Challenge Yourself Every Single Day

Minggu, 02 Agustus 2015

My Toefl Journey

My Comfort Zone
Sejak November 2013 saya memutuskan untuk belajar di tempat ini (you know where). Menyadari bahwa kemampuan bahasa inggris saya masih rata-rata, sehingga kali ini mau belajar langsung di ahlinya. Bulan itu tepat delapan bulan sejak saya lulus S1 dengan nilai Toefl hanya 470an. Dengan nilai segitu bisa kemana? 

Memutuskan untuk menjadi Scholarship Hunter memang butuh komitmen yang tinggi. Pengorbanan tenaga, waktu dan materi yang memang tidak sedikit. Kalau tidak percaya silahkan kunjungi blog Pak Made (www.madeandi.com) seorang peraih beasiswa ADS dengan sederet prestasi mancanegara. Untuk kursus di tempat ini memang harganya cukup tinggi jika dibandingkan dengan tempat les lainnya. Tapi semuanya sebanding, bahkan lebih. Selain pengajar yang memang native, ada juga student center (SC) yang sangat nyaman dipakai untuk belajar dengan koleksi buku yang lengkap. Berbeda dengan Toefl Prediksi yang saya kenal selama kuliah, kali ini saya harus mengambil Toefl IELTS untuk bisa mendaftar di luar negeri dengan nilai minimal 6.5. Disini saya benar benar belajar dari awal tentang IELTS yang sangat jauh berbeda dengan Toefl prediksi. 

Disini saya mengambil kelas Ielts Preparation selama lima minggu dan diajar langsung oleh penguji Ielts. Dengan nilai awal toefl segitu sebenarnya level saya masih di nilai ielts 5.5-6.0, jadi butuh waktu extra dari sekedar belajar di kelas. Jadilah, setiap hari dari pukul 08.00 hingga 15.00 saya nongkrong di SC untuk belajar. Belajar empat section : Reading, Listening, Writing dan Speaking. But seriously, I enjoy it very much ! Rasa-rasanya belajar nggak ada beban sama sekali malah justru tertantang untuk dapat nilai yang meningkat. Ditempat ini rasanya saya bisa mendapatkan tenaga dan semangat yang berlipat karena atmosfer belajar para scholarship hunter lainnya seakan menular. Selain itu memang ada juga sekelompok penerima beasiswa yang memang sedang mempersiapkan 'kelas bahasa' sebelum berangkat ke negara tujuan. 

Rindu Belajar
Ahhh, saya jadi rindu tempat ini. Di setiap hari Rabu selalu ada disscusion club yang membahas topik topik tertentu disatu kelas, ini sangat membantu saya latihan speaking bersama dengan teman-teman lainnya. Pada bulan Desember les saya berakhir namun saya perpanjang untuk jadi member SC, karena saya baru mengambil real Ielts tes pada bulan Februari 2014. Jadi mau belajar mandiri dulu selama 3 bulan di SC. Gak mau gambling langsung daftar Ielts, karena harganya juga lumayan menguras kantong. Saat menjalani tes Ielts untuk pertama kali, sensasinya seperti mau UN. Tapi sayang, saat hasilnya keluar nilai saya masih dibawah standart saat itu. Sedih banget ! Artinya harus singsingkan lengan untuk kembali belajar for the next Ielts. 

Akhirnya dibulan April 2014 saya memutuskan untuk Les lagi, namun kali ini Les Study Preparation (SP) untuk menjaga kemampuan bahasa inggris saya biar nggak ilang. Les SP hanya 3 bulan, dengan jadwal masuk seminggu tiga kali. Yang dibahas juga bukan materi Ilets, namun lebih global seperti vocabulary atau grammar. Pokoknya english for fun lah. Dikelas SP peserta les malah lebih beragam, mulai dari anak SMP hingga bapak-bapak. Disitu kadang ada perasaan menyesal kenapa tidak sejak dini saya belajar bahasa inggris. Tapi semangat bapak-bapak saat belajar juga membuat saya terus bersemangat untuk tidak menyerah. Man Jadda Wa Jadda. Saat bulan Juni 2014, les berakhir. Saya belum berani ambil Ielts lagi, karena masih menabung.

Jadiii, saya tes Toelf ITP sebagai persyaratan mendaftar beasiswa LPDP karena memang jauh lebih murah. Saya harus mengambil tes ITP sebanyak 3 kali hingga akhirnya bisa mencapai angka yang dibutuhkan. Benar-benar sebuah perjuangan hebat. Pernah dalam satu bulan saya ikut tes selama dua kali berturut-turut. Alhamdulilah dipercobaan ketiga nilai saya keluar dan bisa melaju untuk mendaftar di LPDP program LN. Tapi lagi-lagi Allah berkehendak lain. LPDP saya belum lolos :) But I do not give up yet. Saya mulai bersemangat mengejar Ielts lagi, jadi saya daftar lagi jadi member SC untuk tiga bulan kedepan. Sejak pukul 8 pagi saya sudah duduk manis di SC dan pulang saat sore (macam anak sekolah). Pun saat dirumah, saya print semua soal dan materi Ielts untuk latihan rutin. 

Saya bikin habit baru yaitu satu hari min membaca satu halaman buku bahasa inggris (latihan reading) dan menulis satu halaman (latihan writing). Saya percaya bahwa belajar bahasa adalah soal pembiasaan saja, gak bisa ujug-ujug dapat Toefl 600 dalam semalam semua ada step nya. Setelah merasa cukup amunisi saya memutuskan untuk tes Ielts lagi di bulan April 2015 dan hasilnya masih belum menggembirakan juga. Padahal disemua section sudah bagus, tapi merasa dapat soal yang zonk banget di Listening. Oh Life ! Di bulan ini pula saya kembali mendaftar LPDP untuk kali kedua sekaligus kesempatan terakhir dalam hidup saya. Berbeda dengan pendaftaran sebelumnya, saya sekarang lebih prepare. Saya bawa LoA dari dua universitas di Inggris (Conditional Letter) dan bukti komunikasi dengan supervisor tesis saya nanti saat disana. Saat itu wawancara LPDP saya full in english dan saya adalah peserta yang paling akhir dipanggil saat wawancara. I have done my best eventhough the result was unexpected :)


Allah has another plan. Percayalah, kerja keras tidak pernah mengkhianati kesuksesan !
Mulai sekarang jangan ragu belajar bahasa. Kuasai minimal 3 bahasa karena itu bisa membuka banyak kesempatan yang lebar diluar sana. Temukan teman-teman yang punya passion sama untuk saling belajar dan memberi semangat satu sama lain. Surround your self with the people who can lift you higher. Good Night Folks 

4 comments :

lukmanul hakim mengatakan...

wiiiih ngeriiii udah diterima 2 univ di inggris, dimana aja mbak?
for the next ielts test, ganbatte kudasai senpai.. zettai ni goukaku shinakerebanaranai!!!(harus lulus!!!)
shinjitteru yo, senpai wa dekiru (saya yakin anda bisa)
hihihihi ^_^

Eka Arief Setyawan mengatakan...

Halo mbaaakkk... Wah kereennn... Baru kemarin pula postingnya hehehe. Btw ternyata sama-sama UK-Addict ya, ntar kalo sudah disana saya bawain oleh-oleh fotonya ya mbak hahaha... Sekali lagi, selamat! :) (y)

avezahra mengatakan...

Mbak dino semoga dapat kabar gembira di bulan oktober! semangat! kapan2 mau berguru ke mbak dino soalnya aku newbie schoolarship hunter nih hehe

Paramadina mengatakan...

@Lukman : Good luck for you too !
@Eka : Siap eka, see you there. Very very Soon :D
@Avezahra : I am always available for you mut

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas