Challenge Yourself Every Single Day

Sabtu, 11 Januari 2014

2014 : Berhentilah Mendikte Allah


Never too late to say Happy New Year !
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini saya mau lebih banyak belajar dan ikhlas dalam segala hal. Resolusi tahun ini tidak perlu dijabarkan disini. Tapi sebagai postingan awal tahun saya ingin mengutip sebuah cerita dari seorang motivator. Saya sudah pernah baca artikel ini beberapa tahun lalu, tapi tetiba malam ini saya teringat dengan judul diatas. Good advice to face a new year !

Berhentilah Mendikte Allah by. Ippho Santosa

Awal 2013 membawa hikmat dan nikmat tersendiri bagi saya. Hampir sebulan, alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Allah untuk travelling ke 4 benua. Ditutup dengan berseminar 7 Keajaiban Rezeki di New York dan Washington, Amerika. Nah, selama perjalanan saya sempat berpikir ulang tentang ridha. Menurut saya, ini teramat penting.

Ridha dengan segala keputusan Allah, percayalah, itu akan mendamaikan hati dan mendekatkan impian. Sebaliknya, kalau kita tidak ridha, itu hanya akan membuat hati kecewa dan impian menjauh. Sungguh. Yah, silakan saja punya impian. Itu sih harus. Tapi, jangan sampai kita mendikte dan mengatur-ngatur Allah.

Sewaktu saya mengurus visa ke Amerika, ternyata prosesnya lumayan ribet. Tahu sendirilah, kedutaan Amerika kan lebih ketat dibanding kedutaan-kedutaan yang lain. Waktu itu saya cuma berdoa dalam hati, “Ya Allah, aku ingin ke Amerika. Itu inginku. Tapi itu kalau Engkau ridha. Kalau Engkau tidak ridha, tidak jadi pun yah tidak apa-apa, ya Allah.” Dan ketika ditanya macam-macam oleh petugas kedutaan dan imigrasi, saya kembali berdoa “Ya Allah, tanamkan rasa gentarku dan rasa harapku hanya kepada-Mu. Bukan kepada makhluk atau apapun.”

Alhamdulillah, segala puji hanya kepada-Nya, semua berjalan lancar. Dalam artian, tiada kendala yang berarti. Bahkan saya dicurahi sederet nice surprise selama di sana. Misalnya, usai seminar di New York, saya diajak tokoh muslim, Shamsi Ali, untuk siaran langsung di GuideUs TV dan disimak di berbagai negara. Sedangkan seminar di Washington diliput oleh Voice of America (VOA). Subhanallah, tidak pernah saya pikirkan, tapi Allah berikan!

Dan ada satu hal yang perlu diluruskan. Begini. Kalau mau ngeyel dan ngotot, yah dalam action. Di hati mestinya selalu ridha dengan segala keputusan Allah, entah nantinya tercapai atau tidak. Sewaktu mau bertemu Donald Trump, saya juga berdoa begitu. Saya berusaha ridha dengan segala keputusan Allah, entah nantinya jadi atau tidak. Alhamdulillah, ternyata jadi. Namun seandainya tidak jadi, yah tetap saja alhamdulillah. Sekali lagi, ridha dengan segala keputusan Allah, itu akan mendamaikan hati dan mendekatkan impian. Jadi, mulai sekarang, berhentilah mendikte dan mengatur-ngatur Allah.

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas