Challenge Yourself Every Single Day

Kamis, 13 Oktober 2016

World Culture Forum (day 2)

Bali, 11 Oktober 2016


Hari ini merupakan jadwal Symposium di WCF. Kebetulan saya memilih tema Menjalin Sejarah , Ruang Kota dan Gerakan Budaya. Ini merupakan symposium 3 (Ada 3 symposium hari ini yang bisa dipilih oleh para peserta). Pembicara dalam symposium 3 kali ini ada 3 orang yaitu Arif Aziz sebagai Direktur Change.org Indonesia, Nyoman Nuarta sebagai Perupa Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia dan Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung dan Arsitek.


Senang sekali bisa ketemu langsung dgn Kang Emil ini. Dalam diskusi beliau bercerita tentang bagaimana menjalin kedekatan dgn warganya melalui media sosial. Dia berkata bahwa pemimpin sesungguhnya bukan orang yang selalu berada didepan tapi justru yang ada ditengah krn bisa mendorong ke depan dan melindungi yang dibelakang.

Walaupun saya sering ketemu Bu Risma saya tdk pernah ingin foto berdua. Tapi pas ketemu Pak Ridwan Kamil aura nya memang benar benar mempesona. Cara dia berbicara dan isi dari pembicaraannya sangat ngena dipara pendengarnya. Begitu bijak dan sederhana.

Oiya sebelum masuk ke symposium 3 saya juga mampir ke symposium 1 tentang Culture for Village Sustainability. Pembicara pertama adalah Aleta Baun seorang ibu yang menjadi Kepala Desa Mollo NTT.  Dia bercerita ttng perjuangan nya menjaga desa nya dari perusakan pertambangan. Saat itu tanahnya akan dijadikan sebagai lahan tambang oleh sebuah perusahaan. Dimana itu menyebabkan kerusakan alam dan mencerai beraikan penduduk setempat. Tp dgn semangatnya Ia berhasil menyatukan penduduk dan sama sama berjuang menjaga desa mereka.


Prinsipnya adalah Jangan Menjual Apa Yang Tidak Bisa Kamu Produksi. Artinya, alam dr Tuhan diberikan untuk manusia bukan untuk jual beli. Oleh karena itu manusia tdk boleh menjualnya, juallah sesuatu yg bs  km produksi sendiri.

15:00 - 18.00
Lapangan Puputan

Di sini para peserta WCF akan disuguhkan dengan Culture Carnival yang akan menampilkan pertunjukan budaya dari Indonesia dan negara lainnya. Ada negara Rusia, Latvia, Argentina, Taiwan, Slovakia dll. Berbeda dengan Indonesia, tarian negara lain terlihat lebih sederhana dengan pakaian dan make up yang tidak macem macem. Kira2 begitu ketika saya bandingkan dengan tariam Bali yang garang dan ada unsur mistis. Sementara di negara2 eropa tarian mrk lbh memiliki kandungan filosofi berupa kebahagiaan saat panen telah tiba atau sekedar merayakan kebersamaan dengan tetangga.




Seru banget yaa. Lalu malam nya kami kembali ke Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) untuk makan malam. 

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas