Challenge Yourself Every Single Day

Sabtu, 27 Desember 2014

Pengalaman 2x Gagal di Beasiswa LPDP

Setelah berjuang mendapatkan nilai Toefl sesuai yang dipersyaratkan, sayapun akhirnya bisa melaju untuk mendaftar beasiswa LPDP. Saya sudah mempersiapkan semua dokumen yaitu tiga buah essay dan dua surat rekomendasi. Saya mendaftar beasiswa LPDP diperiode keempat tahun ini yaitu deadline tanggal 19 November 2014. Setelah semua berkas terkirim saya mendapatkan email peserta yang lolos seleksi administrasi dan berhak maju ke seleksi berikutnya.  Ada jeda waktu dua minggu untuk mempersiapkan diri sebelum wawancara berlangsung. Saya bersama kelima teman saya sepakat untuk berlatih bersama-sama dengan saling share pertanyaan yang kira-kira diajukan saat interview nantinya.

Kami yang sama-sama daftar beasiswa LN sudah mempersiapkan untuk menjawab pertanyaan dengan bahasa inggris dan bahasa indonesia, in case. Untuk LGD sendiri kami mendapatkan beberapa tips dari grantee LPDP sebelumnya tentang apa saja yang sebaiknya dilakukan dan apa yang tidak dilakukan. Untuk memperkaya wawasan topik LGD maka banyak-banyaklah membaca koran dan mengikuti isu terkini. Seminggu jelang wawancara saya berlatih tanya jawab dengan teman saya, sejujurnya ini sangat membantu mengurangi gugup. Saya set waktu 35 menit untuk teman saya mewawancarai saya dan bertanya sesuka hatinya. Setelah selesai kami saling beri masukan satu sama lain, sehingga masing masing bisa dapat perspektif yang berbeda.
Kelompok LGD 6B: Selamat mbak Retno, you did it !!  (orange)
Hari H pun datang, saya mendapatkan jadwal LGD tanggal 9 Desember dan wawancara tanggal 10 Desember. Dengan mental dan keyakinan kuat saya minta doa restu orang tua sebelum berangkat, mohon doa agar diberi kemudahan. Sebelum acara LGD berlangsung, semua peserta berkumpul di aula untuk mendapatkan penjelasan teknis pelaksanaan tes. Lalu dilanjutkan dengan verifikasi data. Karena saya mendapat giliran jam 13, maka saya banyak berkenalan dengan teman-teman yang lain. Ya sedikit menghilangkan rasa stress dan tegang lah. Menjelang jam 13, saya sudah berkumpul di ruang LGD dan ternyata kelompok saya juga sudah ada disana. Satu kelompok LGD terdiri dari 8 orang, usahakan kenal nama mereka satu persatu. Kami bahkan bikin grup whatsapp lho :)

Topik LGD yang saya dapatkan adalah masalah ketahanan pangan, khususnya masalah umbi-umbian di Indonesia. Kesepakatan kami sebelumnya bahwa tidak ada moderator ataupun notulen, jadi diskusi mengalir begitu saja ditutup dengan kesimpulan dari masing-masing peserta. (Dari kedelapan orang kelompok LGD saya ternyata cuman 1 yang lolos yaitu mbak Retno yang mengambil S3 di Osaka University. Congratsss (: ). Keesokan harinya saya mempersiapkan diri untuk tes wawancara. Saya berangkat pagi sekali karena saya dapat jadwal nomor 2, yaitu jam 08.30. Saya sudah dilokasi jam 07.30 dan ternyata langsung dipanggil lebih cepat daripada jadwal.

Selama proses wawancara saya merasa lancar. Semua pertanyaan yang diajukan bisa saya jawab, walaupun ada beberapa cukup triky. Tipe pewawancara saya seloww banget, tidak ada serangan sama sekali yang ditujukan untuk saya. Semua jawaban diterima dengan baik oleh sang bapak. Sang psikolog juga tidak tanya yang aneh-aneh, kami malah bercanda-canda. Pun demikian dengan teman saya yang lain yang kedapatan Bapak ini. Saat wawancara saya 90 persen Bhs. Indo dan hanya closing nya saja yang berbahasa inggris. Alhamdulilah. Tanggal 24 Desember saat pengumuman final ternyata nama saya tidak tercantum di pengumuman. Mungkin belum rejeki ya. Mari kita coba lagi tahun 2015 besok ! Let see where I end up then :)

*************************************
12 July 2016,

Hello Again,
Baru sempat nulis lagi hari ini. Mau sekedar Update kalau saya kembali gagal untuk yang kedua kalinya di beasiswa LPDP ini. Setelah gagal di Tahun 2014, saya mencoba apply lagi LPDP di tahun 2015. Itu merupakan kesempatan terakhir untuk saya, pasalnya LPDP hanya bisa diapply 2x seumur hidup. Jika gagal 2x di wawancara maka hanguslah kesempatan emas ini. Dan Allah berkehendak lain, akhirnya saya gagal lagi :')

Ayo tetap semangat untuk kalian semua Scholarship Hunter. Mari kembali berjuang !

*************************************
Melihat statistik tulisan ini ternyata cukup banyak dibaca orang, maka kali ini saya lengkapi dengan tips-tips saat proses LGD dan wawancara. Ini juga sebagai evaluasi bagi saya yang sudah pernah gagal di beasiswa LPDP. Semoga bisa jadi pelajaran bagi pemburu beasiswa lainnya

1. Sebelum LGD, usahakan bertemu dengan kelompok anda, kenali mereka. Buat kesepakatan mengenai berjalannya diskusi nantinya, siapa moderator dan notulen. Sehingga diskusi berjalan dengan tertib. Pastikan semua anggota faham bahwa semua harus punya kesempatan untuk bicara.

2. Saat LGD jangan 'mencela' pemerintah secara serta merta, berikan solusi dan saran atau bahkan memuji. Ingat LPDP adalah beasiswa dari pemerintah

3. Saat LGD jika ada teman kalian yang berbicara perhatikan dengan baik, jangan sibuk memikirkan ide anda sendiri (kadang kita  tidak sadar sedang sibuk mencatat). Ingat yang dinilai adalah manner kalian.

4. Sesi wawancara memang 100% tergantung si pewawancara. Awalnya saya kuatir jika 100% in english, namun kenyatannya tidak. Tapi sebaliknya untuk teman saya di ruangan lain, pewawancara ingin overall english conversation. Jadi banyak berdoa saja.

5. Pastikan kamu punya kegiatan sosial selepas kuliah, jgn hanya mengunggulkan aktivitas saat kuliah saja. Apa yang sudah kamu berikan pada masyarakat hingga saat ini?

6. Show your unique point and your selling point. Saya mempersiapkan semua jawaban dengan jawaban formatif yang mungkin semua orang akan menjawab hal yang sama sehingga terdengar tidak menarik. E.g:  Kenapa ingin S2? karena mau belajar lebih dalam (Hello, semuaaa juga tahuu)

7. Ketika sudah berani dftr LPDP, make sure that you 100% well prepared. INGATT !!! Mulai tahun ini kesempatan kamu dftr LPDP cuman 2x saja seumur hidup. Well prepared disini adalah kamu sudah proses menghub prof (print semua bukti), sudah proses apply ke univ or even get the LoA dll. Remember, they only choose the one who is deserve and ready !

8. Terakhir, jika kamu merasa lancar dalam proses wawancara (no offence, no cry or no drama) jangan terlalu pede bahwa kamu berhasil melewati fase ini dengan sukses. Bisa jadi pewawancara memang tidak menemukan sisi menarik dalam dirimu sehingga wawancara berlangsung biasa-biasa saja. Sebaliknya saya juga tdk bisa menjamin yang diwawancarai sampai nangis2 juga berhasil.

9. Advise: Scholarship hunting is definitely a long way process, be prepared to failed. Life is tough, we should be tougher !!


Boleh-boleh saja bermimpi besar, namun hati tetap ridha apapun hasilnya. Kalau hati ridha, itu menentramkan & pd akhirnya memudahkan impian- Ippho Santosa

19 comments :

lukmanul hakim mengatakan...

tabungan energinya masih banyak kan :)
semoga yang berikutnya mbak hihihi

Hidayah Anisa mengatakan...

hmm.. ternyata ada juga yang share mengenai "kegagalan" untuk mendapatkan LPDP. bagaimanapun kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. dan quote pak Ippo yang kakak cantumkan memang benar adanya. Apapun hasilnya, setelah segala ikhtiar yang kita lakukan adalah yang terbaik.

saya juga baru berencana akan mendaftar beasiswa LPDP tahun ini juga ka (2015). agak deg degan juga sebenarnya karena baru pertama kalinya ini saya 'mengadu nasib'.
semoga kita selalu dimudahkan dalam mencapai impian kita.

terimakasih atas tulisannya, dari share kakak saya belajar banyak agar memperisapkan diri lebih baik. :)

Rangga Kresna mengatakan...

Halo mbak, tulisannya bagus dan informatif.
Saat mendaftar beasiswa LPDP, dari semua anggota LGD nya apakah hanya mbak retno saja yang memiliki LOA?
Mbak saat mendaftar apakah telah menyertakan LOA juga?
Kapan ingin mencoba kembali LPDP nya mbak?
terima kasih yah infonya

Bayu Hernawan mengatakan...

Nemu tulisan ini di google. Melihat semangatnya jadi pengen daftar LPDP. Tulisannya menarik, dimana orang menulis keberhasilan ini menulis kegagalan, menjadi pembalajaran untuk orang lain. Semangat mbak!

Paramadina mengatakan...

@Rangga:
Emm setahu saya memang mbak retno saja yg sudah pegang LoA, plus komunikasi yg intens dengan profesornya (PhD), tapi beberapa teman saya yg pegang LoA and even Outstanding student ada jg yg tdk lolos. Kalau saya belum pegang Loa saat itu. Insya allah coba besok April 2015 ini. Sukses ya

Paramadina mengatakan...

@Bayu:
Insya allah selanjutnya muncul judul 'Pengalaman Lolos Beasiswa LPDP'. Keep Fighting !

monique mengatakan...

Kadang mereka juga melihat bidang studi yg di prioritaskan,, kalau boleh tau, mba dina kmrn apply utk jurusan apa ya?? Dan mba retno yg lolos itu apply utk apa??

Paramadina mengatakan...

@Monique
Saya studi media, kalo mbak retno apa ya, lupa. Kalo g salah science

Regina Siena mengatakan...

halo kak ^^ wah jadi makin semangat aku pengen ngejar LPDP lagi

btw kak mau nanya, apa LPDP ini emang diprioritaskan di kategori atas-atas?
saya jurusan desain masuk paling ga diprioritaskan nih :( jadi takut

paisal hmi mengatakan...

aslm wr. wb

ada gak yang punya contoh rencana study pendidikan olahraga UNJ. mohon bantuannya. paisalhmi@gmail.com

gemparlalala mengatakan...

Assalamualaikum mba Paramadina, apa mbak masih punya alamat email mba Retno?. Kalau boleh saya minta karena saya ingin tanya2 kepada beliau ttg interview utk s3. Kalau boleh tolong diemail ke gpsari1990@gmail.com.
Terima kasih

gemparlalala mengatakan...

Assalamualaikum mba Paramadina, apa mbak masih punya alamat email mba Retno?. Kalau boleh saya minta karena saya ingin tanya2 kepada beliau ttg interview utk s3. Kalau boleh tolong diemail ke gpsari1990@gmail.com.
Terima kasih

Rina Tri Handayani mengatakan...

Salut...berani mengakui kegagalan justru tulisan ini banyak memberi pelajaran buat pembacanya. Sukses trus Kak :)

Paramadina mengatakan...

@Regina : memang ada priority area sih, coba dibaca lebih lanjut di web resmi nya
@Paisal : Mohon maaf belum ada
@Gemparlalala : Mohon maaf sepertinya sudah ke-delete. Coba googling saja untuk Lpdp S3, insya allah banyak review nya
@Rina : Habiskan jatah gagal :)

Bella Manullang mengatakan...

salut sama Mbak Dina yang mau share "kegagalan"nya di beasiswa LPDP ini, terima kasih sudah berbesar hati untuk share ya mbak. aaaaaaaand i really love the quote tho, "life is tough, we should be tougher!" thank you Mbak Dina <3

Paramadina mengatakan...

@Bella : Terima kasih Bella sudah mau mampir baca tulisanku. Sukses terus :)

hai ranie mengatakan...

Mbak paradina,saya juga merasakan hal yg sama,setelah 2x mecboba beasiswa ini,tetap saja gagal,dan sudah tidak ada kesempatan ikut lagi :( saya mau tanya,setelah gagal apa yg mbak dina lakukan?apakah mencoba beasiswa lain?dan apa mbak dina udah kuliah lagi sekarang?

Paramadina mengatakan...

@Ranie : Setelah gagal saya tetap apply ke beasiswa yang lainnya, insya allah sudah disediakan yang terbaik sama Allah. Aku jg blm kuliah skrng, msh nambah pengalaman juga memperbaiki diri. Semangat yaa

Novie Gunadi mengatakan...

Butuh IELTS tinggi untuk keperluan akademik, professional & imigrasi?
Kami menyediakan program kilat, yaitu GARANSI IELTS 7.5 dalam 4 bulan. Berpengalaman lebih dari 14 tahun, satusatunya di Indonesia yang memiliki program GARANSI IELTS 8.0 & score internasional dari 4000 alumni kami merupakan yang paling spektakuler di Indonesia. 08787 8787 190

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas