30 Agustus 2016

Kawan

Riza Dul
Intensitas waktu yang tidak menentu membuat kami jarang sekali bertemu. Riza atau Dul akhirnya tinggal menghitung hari untuk pergi ke UK. Masih ingat dipikiran ku ketika pertama kali aku ketemu dia saat mau ikut placement test di IALF untuk ikut IELTS Preparation sekitar tahun 2013. Dari sana kami bersama sama membangun mimpi untuk melanjutkan studi keluar negeri. Saat itu dia les sekaligus nyambi kerja di Jeje Radio. Kerja di Jeje Radio juga hasil hunting di Job Fair bareng pas fresh graduate saat itu. Sayangnya waktu les kami tidak sama, alias beda kelas dan beda term. Singkat cerita saya dua kali tes IELTS dan dua kali tes LPDP. Hasil keduanya belum memuaskan. Tapi dia selalu memberi semangat buat saya, walaupun saat itu saya susah sekali 'dibilangi'. Singkat cerita lagi, saya memutuskan untuk berhenti sejenak dari peperangan mencari beasiswa ini. Dan Alhamdulilah Dul berhasil meraih beasiswa dan berangkat duluan ke universitas yang juga ku incar. Bangga sekali

Kemarin kami menyempatkan diri untuk bertemu sebelum dia berangkat tgl 17 September 2016 besok. Ku hadiahi sebuah kaos bertuliskan Surabaya buat kenang-kenangan selama disana kalau kangen Surabaya. "Biyen awakmu mesti senengane nulis-nulisi buku ku, ojo telatan, ojo ngene-ojo ngono," Kata Dul. Hahaha, kami deket banget saat kuliah soalnya punya passion yang sama di bidang Jurnalistik saat itu. Kami juga pernah nulis bareng buletin Kampus Fisip yang namanya Jendela. Yang belum kesampaian sekarang adalah main ke rumahnya di Trenggalek. Soon ya insya allah
Terakhir, semoga lancar study nya disana. Diberi kemudahan dan kesehatan selama di negeri orang. Kini saatnya aku melanjutkan perjalanan menggapai cita-cita :)

Surabaya, 29 Agustus 2016
Share:

0 comments: