Challenge Yourself Every Single Day

Sabtu, 03 September 2016

Pengalaman Menjadi Pengajar Kelas Inspirasi Surabaya (Part 1)

Mendengar nama Kelas Inspirasi memang bukan hal asing lagi bagi saya. Hingga akhirnya suatu waktu teman kantor saya (Karin) mengajak untuk bergabung menjadi relawan di Kelas Inspirasi. Kebetulan sekitar bulan Juni 2016 kemarin sedang dibuka pendaftarannya. Ada dua opsi, mendaftar sebagai relawan dokumentasi atau relawan mengajar. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya sayapun mendaftar sebagai relawan pengajar. Disini relawan diharuskan cuti selama sehari dari kantor untuk mengajar di sekolah-sekolah yang sudah di tunjuk. Untuk mendaftar sangatlah mudah, cukup isi identitas dan tuliskan motivasi serta kenapa anda layak dipilih. Sekitar bulan Agustus pengumuman seleksi pun keluar, dan nama saya masuk sebagai relawan pengajar di SDN Jajar Tunggal 1 Surabaya.

Hari insipirasi sudah ditentukan yaitu Senin, 22 Agustus 2016. Dua minggu sebelum hari H kami berkopi darat, bertemu satu sama lain. Lokasinya saat itu di Aula Grammar School Surabaya daerah Wiyung. Saat tiba disana saya cukup terkejut karena ternyata ada banyak relawan yang ikut baik sebagai fotografer, videografer, fasilitator hingga pengajar. Sebenarnya memilih untuk menjadi Pengajar cukup nekat bagi saya yang belum punya basic ilmu mengajar khususnya anak SD. Tapi untungnya saat pertemuan kemarin kami diberikan bekal-bekal dasar seperti bagaimana memulai kelas, ice breaking hingga sharing pengalaman relawan mengajar dari tahun-tahun sebelumnya. 

Saya bersama dengan kira-kira 10 orang lainnya dikelompokkan untuk mengajar di SDN Jajar Tunggal 1 Surabaya. Jujur, saya belum pernah mendengar nama SD ini yang ternyata terletak di daerah Hotel Singgasana Surabaya, lumayan dekat dengan rumah saya. Setelah saling berkenalan kami pun sepakat untuk melakukan survey sekolah pada tanggal 17 Agustus 2016. Hari H survey kami memastikan kelas-kelas mana yang akan kami masuki, serta melakukan sedikit perkenalan dengan murid-murid (kebetulan pas selesai upacara juga). Menurut salah satu pihak sekolah, untuk mengajar disini kami harus ekstra sabar karena murid-murid yang beragam sifatnya. We are ready :)

Hari Inspirasi (22 Agustus 2016) 

Hari ini Senin dan saya tidak sepenuhnya mengajukan cuti hari ini, saya cuman ijin setengah hari ke atasan, hehe. Tepat pukul 06.00 saya diantar Suami ke lokasi berbekal satu tas besar berisi Koran, Majalah, Kado reward buat anak-anak serta replika Mic yang saya buat semalam dari kardus. Berdasarkan jadwal saya akan masuk ke 3 kelas hari ini. Bismillah, misinya satu yaitu mengenalkan profesi saya sebagai jurnalis ke anak-anak :)

# Kelas 4B & 6B


Ini adalah kelas pertama dalam hidup saya, hahaha. Pertama masuk kelas saya mengamati murid-murid satu persatu. Mereka nampak sibuk sendiri sendiri, saya dicuekin. Kemudian dengan suara lantang saya mulai say Hello dan berkenalan (masih ada yg nyuekin juga).Agak ciut juga saat saya mulai dengan tanya jawab tapi mereka diam saja. Kemudian mereka saya suruh menebak profesi saya dengan clue lagu yang saya nyanyikan (Nada Balonku ada lima).
aku bawa kamera, aku membawa buku, pergi cari berita, dari siang dan malam, aku tulis berita tik tik tik, lalu muncul di koran, hati ku sangat senang, Ayo tebak profesiku 
tik tok tik tok. Kemudian saya ulangi lagi lagu saya dan masih saja tidak ada yang menjawab. Malah mereka mengajak main atau game. Waduh stok game saya cuman satu masak hari dikeluarkan diawal. Yasud dari pada putus asa akhirnya saya bagikan koran dan majalah yang saya bawa. Dari sana saya mulai menjelaskan bahwa tugas jurnalis adalah menuliskan kejadian yang ada disekitar lalu dibagian ke seluruh dunia lewat koran.
"Tahu nggak kalau kak Dina setiap hari ketemu Bu Risma?"
Dari pertanyaan itu anak-anak mulai tertarik menyimak penjelasan saya. Sayapun menjelaskan jika jadi jurnalis bisa ketemu dan wawancara bu Risma di Balai Kota, lalu bertemu dengan Presiden. Tapi dengan syarat harus menjadi jurnalis yang berani dan nggak boleh pemalu.

Bu Dina belajar jadi Guru :)
Slot saya mengajar satu kelas kira-kira 45 menit, lalu disela-sela saya berbicara didepan kelas tiba-tiba ada murid-murid cowok yang bertengkar (jotos-jotosan). Saya kaget bukan main, apalagi salah satu dari mereka ada yang menangis. Spontan saya kemudian panggil Pak Joko (salah satu guru) dan menyerahkan mereka kepada Pak Joko. Pelajaran saya lanjutkan kembali dengan mengajak anak-anak melakukan simulasi wawancara. Saya suruh mereka membuat pertanyaan sebanyak 5 buah yang ditujukan untuk Presiden Jokowi. Pura-pura nya saya yang jadi presiden dan mereka yang jadi wartawan. Saat simulasi susah sekali mengajak mereka untuk berani tampil didepan. Ada yang saling tunjuk dan adapula yang bahkan tidak melakukan apa-apa sejak saya diawal kelas. Akhirnya ada 2 orang yang berani maju dan akhirnya saya kasih hadiah atas keberanian mereka. Usai berpamitan kemudian saya berpindah ke kelas selanjutnya yaitu kelas 6B.

Belajar wawancara narasumber
Berbeda dengan kelas sebelumnya, di kelas 6B saya bertemu dengan anak yang lebih mudah diatur. Mereka lebih tanggap saat di kasih pertanyaan. Ya walaupun ada yang cuek males-malesan tapi saya tetep coba berinteraksi dengan mereka. Tak butuh waktu panjang saya langsung menjelaskan apa tugas saya sebagai jurnalis. Sama seperti sebelumnya, anak-anak saya minta untuk membuat 5 pertanyaan yang diajukan untuk presiden. Saat ditunjuk kedepan ternyata ada banyak yg berminat. Tapi kali ini mereka saya minta untuk jadi reporter tv, jadi harus diberi opening layaknya reportase di tv. Dan mereka bisa melakukannya dengan baik. Salut deh ! Dikelas yang kedua ini waktu berjalan lebih cepat dan tiba-tiba uda bel selesai aja. Sebelum keluar kelas saya memberikan reward berupa buku tentang jurnalistik kepada mereka yang td paling berani tampil sebagai reporter. Alhamdulilah selesai sudah.
Serius banget, bikin pertanyaan buat simulasi wawancara Pak Presiden
Merdeka !

* bersambung ke bagian 2 ya

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas