Challenge Yourself Every Single Day

Selasa, 08 Juli 2014

The Power of Now

Hello Fellas...
Last month I have just celebrated my birthday.
Alhamdulilah masih diberi umur panjang sama gusti Allah. Diumur yang baru saatnya berbenah, menenggok kembali berapa banyak resolusi yang terlaksana dan menyusun rencana-rencana yang baru. Tahun ini banyak sekali keputusan keputusan yang aku buat yang memberikan dampak besar untuk hidupku. Meninggalkan zona nyaman dan menerima segala konsekuensi yang tidak pernah aku ekspektasikan. But anyway, Life will always full of surprise.
You cannot always wait for the perfect time, sometimes you must dare to jump
Saya suka membaca biografi dan tulisan tulisan tokoh favorit saya untuk memberikan inspirasi dan asupan semangat misalnya Dahlan Iskan, AS Laksana, Ippho Santosa atau Billy Boen. Saya bisa mendapatkan nya dimana saja, misalnya lewat radio, koran ataupun majalah. Saya suka menjadikan mereka sebagai role model yang bisa saya tiru pengalaman hidupnya. Karena saya yakin pelaut yang tangguh tidak lahir dari air laut yang tenang. Beberapa tulisan berikut adalah favorit saya

#DAHLAN ISKAN
The Power of Now


Ada beberapa aliran mengenai hidup. Ada orang yang memikirkan hidup itu masa lalu, membanggakan kejayaan masa lalu, kejayaan naneknya, kakeknya, orang tuanya, kemudian prestasinya di masa lalu. Ada orang yang kebalikannya itu, hidup mereka lebih berarti kalau yang dipikirkan masa depan. Mereka punya prinsip lupakan masa lalu. Yang ada adalah masa depan. Barang siapa yang memikirkan masa depan, maka dia akan memperoleh kejayaan di masa yang akan datang. Orang seperti ini biasanya tidak mau mikir masa lalu, tidak mau menceritakan kebanggaan masa lalu, dan selalu berorientasi masa depan.

Tapi ada lagi aliran yang ketiga yang disebut power of now, kekuatan sekarang ini. Jadi banyak orang yang memikirkan hidup itu yang penting saat ini. Jadi jangan membanggakan masa lalu, jangan juga terlalu memikirkan masa depan, karena kalau terlalu memikirkan masa depan, maka hidupnya tidak bahagia. Bahkan Hidupnya seperti dipacu terus untuk mengejar masa depan. Padahal belum tentu masa depan itu realistis buat dirinya. Maka orang seperti ini memikirkan yang penting sekarang ini apa yang diperbuat, dengan kondisi yang ada, dengan keadaan yang ada. 


Ada orang yang berpendapat, yang penting pokoknya saya berbuat sebaik-baiknya saat ini. Soal hasilnya seperti apa, soal apakah yang akan datang itu sukses, tidak terlalu peduli. Tiga pilihan ini saya tidak ingin menyebutkan mana yang terbaik, tapi yang jelas bahwa terlalu membanggakan masa lalu sudah pasti itu membuang-buang waktu. Terlalu memikirkan masa depan juga bisa jadi tidak bahagia, dan berbuat yang terbaik saat ini menurut pendapat saya itulah yang paling realistis.

#BILLY BOEN
Nggak Bisa atau Nggak Benar-Benar Mau?

“Keep challenging yourself, Never be satisfied, and Always perform beyond expectation” - Billy Boen
Siapa yang ngga mau jadi orang yang sukses? Siapa yang ngga mau punya rumah yang nyaman, mobil yang bagus, bisa sekolahin anak ke sekolah yang baik, bisa ajak keluarga makan dan jalan-jalan?
Semua mau, tapi ngga semua bisa.
Tapi, apakah karena benar-benar ngga bisa, atau karena ngga benar-benar mau?
Pernah baca artikel saya “Sukses butuh Kemauan yang Kuat” yang saya tulis di kanal Young On Top/IYEC di www.kaskus.us? Sesuai dengan judulnya yang merangkup tulisan saya itu, memang untuk bisa sukses, pertama-tama kita harus memiliki keinginan yang sangat-sangat-sangat-sangat kuat dulu. Kita harus benar-benar mau untuk sukses.
Selain keinginan yang kuat, kamu harus memiliki skill yang dibutuhkan. Daripada saya menulis teori yang panjang lebar, kalau saya summary, beberapa hal yang dibutuhkan untuk sukses kira-kira begini (sesuai stepnya):
Keinginan yang kuat (sesuai passion) + Skill yang menunjang + Fokus + Komitmen yang tinggi terhadap pencapaiannya
Mungkin banyak hal lain yang diperlukan, tapi menurut saya ke-4 hal di atas adalah besaran-besaran yang bisa merangkum apa yang harus dimiliki sebelum seseorang bisa meraih sukses. Berdoa/Agama tidak saya tulis di sana, karena memang sudah sepantasnya seseorang mau sukses atau tidak mau sukses, harus percaya sama Tuhan.
Lalu, apa yang saya tulis di kaskus, salah dong? Tidak! Untuk sukses, pertama kita harus mau dulu. Kalau dari awal kita sudah tidak memiliki keinginan untuk sukses, ya sudah bisa dipastikan, kita ngga akan sukses. Bener kan? Memang, hanya dengan memiliki keinginan yang kuat untuk sukses saja ngga akan cukup. Kamu harus punya skill yang menunjang.
Fokus terhadap pencapaian suatu target memang perlu latihan. Dengan semakin mudahnya kita mendapatkan informasi karena teknologi yang ada sekarang ini, semakin susah untuk kita bisa fokus hanya terhadap satu hal. Banyak gangguan, banyak godaan…makanya saya bilang, untuk bisa fokus butuh latihan.
Sementara komitmen sebenarnya adalah hanya merupakan efek yang timbul secara otomatis kalau kamu memiliki keinginan yang kuat untuk pencapaian arti suksesmu.
Jadi, sekarang apapun yang ingin kamu raih…coba tanyakan ke dirimu, “Belum tercapai karena: Ngga bisa? Atau karena ngga benar-benar mau?”

***

Masih banyak tulisan lain yang ingin saya share disini, tapi mungkin lain kali ya. Terima kasih buat teman teman yang sudah mendoakan, saya amini semua doa baiknya. Let's be a campion !


Be a campion !
Standing in the hall of fame
And the world's gonna know your name

2 comments :

avezahra mengatakan...

mbak din.., semoga segera sekolah keluar negeri ya biar aku bisa nyusul hehehe

Paramadina mengatakan...

Amin avezahra.
Amin ya robbalalamin :)

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas