Challenge Yourself Every Single Day

Sabtu, 11 Februari 2017

Belajar Banyak Dari Kuala Lumpur

Setiap negara yang saya kunjungi selalu punya keunikan tersendiri. Berbeda benua tentu berbeda budaya dan ciri khas. Kuala Lumpur, negara yang baru saja saya kunjungi, juga mengajarkan saya banyak hal yang tidak saya temui di Surabaya. 

Malaysia Kota Multietnis

Banyak bule duduk santai di taman, mereka ini lagi gambar bangunan tua didepan mereka.
 Saat berada di Jerman banyak teman-teman bule yang mengira bahwa saya  berasal dari Malaysia. Padahal Indonesia merupakan negara yang jauh lebih besar dari pada Malaysia, tapi kenapa kalah terkenal ya. Kini saya tahu sebabnya. Saat saya di Kuala Lumpur saya menyadari bahwa kota ini sudah demikian global, artinya banyak orang dari negara lain yang ada di Kuala Lumpur. Dengan mudahnya saya temui warga India yang bekerja disini, demikian juga dengan turis bersliweran di KL. Artinya KL sudah banyak dikenal dan dikunjungi orang, dan mayoritas orang KL berkerudung. Jadi turis yang sudah pernah ke KL biasanya mengira kami yang berkerudung adalah orang Malaysia. Banyaknya etnis disini menjadikan warga KL sudah terbiasa berinteraksi dengan warga asing, bahkan Supir Taxi dan Security sudah bisa berbahasa inggris untuk melayani turis. 

Sementara itu di Kota Surabaya kami masih merangkak menjadikan kota ini sebagai jujugan internasional. Di helatnya event UN Habitat serta kepopuleran Bu Risma cukup membuat Kota Surabaya mulai dikenal dunia. Namun SDM yang ada belum sepenuhnya mumpuni. Contohnya saja di Kantor saya (Kantor Pemerintahan) masih sedikit sekali orang yang bisa berkomunikasi bahasa inggris, apalagi untuk golongan tua nya. Oleh karena itu kepala dinas saya sempat mengadakan les bahasa inggris untuk pegawainya, khususnya bagi yang bekerja di lapangan karena akan sering berinteraksi dengan mereka yang ada di jalan. 
Sistem Transportasi Masal Yang Rapi

source : google images
Sebagai ibu kota Malaysia, KL memiliki sistem transportasi yang sangat rapi dan baik. Mohon maaf di Indonesia topik ini sudah kadung basi, Surabaya pun belum punya transportasi masal yang baik, tapi kini sedang diproses kok untuk Tram dan Monorail (Good News). Di Jerman ada namanya DB Bahn sebuah kereta api cepat yang menghubungkan seluruh area. Nah di Malaysia malah lebih banyak pilihan kereta berbasis rel bernama RapidKL, tak hanya satu jenis tapi ada beberapa mulai dari Monorail, Kereta Listrik dan Kereta Biasa. Istilahnya setiap Line punya provider sendiri sendiri seperti yang tertera di gambar atas. Pokoknya mau kemana mana mudah tinggal ke stasiun terdekat lalu membayar tiket yang tak lebih dari 3 RM pertujuan. Sistem tiketing disini juga sudah menggunakan mesin otomatis touch screen yang mudah sekali dioperasikan. Artinya warga KL sudah cukup well literated untuk penggunaan teknologi.

Ini dia mesin pembelian tiketnya, sangat mudah dioperasikan
Keluar masuk Stasiun cukup Tap tiket yang berbentuk koin warna biru
Udah paperless ya, ini coin/tiket jgn sampe hilang hingga tiba di stasiun tujuan
Sementara itu di Kota Surabaya baru saja meluncurkan alat parkir meter, dimana jukir tidak lagi menerima uang. Pengguna parkir bisa membayar parkir mengunakan alat ini dan dikenakan biaya sesuai lama parkirnya  (progresif). Hadirnya parkir meter masih banyak menuai cibiran, ada yang bilang ribet dan ada juga yang pesimis apa alat parkir meter bisa bertahan lama. Artinya memang butuh waktu untuk mengenalkan teknologi baru ke masyarakat, padahal adanya teknologi ini berarti Surabaya sudah mulai step forward alias maju kedepan. Untuk transport masal Surabaya sedang tahap persiapan mengaktifkan kembali trem, sedangkan untuk monorail saya rasa butuh waktu lbh lama karena mahalnya investasi yang harus ditanam untuk proyek ini. Kabar baiknya Jakarta sudah dalam proses pembangunan MRT :D
Suasana didalam kereta, bersih dan rapi (weekdays)
Ini penampakan stasiun bawah tanahnya, mirip banget sama yang di Jerman, dan selalu bersih
Kereta yang membawa saya dari KL Sentral ke Batu Caves
Rel kereta ada yang dibawah tanah dan ada yang melayang diatas  seperti ini
Bus di belakang saya adalah bus GO KL, sebuah bus gratis yang disediakan oleh pemerintah KL untuk turis, dengan bus ini turis bisa berkeliling dan turun di tempat tempat wisata. Sayangnya saya blm sempat naik bus ini soalnya emang gak sempat. Hehe

Semoga Surabaya dan Indonesia segera punya transportasi masal yang bagus, sehingga nggak lagi ada macet di jalan jalan karena banyak mobil. Amin, Soo. Sekian tulisan saya edisi Kuala Lumpur Malaysia, sampai jumpa 
 

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas