakhir dan langsung antri untuk suntik. 

Pas uda duduk, dijelasin sama dokternya tentang efek samping, ada alergi nggak dll. Pas proses dokternya siapin suntik aku lihat jarumnya nggak gede. Dan pas disuntik, cukup mengagetkan bahwa Tidak Sakit sama sekali 😁😁😁. Trus selesai disuruh nunggu diluar, untuk duduk selama 15 menit, baru deh boleh pulang.

4-5 jam habis suntik gak kerasa apa-apa. Bahkan habis suntik  aku masih shopping dulu sebentar. Tapi pas sudah sore mau malem, baru deh kerasa tanganku kemeng sekali. Berat banget pas digerakin, trus lemes dan pusing. Rasanya pengen rebahan aja di kasur 😁😁. Baru besok paginya udah agak mendingan. Uda bisa gerakin tangan kanan dan normal seperti biasa. Untuk dosis keduaku nanti tanggal 29 Oktober 2021, lokasinya berbeda dari yang pertama.

Alur vaksin - ruang tunggu pasca suntik selama 15 menit - kartu vaksin.

Dua bulan ini keadaan sudah NORMAL. No more lockdown, setelah hampir dua tahun di Inggris lockdown sambil di longgarkan sedikit demi sedikit. Orang orang gembira sekali. Masker sudah nggak wajib lagi. Konser, Wedding, Kumpul Kumpul sudah boleh - nggak ada batasan jumlah orang. Masuk toko juga udah nggak antri one out one in. Masya Allah, semoga pandemi diseluruh dunia segera berlalu yaa.

Alhamdulilah, sehat selalu semuanya :))

-----------------------------------------------------

Sudah 80% penduduk Inggris mendapatkan vaksin dengan rincian seperti diatas. Oleh karena itu pemerintah mulai PD untuk mengakhiri Lockdown. Keterisian RS juga berkurang jauh

 

Pamflet dari NHS Inggris, undangan terbuka untuk untuk muda mudi usia 16 keatas (udah gilirannya). Bisa datang tanpa janjian. Info info gini banyak ditawarkan lewat medsos mereka seperti Twitter.

PERBANDINGAN KONDISI JANUARI 2021 DAN AGUSTUS 2021. Covid-19 vaccines have weakened the link between catching Covid and getting seriously ill. The below emphasises the importance of how getting vaccinated protects not only yourself but your loved ones.


20 Agustus 2021

Kisah Para Tetangga Flat

Dalam sebulan terakhir, tiga tetangga flat aku akhirnya berpindah. Satu orang keluar, dua orang pindah ke kamar yang beda gang sama aku. Fyi, jadi flat aku ada dua lantai dengan dibagi menjadi 4 seksi yaitu 1-2-3-4. Tiap hurufnya terdiri dari 6 kamar yaitu A-B-C-D-E-F-G. Aku sendiri tinggal di kamar 2D. Kamar seksi nomer 2 ini emang ukurannya paling kecil luasnya dibanding seksi 1-3-4, harganya juga slightly lebih murah yaitu 520 -550 pound.

Sudah 1,5 tahun aku tinggal di kamarku yang sekarang ini. Dari 6 kamar yang ada di seksi aku, jarang banget ke 6-6 nya keisi semua. Paling banyak hanya lima kamar aja. Itupun penghuninya nggak lama kontraknya, paling lama mungkin lima bulan aja. Jadi aku termasuk penghuni senior disini hehe 😆

Penampakan communal room flat aku, ada jendela gede yang langsung bisa lihat keluar jalan. Kalo masak malem suka parno kalo tetiba ada yang nongol 😅😅. Di jendela ini juga ruang ngobrol kalo pas ada tetangga nyapa dari luar. 


Dalam satu seksi ada satu communal room yang berisi kitchen set - kompor oven, mesin cuci, sink tempat cuci piring dan meja makan. Diruangan inilah biasanya kami para tetangga tak sengaja bersua satu sama lain. Kadang ada yang kebetulan masak, trus ada yang lagi cuci piring dan terjadi obrolan obrolan kecil alias basa basi. 

Basa Basi Ala British

Maklum lah yaa, disini nggak lumrah kami 'Hidup Bertetangga' layaknya di Indonesia dimana saling sapa atau kepo satu sama lain, dimana kalau di Indonesia itulah definisi Ramah. Kalau tipikal orang asing di UK sini tapi masih lumayan ramah lah, walaupun hanya sebatas menyapa menanyakan kabar. 

"Hello !"

"Hi, you alright?"

"Hi Mate !"

Begitulah sapaan terstandart yang selalu kami saling ucapkan satu sama lain kalau ketemu. Itupun juga nggak pakai berhenti ya. Kalau pas papasan di jalan ya ngucapinnya sambil berjalan aja. Asal udah saling jawab dan senyum. 

Kalau mau agak panjangan dikit ya, bisa dibuka dengan obrolan seputar cuaca hari ini. Karena sudah tau kan ya, cuaca disini tuh setiap beberapa jam bisa berubah. Jadi obrolan cuaca nggak ada abisnya ☁☀☂

Pengalaman aku sendiri kalau nyapa cowok agak kikuk. Pernah suatu waktu aku di kitchen kan masak sendirian, trus ada tetangga cowok dateng nyuci piring. Yauda kami diem dieman aja. Tapi kalau pas suamiku yang di dapur dan ketemu cowok itu mereka cair banget obrolannya. Bisa sampe panjang, ngobrol sepak bola dll 😁

Kisah Pak Anton

Tetangga masa gitu. Biasanya rame banget kalo pas ngumpul. Skrng uda pada move, jadi sepi mamring 😁👻 enak damai tentram


Alkisah, sekitar akhir 2020 kamar sebelahku pas nih yaitu 2E kedatangan tetangga baru namanya Pak Anton. Dia sudah berumur ya sekitar 40an gitu, bapack bapack lah. Berbeda 180 derajat dengan kebanyakan orang sini yang cukup quite, si bapak ini sangat meriah. Kalau ngomong nggak bisa slow, alias volume nya naik, bukan emosinya, tapi emang udah setelannya begitu. 

Dia ini orang Inggris asli, kocak banget dan grapyak sama semua orang. Literally semua orang, karena dia sering nongkrong didepan flat (yang mana itu jalan raya) dan menyapa sapa aja yang lewat. Orangnya gampang banget buak obrolan dan bisa make friend dalam waktu singkat gitu. 

Kami pun akhirnya berkenalan karena beberapa kali ketemu di kitchen. Diawal awal setiap kali ngobrol sama aku dan suami dia selalu nggak denger dan bilang "Pardon??". Mungkin saking suara kami yang lembut dan kecil, jadi kami harus sampe ulangi 2x 😅. Tapi sekalinya dia njawab, itu satu gang flat bisa denger dia ngomong apa. Apalagi kalau pas ketawa, biyuhh stereo 😂😂😂😂. Nggak heran ya, pas didalam kamar, kami sering denger dia ngobrol atau glodakan, ya krn kamar kami terpisahkan semacam triplek doang (bukan tembok). 

Ni orang saking uniknya, dia berteman sama sapa aja. Pernah suatu saat ada temen dia, out of no where ndodok jendela kamarku. Dia pikir kamarku ini kamar si Pak Anton (krn emang jendelanya sebelahan mepet), dan itu terjadi sampe 3x lho. Kadang tengah malem gitu dia bawa temen temennya masuk kamar, trus berisik sampe jam 3 subuh. 

Kemudian, ini khas dia banget ya, kalau weekend dia nyalain speaker keras banget (dikira dirumah kali ya). Udah gitu pintu kamarnya dibuka, alhasil sak gang flat 2 kedengeran dia play lagu lagu lawas salah satu favorit dia "..........."

Kemudian July 2021, dia sakit katanya kakinya habis operasi, jadi aku lihat beberapa minggu terakhir dia pakai kruk untuk jalan. Itupun dengan kondisi begitu dia masih nge-gym lho. Trus sekitar tiga mingguan gitu dia tetiba menghilang dan akhirnya berpindah tempat.

Kepindahan dia juga tanpa pamit. Tetiba salah satu keluarganya datang beres beres kamarnya, dan pas nggak sengaja papasan sama kami, dia bilang mau pindah. Kabarnya krn sakitnya itu dia kan harus off kerja (dia kerja pertukangan bangunan gitu) selama beberapa bulan. Dan itu bikin mental healthnya agak terganggu atau nggak stabil. 

Aku inget terakhir ketemu dia, pas aku goreng dadar jagung di kitchen. Trus dia masuk krn mau oven breakfastnya dia kan. Sambil masih kriyep kriyep bangun tidur dia bilang, "kamu masak apa, bau nya enak". Yaudah lah aku suruh dia nyobain dadar jagungku satu biji. Langsung di lheppp, katanya hemmm enyakk ini apa?. Itu sweet corn. Pas aku suruh ambil beberapa lagi dia nggak mau 😀

Ya walaupun belum say proper good bye, semoga suatu saat bisa ketemu dijalan ya Pak Anton 

Tetangga Stereo Yang Lain

Pas mereka move, ninggal stuff ini mulai dari snack sampe bumbu dapur. Ditinggali note, boleh ambil free sapa aja yang mau. Aku ambil beberapa 😁. Ini cara terpraktis kalo gak mau ribet bawa gembolan pas pindahan. Ikhlasin aja buat sapa yang mau


Tetangga ku yang lain juga masih orang Brits, dua orang cowok. Dia tinggal di kamar 2C dan 2F. Jadi kamarku di apit sama mereka ini. Kedua orang cowok ini bawa TV di dlm kamarnya. Satunya buat main game, satunya buat nonton bola hobinya. Kejadian tak terlupakan saat rame rame nya pertandingan EURO 2020 pas July 2021 kemarin.

Kan england masuk final noh. Ya ampun di babang tamvan itu kalau jadi suporter uda kayak nonton live di lapangan. Sejak menit 00 dia yang lagi nonton sama pacarnya di dalam kamar, suaranya uda teriak teriak kenceng banget. Sambil tetep nyanyiin "It's coming home"

Kalau pas hampir gol dia screaming, "Come on England !!!"

Aku yang di kamar cuman bisa ketawa aja denger suara dia yang pada akhirnya lemes sendiri krn akhirnya kalah. Aku sampe rekam suara dia lho yang membahana sak gang flat. Heboh banget aseli. 

Dari dua tetangga yang sudah aku ceritakan diatas, emang suaranya stereo banget. Dan kayaknya aku liat liat emang tipikal para lelaki disini kayak gitu kalo ngobrol. 

Kenapa ya orang sini kalau ngomong biasa aja kayak teriak

Usut punya usut, aku punya kesimpulan sendiri tentang pertanyaan diatas 😁😁

Pernah suatu saat aku lewat disebuah bar jam 11 malam gitu malem minggu. Dimana itu prime time nya orang bule pada keluar rumah buat hang out kan. Itu suara musiknya kenceng banget dentumannya, volumenya pol, trus pas aku intip di dalam remang remang gitu. Banyak asep rokok

Nah dari fenomena itu aku pikir, gimana ya orang di ruangan seperti itu bisa saling ngobrol satu sama lain. Satu satunya cara ya Teriak dong ya. krn kalau gak teriak jelas kalah kenceng sama suara musiknya. Mungkin krn itu lah kebiasaan orang sini, kebawa ke kehidupan sehari hari 😋😋

Tetangga Kayak Sodara


Ada juga tetangga beda flat, dia di flat 3. Mahasiswa master di coventry asal Pakistan. Kami nggak sengaja ketemu pas sama sama mau masuk flat di pintu utama. Karena lihat aku berkerudung, dia spontan nyapa duluan. Ternyata kami sama sama muslim. Nah kalau sudah ada satu kesamaan background gini biasanya obrolan kami lebih mengalir, krn merasa sesama berjuang di perantauan.

Namanya Imran. Kami sering banget ketemu setelah kenal itu. Seringnya krn dia hobi vape-an di depan flat dan kami pas masak di dapur. Jendela dapur flat 2 kan gede banget dan ngadep langsung ke pintu utama depan.  Dia lebih banyak ngobrol sama suamiku sih, biasanya seputar kuliah atau traveling. 

Pernah suatu saat aku masak bakso, dia lagi diluar vapean. Yaudah kami ngobrol lewat jendela gitu 😁. Trus aku sungkan kan ya, yaudah aku undang dia buat masuk ke dapur, mau aku kasih bakso. Udah aku kasih bakso satu mangkok dia suka katanya enak wkwkwkw. Sejak saat itu kami jadi sering tukeran makanan. Dia ngasih aku beef masala, trus takjil buka puasa. Aku kasih dia gorengan sama buah

Sayangnya Februari 2021 dia uda selesai studi dan balik ke negaranya. Di akhir mau balik, dia ketok pintu kamarku, minta tolong suami buat bantu packing bajunya. Ya ampun anak bujang lakik ternyata kagak bisa lipet baju. Katanya pas berangkat semua di packing ortunya. 

Suamiku sampe geleng geleng. Akhirnya suamiku yang lipetin baju dia semua ala marie kondo yang akhirnya bisa muat di koper dia. Uda gitu roda kopernya copot pisan, lalu panggil suamiku lagi tolong perbaikin 😅😅. Luculah pokoknya ni anak, flight kurang brp jam blm selesai beberesnya. 

Usai say good bye diapun pergi. Beberapa hari kemudian dia Whatsapp suami, bilang terima kasih banyak atas semua bantuan. I will never forget you two 😁

Saatnya Pindahan - Sepi 

To be honest, dengan tiga lelaki tetangga di sebelahku ini ya aku tuh merasa nggak nyaman. Alasannya karena aku nggak bisa leluasa pakek kitchen klo mau masak. Kadang tuh mereka abis masak, trus nggak langsung diberesin. Cucian numpuk di sink sampe semalem. Pokoknya ngerasa risih aja kalau pas masak sendirian trus tetiba ada lelaki nongol gitu. Alhasil akhirnya aku beli kompor listrik portable, jadi aku lebih sering masak di kamar. 

Communal room yang nyaman untuk saat ini krn yang makek cuman aku seorang. Sementara di flat sebelah kitchen nya penuh dengan barang barang orang. Ini suasana pas pagi, enak banget klo buat masak, anginnya sepoi sepoi. Walaupun ada meja makan tapi gak ada yg pakek soalnya pada makan di kamar


Trus nih, ternyata bulan Agustus 2021 ini tiga lelaki tetangga ini resmi berpindah dari flat 2 ku ini. Akhirnya hari hariku kembali nyaman, sepi dan tentram. Bisa pakek kitchen, sink dan washing machine kapan aja bebas. Aku sih ngerasa senang, cuman kalau pak suami cukup kehilangan teman ngobrolin sepak bola katanya 😏😏

Tapi dalam beberapa bulan kedepan aku juga akan pindah dari flat ini. Karena mau cari flat yang agak besar dengan dua kamar. Ini masih dalam tahap pencarian di beberapa agen. Uda ada opsi untuk gantikan flat milik teman, tapi juga masih banyak pertimbangan. Let see

--------------------------------------------------

Sekian dulu cerita sore aku kali ini.

Panjang juga yaa ternyata 😁😁

Terima kasih buat yang uda mau baca. See you


Coventry

Friday 20-08-2021

20:21 BST


23 Juli 2021

Heatwave di Inggris Saat Summer 2021


Summer 2021, kembali Inggris melewati masa masa heatwave alias hari hari dimana suhu panas mencapai hampai 30celcius. Heatwave itu terjadi minggu ini yaitu sejak tanggal 17 July - 22 July 2021. Tahun lalu aku masih bertahan nggak beli kipas angin, tapi tahun ini aku akhirnya beli juga. Tapi bukan kipas besar yang bisa geleng geleng itu ya, aku belinya kipas tangan yang kecil itu (yang biasanya dipakek para MUA buat ngeringin make up 😅)

Alasannya karena kipas kecil ini handy dan praktis, serta murah cuman 3 pound. Alasan kedua tentu saja kalau beli kipas besar maka tempatnya nggak muat di flatku, trus nanti binggung njualnya kalau harus move out. Tapi ya sungguh apesnya aku, baru tiga hari dipakek kipasnya uda nggak berfungsi lagi aka rusak 😢. Mungkin karena dia bekerja terlalu keras, hampir 20jam aku nyalain terus saking panas/ungkepnya, bahkan sampai malem. 




Akupun sebagai orang Surabaya juga heran, harusnya aku bisa biasa aja dengan suhu 30derajat, soalnya di Surabaya sehari hari 35-36 derajat. Namun ternyata di Inggris suhu 25-27derajat celcius itu panasnya kering dan menyengat, nggak ada angin, jadi rasanya seperti di ungkep di ruangan yang panas. Tak heran, orang lokal sini merasakan penderitaan yang lebih dibanding aku, krn mereka banyak dapat suhu dingin sepanjang tahunnya.  

Jumat 23 July 2021 dan seminggu kedepan suhu udah mulai turun, masya allah senengnya nunggu hujan :)

Saking panasnya, pemerintah/dinas kesehatan sampai mengeluarkan warning dan himbauan agar selalu menjaga kondisi tubuh, karena bisa berbahaya bagi kesehatan khususnya bagi yang beraktivitas diluar ruangan. 

What to do if someone has heat exhaustion? If they can be cooled down within half an hour, then heat exhaustion is not normally serious.

The NHS advice is to:

    Move them to a cool place.
    Get them to lie down and raise their feet slightly
    Get them to drink plenty of water - sports or rehydration drinks are also OK
    Cool their skin - spray or sponge them with cool water and fan them. Cold packs around the armpits or neck are good too

However, if they do not recover within 30 minutes, then what follows is heat stroke. It is a medical emergency and you should call 999. People with heat stroke may stop sweating even though they are too hot, their temperature could have passed 40C and they may have seizures or lose consciousness - source : BBC.com

Alhamdulilah Jumat ini suhu sudah mulai turun. Aku lihat ramalan cuaca untuk seminggu kedepan juga hujan. Masya Allah senangnya aku, soalnya lebih suka suhu yang ditengah dari pada panas banget ato dingin banget. Ya beginilah hidup di negara empat musim khususnya Inggris. Suhu sangat tak menentu, bisa berubah dalam hitungan jam bahkan. Maka itulah pentingnya selalu melihat ramalan cuaca sebelum keluar rumah supaya bisa pakai pakaian yang cocok. 


Bulan Juli akhir ini juga anak sekolah udah mulai Summer break sampai September 2021. Wow, liburnya ternyata sebulan lho, persis kayak di film2 gitu ya pas summer holiday, biasanya mereka plesir keluar negeri - ternyata benar adanya. Jadi inget terakhir kali aku sekolah libur sebulan ya dulu banget pas SD, klo nggak salah pas jaman pak Harto apa Gusdur gitu. Libur sekolah sebulan pas puasaan apa ya. 

Jalan jalan singkat ke Canal Basin di daerah Leamington Spa, panas gini harus pakai Topi

Kalau summer gini, jam 19 malam suasananya juga masih seterang ini :)

Untuk agenda pribadi aku nggak kemana mana, soalnya pak suami lagi persiapan ujian tahun kedua. Doain ya semoga lancar semua 💪💪. Selamat berlibur teman teman semuanya :)

21 Juni 2021

Manchester Trip #2: Intip Stadion Manchester United dan Manchester City

Jalan jalan ke Stadion Bola


Singkat cerita kami sampai di Etihad Campus dan sepi sekali. Alhamdulilah hari ini panas terik. Etihad Campus ini merupakan nama stasiun Metrolink terdekat saat mau ke Stadion Manchester City biru. Jika kalian mau kesini dari Machester Picadilly pilih metrolink jurusan Ashton Under Lyne ya, dengan waktu tempuh kurang lebih 20menit. Sesampainya disini kami berkeliling dan berfoto dipintu masuk. Lebih lengkapnya bisa dilihat di foto foto dibawah ya. 





Tak lama disini kami langsung menuju ke si Merah, yaitu ke stadion Manchester United. Cukup sepi juga hari itu, nggak banyak turis yang datang. Berbeda dengan di si Biru tadi ya, di si Merah ini ada layanan tur ke dalam stadion dengan bayar ya tentunya. Namun kami tidak cukup berfoto aja diluar dan juga beli suvenir di Megastorenya. Untuk suvenir yang kami pilih yaitu magnet kulkas seharga 5 pound, serta titipan temen yaitu kaos yang kebetulan lagi diskon. 




Dibandingkan si biru, emang stadion si merah lebih bagus dan lebih greget. Jika ingin ke kedua stadion ini ada Metrolink yang langsung turun di dekat sini. Bahkan ada line turun khusus bagi suporter jika saat ada pertandingan, yang mana bisa dibayangkan membludak pengguna tramnya yang naik turun lihat pertandingan. Dengan line khusus tersebut maka mereka akan tertib. Sistemnya mirip dengan line antrian saat mau naik wahana di Dufan gitu yang berbentuk mirip labirin. 


Keliling City Centre !




Usai sudah berkunjung wajib kedua stadion diatas, saatnya explore tengah kota Manchester. Kota ini sangat besar dan metropolis, banyak apartemen menjulang, tapi bukan apartment student seperti di Coventry. Melainkan apartment/flat yang lebih ke kaum pekerja dengan hampir semua memiliki balkon yang menghadap ke jalan. Mungkin karena namanya juga Greater Manchester ya, jadi banyak pekerja yang hidup disini. Kota ini juga memiliki sungai yang mengalir di tengah kota, tak heran kerena memang dekat dengan Liverpool dimana keduanya menjadi kota pelabuhan. 


Destinasi selanjutnya yaitu menuju ke SCIENCE & INDUSTRY MUSEUM, tiketnya Free dan bisa booking melalui websitenya. Saat kami berkunjung hari itu, museum ini juga baru saja dibuka setelah lama close karena lockdown. Di museum ini diceritakan bagaimana Mancehester sebagai kota pelabuhan sejak tahun 1800an menjadi pusat perdagangan seperti textile dll. Disini juga dipajang sejarah ilmuan ternama asal Manchester yang berpengaruh seperti Alan Turing dengan mesin pioner komputernya yang mendunia, seperti yang diceritakan di film "The Imitation Game".


Kehabisan energi



Sejujurnya, usai jalan ke kedua stadion itu energi kami sudah mulai habis karena udah jalan kurang lebih 15km. Jadi saat ke museum uda agak letoy dan tidak konsen serta kelaparan karena bontot juga sudah abis. Maka kami tak lama lama di museum dan berniat cari makan di city centre. Saat cari lokasi city centre di google maps juga binggung banget, soalnya city centrenya tidak terpusat di satu area gitu. Namun ada banyak dan kami nggak tau harus ke mana yang paling bagus. 

Akhirnya cari yang ada Mall nya aja deh, dengan clue pasti disitu banyak makanan halal. Dan benar saja, kami pun akhirnya menuju ke area Manchester Arndale Mall dimana penuh dengan orang menghabiskan waktu minggu malam (tapi masih terang ya krn musim panas, gelapnya jam 22 malam). Disini kami cari food court di dalam Mall yang ternyata banyak sekali makanan halal, kami pilih Chopstix.

Usai makan, kami mengobservasi sekitar, melihat ratusan orang lalu lalang bersiap untuk hang out sama temen2nya di pub/cafe terdekat. Masya Allah, mau cari manusia model apa aja ada disini, dengan pakaian yang macem macem pula. Apalagi musim panas gini ya, cewek ceweknya bebas berekspresi pakai heels dan baju summer terbaik. Coba malaman dikit, lagu lagu uda diputer di volume paling poool trus mereka mulai berpesta :D 


Time to go home

Thank you Manchie 💓💓💓

Jam menunjukan pukul 19pm, saatnya kembali ke stasiun karena kereta kami jam 20.27pm. Masih lama sih sebenernya, tapi beneran capek ini kaki buat jalan akhirnya kami memilih nunggu didalem stasiun aja sambil makan cemilan. Beruntungnya saat pulang ini kami hanya ganti kereta satu kali di Birmingham, tapi sampai Coventry nanti jam 12 malam. Long story short - kami menginjakkan kaki di rumah dengan selamat jam 12 malam dan langsung teler deh kecapekan

Masya Allah terima kasih ya Allah diberi kelancaran selama jalan jalan ini, dari berangkat sampai pulang lagi. Pengalaman yang sangat menyenangkan ke Manchester ini. Emang bener, satu hari keliling di kota ini kurang banget. Semoga ada rejeki dan waktu untuk kembali kemari

Thank you for reading guys :)
Hope you well and happy !