Challenge Yourself Every Single Day

Kamis, 05 Februari 2015

Welcome to Brunei Darussalam

Cerita sebelumnya here

Setelah menyelesaikan ibadah umroh pada tanggal 30 Desember 2014 - 7 Januari 2015, beberapa jam sebelum pulang kami berkesempatan untuk singgah ke Brunei Darrusalam. Sebuah negara kecil yang berada diatas Pulau Borneo. It is simply karena kami memakai maskapai Royal Brunei, jadi sebelum sampai ke Indonesia kami transit dulu ke Brunei. Saat itu pukul 08.00 pagi, kami di jadwalkan untuk melakukan city tour hingga pukul 18.00 karena pesawat kembali ke Indo sekitar pukul 20.00

Their slogan attraction for tourism in the Airport
Ketibaan, let's speak Melayu. Hihihi
Bus kami tiba sekitar pukul 11.00, lalu kami diantar menuju Hotel untuk istirahat. Sedikit kecewa sih, busnya telat banget. Alhasil kami cuman bisa istirahat 2 jam aja di hotel 11.00-14.00. Padahal harusnya dari jam 8 sudah bisa ke hotel. Ah ya sudahlah, tapi alhamdulilah bisa tidur sejenak melepas lelah setelah 10 jam duduk dipesawat tadi.

Welcome to our neighbourhood
Hotel saya bernama Orchid Garden Hotel. Oiya, FYI Brunei adalah sebuah negera yang sangat kecil namun makmur karena memiliki kekayaan alam yang melimpah. Jumlah orangnya tidak sampai 1 juta (katanya) sehingga dijalan pun tidak begitu banyak orang yang bisa kita temui. Bahkan orang menyebrang jalanpun tidak ada sama sekali. Hahaha. Rata-rata semua orang menggunakan mobil untuk berpergian, karena katanya tour guide saya di Brunei ini panas dan sering hujan. Harga bahan bakar juga murah dan pajak mobil tidaklah mahal. Jadi transportasi umum pun juga sepi. Namun, walaupun semua naik mobil, hampir jarang sekali macet kecuali di rush hour. Itupun macet nya tidak smapai 500 meter. Bisa saya bayangkan, bahwa penduduk Brunei memang sangatlah makmur hidupnya.

Sayangnya disini tidak tersedia wifi gratis ditempat2 umum layaknya di Indonesia. Di Bandara saja tidak ada kecuali di outlet junkfood. Alhamdulilah di hotel ternyata ada wifi gratiss, jadi bisa update lagi setelah 3 hari offline. Disini saya wasap teman saya bernama Ida. Dia adalah teman saya ISWI Jerman tahun 2013 yang lalu. Ida adalah orang Brunei aseli, jadi saya harap bisa bertemu dengan dia mumpung lagi disini. Setelah saya hubungi via wasap ternyata dia bisaaa. Wahhhh senangnyaaa. Diapun menemui saya dihotel bersama dengan boyfriend nyaa. Di traktir minum pula, hehehe, alasannya karena saya belum tukar dolar brunei.

Setelah bertemu di Jerman, sekarang ketemu di Brunei
We are so excited 
Di Jerman, saya sangat dekat dengan Ida. Dia adalah roomate saya bersama dengan Tjang dari vietnam. Rupa rupanya Ida juga habis magang dari Vietnam dan juga bertemu Tjang. Waw, kebetulan sekali bukan. I am beyond excited, we talk about our experience in ISWI and laughing each other. Sayangnya jam sudah menunjukkan pukul 14.00 dan bus saya sudah datang untuk city tour. Saya  pun ucapkan terima kasih Ida sudah mau datang, "I'll wait you to come to Indonesia," I said.

Tujuan pertama yang kami datangi adalah sebuah museum perpustakaan yang menyimpan kitab-kitab bersejarah kerajaan Brunei. Museum nya sepi sekali, bahkan cuman kami saja tamu yang datang.

Ini dia museum nya
Selanjutnya kami ke masjid terapung yang berada dipinggir jalan. Kami tidak mampir karena diburu waktu, jadi cuman foto-foto aja. Lagi-lagi sepi

Bagus ya :)
Terus ke museum lagi. Kali ini museum yang berisi benda benda kerjaan Brunei. Seperti kereta kencana, hadian-hadian dari negara lain dll.
Museum berada di Jalan Bendahara
Sayangnya tidak boleh foto2 didalam, jadi cuman dapat ini. Ini adalah kereta kencana Sultan, macam di Jogja gitu deh 
Hari sudah sore, waktunya makan dulu sebelum balik ke Bandara. Sebelumnya kami mampir ke Masjid Kubah Emas dulu untuk sholat. Konon ini masjid terbesar di Brunei

Sepi sekali, jarang ada orang di negeri ini :|
Setelah sholat kami makan di salah satu resto. Perut ini hampir tidak pernah lapar karena makanan sangat terjamin sekali, alhamdulilah.

Mari kita pulang teman-teman :)
Setibanya kami di bandara, kami langsung check in. Tak tahunya saya kembali ketemu dengan Ida. Rupanya dia menunggu saya di bandara untuk memberikan oleh-oleh buat saya. Wah senang sekali. Kami pun berfoto sekali lagi dan say 'see you again'.



Terima kasih ya Allah atas kesempatan yang diberikan pada kami semua. Pukul sepuluh malam kami tiba di Bandara Juanda dengan selamat dan bertemu sanak keluarga kembali. Alhamdulilah. Sebuah pengalaman spiritual yang sangat mengesankan and life changing. Call me back Ya Allah, to your Baity. Amin ya Robbalamin :)


Penampakan oleh-oleh dari Ida. Rupanya ini makanan khas dari Brunei. Terima kasih, definetely yummy :)



** Follow my story during Umra: Part 1 Mecca ; Part 2 Madinah

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas