Challenge Yourself Every Single Day

Jumat, 16 Oktober 2015

Menikah (Tidak) Selalu Soal Cinta

Postingan kali ini tema nya rada dalem yaa. Anyway, ini bukan tanpa alasan akan tetapi sekedar berbagi ilmu dari Kajian Al-Kahfi yang tadi malam saya hadiri. Tema yang diangkat tentang persiapan menikah, cucok banget karena yang hadir emang para calon-calon suami dan istri. Pematerinya juga yahud, yaitu Teteh Euis. "Jadi, menikah itu ada ilmunya..."

MENIKAH ITU MENYEGERAKAN ATAU TERGESA-GESA?
Dari kedua kata itu ada perbedaan mendasar yang harus kita tahu yaitu Persiapan !

random picture by Google 
Kenapa harus Persiapan?

1. Menikah itu untuk sepanjang hidup dan sepanjang generasi. Kita tentu ingin pernikahan langgeng dunia akhirat, oleh karena itu menikah tidak untuk setahun dua tahun namun untuk sepanjang hidup. Kedua yaitu sepanjang generasi, secantik atau setampan apapun pacar kita tentu kita tidak mau sembarangan memilih calon ayah atau calon ibu untuk anak-anak kita kelak :')
2. Tingginya angka perceraian. Berdasarkan data BKKBN bahwa angka perceraian di Indonesia merupakan yang tertinggi ke 3 di Asia Tenggara. Bayangkan, dalam satu jam saja terjadi 40 perceraian di Indonesia (kata Teh Euis). Nah itu dari BKKBN yang terdata ya, bayangkan berapa banyak yang tidak terdata lainnya

APA SAJA YANG HARUS DISIAPKAN?
Setidaknya ada lima hal yang harus dipersiapkan sebelum menikah yaitu : Mental, Ilmu, Fisik, Finansial dan Sosial. Namun karena waktu kajian yang terbatas, Teh Euis hanya bisa menjelaskan 2 point saja yaitu Mental dan Ilmu.

random picture by Google 
1. MENTAL

- Persiapan mental yaitu menyiapkan Paradigma yang proporsional dan wacana yang benar. Pahami bahwa menikah bukan hanya soal bahagia layaknya di dongeng-dongen, tapi ada juga hak dan kewajiban yang harus di jalankan kepada suami dan anak

- Merubah ekspektasi menjadi obsesi. Secara tidak sadar kadang kita berfikir untuk bisa dapat suami atau istri yang ideal. Yang bisa masak tiap hari, romantis, sholat tahajud tiap hari dan bla bla bla. Namun bagaimana jika segala ekspektasi tersebut tidak ada dipasangan kita? Nah, saatnya mengubah ekspektasi tersebut menjadi obesesi. Jadi dibalik, "Apa yang harus saya lakukan supaya istri jadi wanita yang sholehah? What can I do"

- Saat menuju pernikahan, pastikan kita sudah On The Right Track, yaitu NIAT BAIK dan CARA BAIK. Lalu apa saja niat menikah? untuk menjaga diri dari dosa, niat beribadah dan untuk mencapai surga. Ingat bahwa jika niat kita sudah baik maka cara yang dijalankan juga harus baik. Allah melarang kita mendekati zina dan berzina. Kata Teh Euis berdua-duan juga bisa terjadi saat kita chating dengan seseorang yang kita suka, kan cuman berdua tuh, hehehe. Kalau dari awal menuju pernikahan niat dan cara nya tidak baik maka bisa jadi berpengaruh pada proses pernikahan itu sendiri, Jadi berhati-hatilah, luruskan niat dan jaga diri.

Untuk lelaki yang masih ragu menikah karena alasan ekonomi, percayalah bahwa saat ortu sang perempuan bertanya Kerja dimana, Gaji berapa itu hanya untuk memastikan bahwa anaknya kelak bisa hidup bersama orang yang tepat. Jadi tidak perlu minder. Ada sebuah hadist yang berkata bahwa

"Jika kita menikahi seseorang karena rupanya, maka tunggulah sampai Allah memburukkan rupanya, Jika kau menikahi seseorang karena hartanya, maka tunggulah sampai Allah memiskinkannya."

Oiya soal menjaga diri, Teh Euis bercerita bahwa sang suami dulu menjaga diri dengan tidak bersalaman dengan perempuan. Sampai teman-teman perempuannya heran dan menganggap yang tidak-tidak. Kemudian dijawab bahwa Laki-laki/perempuan baik pasti jodohnya baik dan juga sebaliknya. "Jika sekarang saya menjabat tangan perempuan, bisa jadi saat ini jodoh saya juga tengah menjabat tangan seorang lelaki. Jika sekarang saya mengelus kepala perempuan, bisa jadi jodoh saya tengah mengelus kepala lelaki" :(

Sudah ya, let's move to the second point

2. ILMU
random picture by Google 
Ilmu apa saja yang harus dipersiapkan untuk menikah?
- FIQIH : Pernah Teh Euis mengisi sebuah kajian pada ibu-ibu yang notabene sudah bertahun tahun menikah, tapi masih belum tahu apa itu Mandi Junub, parah banget kan ya. Jadi pelajari fiqih nikah dan lainnya. Misalnya, apakah kita sudah tahu mana yang najis antara kencing bayi laki-laki dan perempuan?
- Komunikasi : Saran dari Teh Euis coba baca "Men are from Mars and Women from Venus", sehingga kita bisa memahami sifat laki2 dan perempuan. Laki-laki cenderung 'masuk gua' jika ada masalah dan menyelesaikannya sendiri, sedangkan wanita hanya minta didengarkan dan kadang tidak perlu dikasih solusi. hehehe.

Oiya, pelajari juga 4 sifat dasar manusia yaitu Koleris, Plegmatis, Melankolis dan Sanguinis. Nah suami dan istri ada di karakter sifat yang mana perlu dipelajari masing-masing, supaya bisa memaklumi satu sama lain.

- Parenting : nah ini saya juga setuju banget. Membesarkan anak bukan hanya tugas ibu tapi juga ayah. Case nya misalnya si ibu bekerja dan anak harus minum ASI, apa kita sudah tahu gmn cara menyimpan ASI yang benar, kalo di taruh di Freezer tahan berapa lama dan bla bla bla, ayah juga harus tahu itu ya.

random picture by Google 

- Skill domestik : yang ini khususnya untuk para kaum Hawa, walaupun uda banyak jasa tukang Laundry ya masak nyuci baju suami gak sempet ya. Yuk belajar mulai sekarang :)

*****
Hari ini cukup sekian dulu ya teman-teman, nanti kalau point lainnya terbahas insya allah saya lanjutkan. Semoga ilmu yang sedikit ini bermanfaat :D

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas