Challenge Yourself Every Single Day

Kamis, 08 Januari 2015

Berkunjung ke Baitullah 1 (Madinah)

Alhamdulilah dipergantian tahun 2014 ke 2015, saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke rumah Allah. Dipanggil Allah ke Baitullah diumur saya yang sekarang ini adalah pengalaman luar biasa karena bisa menapak tilas berkembangnya agama Islam pertama kali secara langsung. Khususnya merasakan kerasnya kehidupan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam dan memperbaiki akhlak manusia 14 abad yang lalu. Saya mendaftar di salah satu travel di Surabaya dan bergabung dalam KBIH/Bimbingan Umroh bernama Nurul Faizah. Nantinya KBIH inilah yang membimbing rombongan saya saat beribadah di Baitullah. Saya menggunakan maskapai Royal Brunei dan transit sebentar ke Brunai. Total perjalanan adalah kurang lebih 12 jam. Surabaya - Brunai ; Brunai - Jeddah

First fly with Royal Brunei
our breakfast
Bandar Seri Bengawan - Jeddah
Tempat pertama yang kami datangi adalah Jeddah. Jeddah berjarak 6 jam dari Madinah. Sekitar pukul 6 sore kami datang ke Jeddah dan melanjutkan perjalanan ke Madinah menggunakan bus. Sampai di Madinah sekitar pukul 12 malam, dan pukul 1 malam sudah bisa masuk hotel. Hotel saya di Madinah bernama Harmony, berjarak 500 meter dari masjid Nabawi. Kota Madinah merupakan kota yang banyak dikelilingi oleh bukit bukit berbatu. Tata kota nya tidak begitu teratur karena sudah banyak hotel yang dibangun disana-sini. Yang menjadi magnet tentu saja Masjid Nabawi, maka tak heran disekitar situ ramai oleh toko-toko serta pedagang kaki lima.

Berfoto di halaman masjid Nabawi
Suasana kota Madinah, dipenuhi bangunan tinggi: Hotel dan Apartment

Pasar Grosir di Madinah
Beribadah di Masjid Nabawi maka akan dilipat gandakan pahalanya 100 kali. Oleh sebab itu disini tidak pernah sepi oleh para jamaah dari seluruh dunia. Sejauh mata memandang bisa dibagi menjadi orang Arab, India dan Melayu. Bila dibandingkan dengan negara lain, memang orang melayu memiliki postur tubuh yang kecil, sehingga rawan 'terdesak' oleh badan-badan orang lain. Karena disini mendapatkan tempat sholat didalam masjid sangatlah susah menjelang sholat dimulai. Oleh sebab itu menurut pengalaman saya, ada saya yang tiba-tiba 'ndusel' minta duduk disamping saya., padahal jelas-jelas tidak cukup sebenernya.
Air Zam-Zam selalu tersedia didalam masjid, bentuknya seperti galon-galon. For FREE
Bersama Ibu-Ibu rombongan, tua - muda
Selama 4 hari di Kota Madinah, kami habiskan untuk beribadah disini. Usahakan pergi ke masjid 2 jam sebelumnya agar bisa dapat tempat didalam masjid. Jika telat maka cuman bisa sholat dipelataran masjid saja, yang walaupun cukup tapi cukup dingin hawanya. Oiya, disini ada banyak tempat wudhu, namun letaknya cukup jauh dari tempat sholat, sehingga ada baiknya menjaga wudhu selama di masjid. Pada hari ke 3 saya berkesempatan city tour di kota Madinah. Yaitu mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Madinah ini.

Masjid Quba

Kebun Kurma
Tempat pertama yang dikunjungi adalah Masjid Quba, disana kami melakukan sholat tahiyatul Masjid dan Dhuha. Semua tempat selalu ramai oleh orang, sehingga ada baiknya selalu bersama dengan rombongan agar tidak tertinggal. Kami memakai sleyer warna kuning hijau yang sangat terang sehingga mudah dicari. Saya juga diajak mampir ke Kebun kurma untuk berbelanja kurma. Disini adalah toko kurma dan oleh-oleh khas seperti coklat dan kacang. Dibagian belakangnya terdapat kebun kurma, namun sayang tidak musim berbuah.

Oiya Makam Rasulullah dan Raudah juga berada di dalam masjid nabawi. Untuk wanita hanya dibuka pada jam 9 pagi hingga jelang dhuhur. Disini merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Alhamdulilah saya bisa ke Raudhah 2 kali dan sholat 2 rakaat disana. Ciri-ciri Raudhah adalah karpetnya yang berwarna hijau, berbeda dengan seiisi masjid nabawi yang karpetnya berwarna merah. Raudha sendiri tidak besar, mungkin hanya sekitar 5x5 meter didepan makam rasulullah. Namun kita (wanita) hampir tidak bisa melihat seberapa besarnya karena saking ramai dan semua orang berebut untuk sampai kesini. Biasanya dibagi jadi 3 kloter yaitu India, Turki dan Melayu. Sehingga untuk masuk ke Raudhah harus bergiliran dan penuh perjuangan. Kalau saya sih lihat ke bawah terus, apakah karpetnya sudah hijau, jika sudah maka langsung berdoa dan sholat. Bismillah :)

Salah satu sudut kota menuju Masjid Nabawi, can you spot dove?

Ikuti cerita selanjutnya di Kota Mekka

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas