Challenge Yourself Every Single Day

Selasa, 02 Juli 2013

The Other Side of ISWI, guess what?

Postingan kali ini saya mau cerita tentang sisi lain dari rangkaian kegiatan kegiatan ISWI. Apa saja? check this out

1. Food

Makanan menjadi hal utama yang saya sorot disini. Kenapa? karena makanan adalah hal pokok yang saya temui setiap hari. Menjadi hal wajar jika saya sebagai orang Indonesia kangen sama nasi. Namun selama disana saya sama sekali tidak merasakan nasi. Nah, tapi mumpung di Jerman saya mencoba menyukai masakan yang disuguhkan oleh panitia ISWI. Seperti yang terlihat di foto tersebut, itu adalah dinner peserta ISWI dalam beberapa hari. Saya tidak sempat memfoto semuanya, karena terkadang saya melewatkan dinner karena ada 'acara' yang lain. Makanan disini rata rata menggunakan kentang sebagai bahan pokoknya. Misalnya kentang goreng, risoles kentang dan ada juga kentang godok.

Oia, panitia ISWI sendiri menyediakan 3 menu makanan setiap harinya. Yaitu Vegan, Non Vegan dan kadang juga ada Meat (untuk lunch). Di hari pertama datang seluruh peserta juga diberikan menu untuk seminggu kedepan. Sehingga sebelum datang ke tempat makan biasanya saya sudah tau hari ini mau memilih menu dinner apa. Saya bukan termasuk vegan murni sih, namun jika menu non vegan nya with pork saya jelas pilih vegan apapun alasannya. Oleh karena itu, saya selalu menanyakan ke panitia untuk make sure menu non vegan hari ini terbuat dari apa. Saya sendiri tidak begitu suka dengan makanan yang di campur dengan krim. Namun disini banyak saya temui lauk yang di campur krim. Huhuhu.
Hanya sekali saja ISWI menyediakan menu nasi (foto paling atas kanan), itupun nasi nya bentuknya lebih panjang dan berwarna agak merah. Porsi nasi yang diberikan juga cuman sedikit ya, padahal uda girang hhehe. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, makanan disini juga tak banyak mengandung rempah. Paling banyak adalah rasa saus tomat dan selebihnya garam. Porsi yang diberikan juga super BIG, alias porsi kuli. Tak ada bedanya antara laki laki dan perempuan dalam hal porsi disini, tapi emang mereka kebanyakan habis. Cuman saya aja yang nggak pernah ngabisin menu dinner saking banyaknya.

Cucoklah. I can deal with the dinner, but no with this > Lunch

Lunch
Ini dia menu makan siang para peserta ISWI. Berbeda dengan menu dinner. Lunch setiap harinya selalu muncul dengan menu yang sama. Yaitu dua roti dengan 1 buah. Tapi panitia juga memberikan pilihana berupa lunch vegan dan non vegan. Saya tidak begitu tahu apa nama roti favorit orang jerman ini. Yang jelas untuk saya roti ini sangat keras dan kasar. Di dalam roti yang besar biasanya di isi dengan potongan slice keju. Dan di roti yang tipis diolesi dengan selai (gak tahu namanya juga :p ) berwarna putih yang rasanya sedikit asam :(

Yang lucu adalah menu buahnya. Di beberapa hari kami mendapatkan menu Lunch dengan buah wortel utuh dan timun utuh. Untuk saya sendiri sedikit tidak wajar jika harus memakannya langsung seperti kelinci begitu, haha. Namun ternyata teman teman yang lain memakan nya secara langsung dan sepertinya enak. Usut punya usut memang buah buahan dan sayur di Jerman adalah kualitas dan rasa yang terbaik plus organik. Sehingga menurut saya orang setempat terbiasa memakan buah dengan cara seperti itu. Sedangkan di Indonesia wortel biasanya direbus dahulu dan jadi campuran sayur sup. Demikian pula dengan timun, biasanya dibuat lapapan yang dicolek dengan sambal.

2. Drink

Untuk minuman saat dinner saya selalu ditemani dengan teh. Cuman teh nya rasanya macem macem, mulai dari rasa mint hingga yang nggak ada rasanya. Untuk air putih mungkin sudah banyak yang tahu bahwa air keran bisa langsung di minum. Dan itulah yang saya lakukan disana. Namun disini air mineral juga tetap di jual dengan harga rata rata 1 euro dan banyak juga yang beli. Padahal pikir saya kenapa harus beli air mineral kalo ada air keran yang gratis.



Minuman disini juga sangat lekat dengan soda. Coba lihat di foto diatas. Itu adalah salah satu contoh air soda. Entah kenapa minuman disini banyak mengandung soda. Coba bayangkan, air putih yang di jual saja bersoda. Mereka suka minum cola selepas makan layaknya kita minum air putih atau es teh. Padahal menurut saya cola atau minuman bersoda tidak begitu cocok diminum setelah makan. Yang ada di foto itu adalah sari apel yang bersoda. Pokoknya hampir semua bersoda, bbbrrrrr

3. Self Service
Kalau di Indonesia habis makan di warung ya udah ditinggal aja kan? dan jangan lakukan itu disini. Di sini semua harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dalam hal kecil ini misalnya yaitu makan. Di Mensa (Kantin) mahasiswa harus mengambil makanannnya sendiri dari sang koki. Piring, sendok, garpu, tisu harus diambil sendiri. Sesudah makan, kita juga harus mengembalikan lagi semua peralatan makan ke tempat cuci piring.
Tempat makan di Mensa | Tempat ngembaliin peralatan makan | Tempat buang sampah (tissu, sisa air minum, sisa makanan)
Tempat cuci piringnya adalah hal yang baru saya lihat disini. Ada sebuah plat berjalan, sehingga kita tinggal meletakkan piring di atasnya dan dia akan berjalan sendiri menuju ruang pencucian piring. Sedangkan sendok dan garpu tinggal di masukkan ke lubang kecil seperti yang terlihat di foto tersebut. Peralatan yang di letakkan di tempat cuci piring juga sudah harus bersih. Telah disediakan pula tempat sampah khusus kotoran kering dan basah. Menurut saya ini sistem ini mengajari kita untuk disiplin dan tertib, bahkan untuk urusan perut. Salut !

4. Berjemur

Summer is coming.
Beberapa hari pertama di Ilmenau cuaca dingin nya gak santai. Tapi hari ke 3 dan seterusnya matahari nongol mulu. Dan guest what they do? mereka berjemur dong di depan kampus. Ajaibnya mereka berjemur diatas kasur yang di gelar gitu aja. Ajaib dah, dapet kasur dari mana ya? Saya sangat merekomendasikan bule bule buat dateng ke Surabaya. The hottest city in Indonesia, haha





Emmmm, apalagi ya the other side of ISWI. Tunggu deh cerita selanjutnyaa *mikir
bye :)

4 comments :

GungGung Agung mengatakan...

Waow... Keren ya kayak e. Pertama kesana ngalamin culture shock gitu gak?

Paramadina mengatakan...

@Agung

Kalo culture shock mungkin enggak, tapi food shock sama weather shock yg iya, haha

Dyah Hapsari Fajarini mengatakan...

Banyak ketawanya baca ini mbak, unik dan keren :D salut!

Paramadina mengatakan...

@Dyah :
Hehehe, seru pokoknya belajar budaya baru :)

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas