Challenge Yourself Every Single Day

Kamis, 08 Januari 2015

Berkunjung ke Baitullah 2 (Mekkah)

Cerita sebelumnya di Kota Madinah

Setelah menghabiskan waktu selama 4 hari di Kota Madinah Al- Munawaroh, saatnya bertolak ke Mekkah. Perjalanan dari Madinah ke Mekkah kurang lebih 2 jam dengan bus. Sebelum berangkat kami sudah mandi Ihrom karena akan mengambil miqot untuk berumroh malam nanti. Kami mengambil miqot di Masjid Bir Ali. Miqot adalah berniat, dalam menjalankan ibadah umroh kita harus berniat di tempat-tempat tertentu yang sudah ditentukan, selain itu tidak akan sah umrohnya.

Masjid Bir Ali
Arsitekturnya ciamik
Di masjid inilah kami yang mau berumroh berniat dan menjalankan sholat sunah ihram 2 rakaat. Saat sudah berniat maka berlakulah larangan-larangan umroh seperti memakai wangi-wangian, berkata kotor, memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki) dst. Sekitar pukul 12 malam kami sampai di kota Makkah dan menuju ke Hotel Royal Dar Eiman yang berada dekat sekali dengan Masjidil Haram dan Jam Gadang

Masjidil Haram dan Jam Gadang, Hotel saya ada ditengah-tengahnya. Alhamdulilah dekat :)
Setelah beristirahat sebentar dan menaruh koper di kamar kami berombongan langsung menuju ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Umroh. Untuk pertama kalinya saya melihat Kab'ah secara langsung, dan subhanllah sungguh saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan Allah pada saya saat itu. Ritual pertama yang saya lakukan adalah melaksanakan Tawaf mengelilingi Kabah. Karena saat ini Masjidil Haram sedang dalam tahap renovasi sehingga dibangun tempat tawaf sementara tingkat 2. Sehingga tidak berjubel dilantai bawah. Melaksanakan tawaf pada pukul 2 pagi ternyata tidaklah sepi, selalu ramai. Oleh sebab itu kami berombongan berbaris dengan membentuk formasi agar tidak terpisah satu sama lain. Setiap putaran tawaf ada doa nya tersendiri, namun boleh juga dengan bertasbih saja pada Allah.

Saya datang memenuhi panggilanmu ya ALLAH
Kondisi dalam Masjidil Haram yang sedang renovasi besar-besaran
Para petugas penyedia jasa Tawaf dan Sa'i menggunakan kursi roda
To Mataf Piazza: Petunjuk jalan menunju Ka'bah (karena Masjidil Haram sangat luas, maka papan petunjuk seperti ini sangatlah membantu para jamaah)
Usai tawaf kami melakukan Sa'i yaitu lari-lari kecil antara bukit Sofa dan Marwah selama tujuh kali. Ini untuk mengenang perjuangan Siti Hajar saat berusaha memperoleh minum untuk sang Anak. Saat saya melakukan Sa'i ternyata lumayan jauh, sehingga dibutuhkan stamina yang kuat karena harus dilakukan 7 kali balikan. Walaupun sudah di tegel dengan baik, namun masih ada bukit Sofa dan Marwah yang masih bisa dilihat hingga sekarang.

Bukit Sofa
Saat saya hitung untuk menyelesaikan Tawaf dan Sa'i sekitar 2 jam. Keseluruhannya diperlukan fisik yang kuat karena kaki kita dituntut untuk terus berjalan. Sehingga saya cukup kasihan pada ibu dan bapak yang sudah tua. Namun ada juga jasa menggunakan kursi roda yang membayar kurang lebih 600-700 Real. Setelah selesai Sa'i kemudian tahalul, yaitu memotong rambut yang setiap helainya akan diampuni oleh Allah. Besoknya kami melakukan umroh ke2 dengan miqot di Masjid Hudaibiyah.

Besoknya lagi kami city tour keliling kota Mekkah. Dibandingkan Madinah, Mekkah memang jauh lebih modern seperti Jakarta. Bangunan-bangunan sudah berarsitektur modern dan didominasi dengan hotel-hotel. Banyak batu-batu besar yang dilubangi untuk dijadikan terowongan yang menghubungkan satu kota ke yang lain. Tempat pertama yang saya datangi adalah Gua Tsur, lalu Jabal Rahmah,
Jabal Rahmah: Tempat bertemunya Adam dan Hawa
Suasana Kota Mekkah
Penuh Bus-Bus pembawa rombongan umroh dari seluruh dunia
Melewati tempat lempar jumroh saat haji yang kini sudah tingkat 3, Subhanallah segera ingin Berhaji di usia muda.  Haji memerlukan fisik dan stamina yang juga oke selama 40 hari disini. Bisa dibayangkan tenda jamaah Indonesia berada 6km jauhnya dari lokasi lempar jumroh, dan ini harus balik 3kali. Ayo yang masih muda segera buka rekening haji, hehe
Usai city tour kami mengambil Miqot ke 3 untuk umroh ke tiga. Untuk umroh pertama hanya boleh diniatkan untuk diri sendiri, sedangkan umroh kedua dan ketiga boleh niat mengumrohkan orang lain. Alhamdulilah saya bisa niat mengumrohkan kakek dan nenek saya yang sudah meninggal. Hari terakhir di Mekka kami melakukan Tawaf Wada' atau tawaf perpisahan. Kami berkumpul di Masjidil Haram pukul 3 pagi untuk berkesempatan ke tempat-tempat mustajab di Kabah. Syukur alhamdulilah dengan bantuan Bu Nyai yang membimbing kami, akhirnya saya bisa memegang Kabah dan Sholat di Hijr Ismail. Sungguh saat itu saya merasa sangat dekat dengan Allah dan tak terasa meneteskan air mata. Walaupun berdesa-desakan dengan orang yang lain, namun saat Sholat 2 rakaat di Hijr Ismail diberi kelancaran.
Ka'bah dan Jam Gadang
Sholat menghadap langsung ke Kabbah dari lantai 2 semi permanen krn tahap renovasi
Panduan saat minum air Zam-Zam di Masjidil Haram
Sedih sekali rasa nya setelah melaksanakan tawaf wada, karena kami harus pulang meninggalkan kota Mekkah. Untuk semua nya yang titip doa pada saya kemarin bismillah insya Allah, Allah selalu mendengar doa hamba-hamba yang meminta padanya. Semoga kelak saya bisa kembali kesini lagi ya Allah, panggil saya kembali. Amin

Sebelum pulang ke tanah air kami mampir beli oleh-oleh di Jeddah. Yang terkenal yaitu toko Ali Murah. Semua pedagang di Arab sini bisa berbahasa Indonesia, bahkan kita juga bisa bayar menggunakan Rupiah lho. Jadi tidak usah kuatir
Semua lengkap disini dan murah-murah
Mampir juga ke Masjid Terapung untuk sholat Dhuhur dan Asar
McD di Kota Jeddah
Oke, it is time to go back to Indonesia. Semua koper sudah beranak pinak dengan oleh-oleh untuk sanak famili di Indonesia. Hahaha

Tidak sabar untuk kembali kesini. Amin


**Ikuti kisah selanjutnya saat transit di Brunai :)

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas