Challenge Yourself Every Single Day

Minggu, 21 Desember 2014

Sudah Punya Tabungan Energi?

Kajian Al-Kahfi
7 November 2014

Kali ini mas Adri mau membahas tentang hukum kekekalan energi dalam perspektif islam. Kita sebagai umat islam harus bisa menebarkan energi positif kepada manusia yang lain. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah mengajak orang lain dalam kebaikan. Nantinya jika kebaikan yang kita tularkan diikuti oleh orang lain maka pahala dari mereka juga akan mengalir kepada kita. Misalnya saja saya punya ilmu A, lalu ilmu tersebut saya tularkan kepada teman saya, dari teman saya lalu ia tularkan kepada saudaranya dan begitu pula seterusnya. Maka ketika ilmu A digunakan oleh semua orang tersebut, saya juga akan mendapatkan pahala dari semua orang itu.

Oleh karena itu, ketika kita punya anak kelak usahakan kita sebagai orang tua yang mengajarkan pertama kali Huruf atau Abjad, karena ilmu tersebut yang akan digunakan oleh sang anak seumur hidup. Dan pahala juga akan terus  mengalir kepada kita sepanjang ilmu itu digunakan. Inilah yang disebut amal jariyah, yaitu amal yang walaupun kita sudah mati maka akan terus mengalir. Amal jariyah tersebut nantinya akan berubah menjadi energi positif bagi kita untuk terus menebarkan ilmu kepada yang lainnya.

Lalu sejauh mana energi positif tersebut mampu berpengaruh pada hidup kita?

Mungkin selama ini kita pernah mengalami berbagai kegagalan, padahal kita sudah lakukan usaha yang maksimal. Disinilah hukum kekekalan energi berperan.



Harusnya HASIL = USAHA, namun bagaimana jika sebaliknya?

Menurut mas Adri, Hasil Usaha bisa berwujud dua hal
1. Hasil yang dirasakan langsung (HU /Hasil Usaha)
2. Hasil yang tidak dirasakan langsung (TE / Tabungan Energi)

Aplikasinya seperti ini, katakanlah kita sedang dalam tahap mencari kerja. Saat kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk diterima diperusahaan A ternyata kita gagal. Maka kita mendapatkan HU = 10 dan TE = 90. Kenapa demikian? karena usaha kita selama ini (energi) tidak serta merta terbuang hanya karena kita gagal diperusahaan A, namun kita masih punya 90 Tabungan Energi (TE) yang nantinya bisa kita cairkan disituasi-situasi tertentu.

Mintalah pada Allah untuk mencairkan Tabungan Energi (TE) kita dalam bentuk Harta, Tahta, Cinta atau Kata. 

Katakanlah kita mulai mendaftar diperusahaan kedua, maka karena sebelumnya kita sudah pernah gagal lalu berdoalah kepada Allah. Misalnya seperti ini,  "Ya Allah, jika saya punya tabungan energi maka hamba mohon cairkan dalam bentuk kata, mudahkanlah proses interview hamba,"

Doa tersebut hanya ilustrasi saja sih, hehe. Bisa juga kita minta pada Allah untuk dicairkan disituasi-situasi yang lain sesuai dengan kebutuhan kita. Dari sini kita bisa belajar bahwa semakin banyak kita menebar kebaikan pada orang lain, maka akan semakin banyak energi yang kembali kepada kita. Percayalah bahwa energi yang kita keluarkan akan kembali pada diri kita sendiri. :)

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas