Challenge Yourself Every Single Day

Jumat, 10 Februari 2017

Short Honeymoon Trip to Kuala Lumpur (1)

3 - 5 Februari 2017,

Senangnya tulisan pertama saya di tahun 2017 ini yaitu cerita liburan saya ke Kuala Lumpur bersama suami seminggu yang lalu. Big thanks to AIRASIAGO yang sudah menawarkan tiket promo Surabaya - Kuala Lumpur seharga 2,2 juta berdua (Pesawat + Hotel 2N). Menurut saya ini sangat hemat karena saya juga tak perlu repot reservasi hotel. Perjalanan ini sebenarnya iseng, berawal dari sebuah postingan instagram yang menawarkan tiket promo yang begitu murah, namun sayangnya kami berdua kurang yakin jika harus membeli lewat agen instagram. Karena kantor travel berbasis di Jakarta, takutnya kalau penipuan susah ngurusnya. Alhasil saya coba cari di website resmi maskapai dan nemulah di Airasiago.com ah senangnya. Pasca menikah kami memang belum sempat bulan madu karena urusan kantor yang tidak bisa ditinggal dan sebagainya. Akhir tahun kemarin kolega kantor juga sempat rekreasi ke Malaysia, namun karena suatu alasan saya tidak bisa join. Tapi Alhamdulilah sama Allah diganti diawal tahun ini. Begitu lama saya tidak traveling setelah kepergian saya ke Jerman 3 tahun lalu. Jalan jalan ini cukup bisa mengobati rasa rindu saya mbolang ke negeri orang. Apalagi sekarang sama suami yang juga pernah tinggal beberapa tahun di negeri orang, rasanya klop. Kami berdua sepakat untuk trip ala backpack, tanpa travel dan merasakan langsung transportasi lokal di Malaysia. Tentunya beberapa hari sebelum berangkat kami cukup sibuk browsing tempat-tempat wisata, memahami sistem transport publik hingga mencari resto resto halal. Kami berdua berangkat Jumat pagi flight jam 05.00, sampai KL pukul 08.45 pagi


Kuala Lumpur Malaysia

Dari Kuala Lumpur International Airport kami memutuskan menggunakan moda transportasi bus (12RM), sebenernya ada yang lebih cepat dan nyaman yaitu KLIA Ekspress (55RM). Dengan harga yang cukup mahal, menggunakan kereta tersebut memang sampai ke tempat tujuan lebih cepat yaitu 15 menit saja. Namun karena kami tidak diburu waktu maka santai saja naik bus 1 jam dari KLIA menuju KL Sentral. Oiya di bandara kami sempatkan membeli SIM Card lokal seharga 30 RM, dapat paket internet 4 GB dan nelpon 30 menit. Cukup mahal sih tapi nggak papa, njagani kalau ada apa-apa dan butuh telpon atau browsing. Dan nyatanya memang berguna banget karena kami banyak tersesat maka banyak buka Google Maps, hehe. KL Sentral merupakan stasiun pusat di Kuala Lumpur dimana jika ingin berpindah moda dari kereta satu ke yang lain maka disinilah tempatnya.
Suasana KL Sentral, lagi imlek
Karena Low Fare, jadi no bagasi. Kami 3 hari cuman bawa  1 backpack dan tas selempang. Praktis !
Berbekal peta ditangan, tujuan pertama kami yaitu Central Market. Kami ingin jalan jalan kesitu sembari menunggu suami solat jumat jam 13.30 di masjid jamek. Dari KL Sentral kami pun naik kereta ke St. Masjid Jamek dengan membayar 1,5 RM. Cukup susah menemukan Central Market, beberapa orang yang saya temui juga memberikan informasi yang salah jadi kami berdua muter-muter sampe capek. Nge cek google maps juga kurang tepat. Sampai akhirnya 1 jam kemudian kami sampai di tempat tujuan. 

Central Market
Central Market merupakan sejenis pusat perbelanjaan tradisional yang menjual beragam suvenir khas Malaysia. Namun didalamnya terdapat lorong-lorong dengan tema khusus seperti, little India, China, dan disana menjual cindera mata khas negara tersebut. Berbelanja disini sangatlah nyaman karena walaupun konsep nya tradisional namun ber AC dan bersih. Central Market disebut juga dengan Pasar Seni. Di bagian luar juga banyak yang menjual suvenir khas KL, namun beda nya mereka berjualan diruang terbuka tanpa AC dan sepertinya bisa ditawar. Di hari pertama ini saya tidak membeli apa-apa, hanya sightseeing saja. Oiya sebelum kemari saya sudah makan siang di satu rumah makan dengan St. Masjid Jamek. Menu yang kami pilih adalah Nasi Biryani dan lauk Ayam serta teh tarik. Nikmatnya bukan main, enyakk

Biryani nya enyak, tapi agak mahal 12RM
Ayamnya beli 1 buat berdua, gede banget potonganya :D
Ini dia Central Market, nyasar kemana mana, padahal deket bgt dr St. Masjid Jamek
Bersih dan nyaman belanja disini
Pusat oleh oleh, rata rata beli 3 = 40RM
Puas jalan jalan kemari, kami pun kembali ke St. Masjid Jamek untuk sholat jumat di Masjid Jamek (Tepat berada didepan stasiun, saat ini dlm tahap renovasi). Sayapun memutuskan untuk menunggu di KFC terdekat sambil makan puding mango Itali (Edisi KL, gak ada di Indo hehe). Setelah itu kami kembali membuka peta mencari Hotel Sandpipper yang terletak di Jl. Pudu. Dengan membawa satu ransel dipundak (Dibawa si Mas) kami pun kembali berjalan menyusuri trotoar. Ternyata letaknya sekitar 2 km dari Stasiun. Usai check in kami istirahat sebentar dan kembali ke stasiun untuk melanjutkan jalan jalan ke Batu Caves.

Batu Caves
Batu Caves merupakan must visit place kalau turis berkunjung ke Kuala Lumpur. Sebuah patung berwarna bak emas yang menjulang tinggi dan berada di kawasan gua berbatu. Untuk menuju kemari sangatlah mudah, cukup membayar 2,5RM ke satu line kereta, dan sudah sampai kurang lebih 45 menit. Dari stasiun ke Batu Caves juga dekat tinggal berjalan 10 menit. Ternyata kawasan ini seperti tempat beribadah untuk orang Hindu, mirip dengan klenteng klenteng di kawasan Kenjeran gitu. Sepanjang mata memandang banyak warga India yang datang, bahkan banyak stand berjualan makanan khas india seperti manisan yang ada di film-film bollywood. Tak banyak yang bisa dilakukan disini selain berfoto dan menaiki anak tangga menuju ke atas gua. Hati hati banyak kera yang dengan sigap merampas barang-barang disekitar. Hehe
Tak heran bunga warna kuning ini banyak saya jumpai di KL
Capek bang, gendong po'o (ekspresi takut dikejar Kera)
beginilah pemandangan dalam gua setelah naik ke bukit
-------
 Seru banget jalan jalan Day 1, bersambung ke postingan selanjutnya yaaaa. Bhayyy :)


0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas