Challenge Yourself Every Single Day

Senin, 29 Juli 2013

Eurotrip 3 : Get Lose in Paris, France

C.A.R.P.E.D.I.E.M !
[13 Juni 2013]

Setelah menyelesaikan perjalanan Eurotrip ke Belanda akhirnya hari ini jam 6 pagi kami sampai juga di PARIS. Dan tebak sekarang tanggal berapa? aaaakkkkkk this is my Birthday and now I am here :)

Perjalanan kali ini lebih sepi karena kami hanya berdua yaitu aku dan Pandu. Tapi kami tetap excited dong soalnya uda sampai di kota impian kami, Paris. Bus Eurotrip kami turun di stasiun+terminal Gallieni. Sesampainya disana kami pun numpang cuci muka dan gosok gigi supaya kece. Trus ke information center untuk menanyakan loker penitipan tas. Karena tas ku dan pandu lumayan gede juga kalo di bawa kesana kemari. Akhirnya kami pun menitipkan tas terlebih dahulu di stasiun Gare Du Nord yang letaknya lumayan jauh dari sini. Transportasi massal di Paris masih menggunakan kereta bawah tanah alias metro.

Tempatnya Metro alias kereta bawah tanah di Paris - Alma Marceau !
Sistem ticketing lebih simple dan murah. Kami membeli tiket all day kemana aja dengan harga 6 euro. Namun kualitas keretanya jauh lebih bagusan di Db Bahn Jerman sih, kalo kereta di Paris lebih tua dan kotor. Selain membeli tiket saya juga dapat peta metro dan peta wisata di Paris. Peta tersebut kami jadikan panduan selama di Paris. Beberapa jam pertama kami sempat binggung juga dengan arah kereta dan pemilihan platform. Alhasil saya dan pandu juga muter muter pas transit ke salah satu stasiun, karena kami nggak tau letak platform metro selanjutnya. And everybody are running here. Sampek kami nggak sempet tanya ke mereka saking sibuknya mereka masing masing. Kami tanya ke tukang cleaning servis, nahlo dia kagak bisa bahasa inggris -_____-

Paris, here we go !

Lama lama kami jadi terbiasa membaca peta Metro, dan Pandu adalah ahlinya, hehe. Beruntungnya di peta metro juga sudah lengkap dengan spot spot wisata yang biasa di kunjungi turis. Jadi kami tinggal membuat rute awal hingga akhir perjalanan kami hari ini. Perjalanan pertama di mulai dengan mendatangi gereja tua yang namanya NORTE DAME, hehe. Saat ditengah jalan menuju ke Norte Dame kami sempat didatangi oleh tiga orang remaja cewek yang kayanya sih pura pura bisu. Dia minta saya dan pandu untuk menuliskan identitas di selembar kertas dengan dalih gerakan charity. Kami pun dengan senang hati menulis kan identitas kami, namun ternyata ada kolom sumbangan uang di sebelahnya yang baru kami sadari. Ini PENIPUAN. Wah saya jadi teringat pesan teman teman saya kalo emang paris kota nya banyak imigran yang berbuat jahat.

Gereja Norte Dame, sayang pas mendung :(
Saya pun langsung tanggap dengan mengajak Pandu pergi tanpa memberikan uang pada mereka. Lha dalah mereka malah nodong kami sambil pasang mukak melas. Duh mbak basi deh, pikirku. Tapi karena si pandu kagak tega akhirnya dia rela ngasih uang ke mereka. "Ndu, itu pelajaran pertama kita, entar pasti kita temui lebih banyak lagi yang begituan." kataku kesel.

Gereja ini selalu ramai dikunjungi turis, dan hari ini juga demikian. Saking sering nya ketemu bangunan bangunan begini lama lama jadi mati rasa aku. Hahaha. Mangkanya nggak perlu berlama lama disini kami langsung cus ke Museum nya si Monalisa yaitu Musse de Lovre. Pasti semuanya tahu sama salah satu icon kota Paris ini, soalnya bangunanya unik banget bentuk segitiga kaca. Untuk sampai kesini juga nggak susah sama sekali, kami tinggal naik metro melewati beberapa stasiun, dan pas keluar stasiun metro langsung sampai disini.  

Musse de Lourve
Terjebak Hujan Sampai Sore :(

Padahal hari masih siang tapi cuaca kayaknya makin nggak bersahabat. Hujan pun tiba. Duh sedih banget, pertama ke Paris dan cuman sehari dan Hujan pula. Kami pun melanjutkan perjalanan ke kawasan terkenal di Paris yaitu Champs Elysees. Sebenarnya nggak cocok kalo kesini siang siang plus hujan gini, soalnya kawasan ini bagus pas malam hari karena banyak lampu lampu nya. Tapi ya sudahlah, karena memang rute terdekat disitu kamipun naik metro kesana.

Kawasan jalan Champs Elysees (by. Dailymail)
Sesampainya kami disini hujan ternyata makin deras. Kami juga nggak bawa payung atau jas hujan, jadilah kami masuk ke outlet disney dengan modus berteduh. Ini sungguh nggak menyenangkan. Jadi ini pelajaran penting buat kalian yang mau travelling adalah cari tahu kondisi cuaca setempat. Kalo hujan begini mau kemana mana juga nggak enak, mau foto foto juga nggak bisa kan jadinya. Saya dan Pandu menunggu hujan reda cukup lama di Champs Elysees soalnya mau lanjut ke rute berikutnya juga percuma. Apalagi hawa nya makin dingin dan kami cuman berbalut jaket tipis. Bbbbrrrrr

"Kemana lagi ndu? kayaknya hujannya masih lama nih, masak disini terus?," kataku. Kamipun binggung mau kemana sekalian cari tempat yang hangat soalnya dinginnya gak bercanda ini. Kami jalan tanpa tujuan dan mampir ke salah satu toko suvenir. Kebetulan saya lagi cari kartu pos Paris buat oleh oleh dan disini lumayan murah. Sambil mengulur waktu kami pun ngobrol sama penjaga tokonya. Kami tanya tanya lokasi yang bagus di dekat sini. Katanya ada sex museum ya di Paris? dan bapaknya merekomendasikan kami untuk datang ke kawasan Moulin Rounge.

Cus deh kesana sama Pandu. Sesampainya disana dengan kondisi masih hujan kami pun baru sadar kalo ternyata ini adalah kawasan sex shop gitu deh. Sepanjang jalan berjejer sex shop mulai dari yang toko gede sampai yang kecil. Etalase toko dan design toko di buat sedemikian rupa supaya menarik. Banyak barang barang yang di jual juga macem macem banget. Hahaha, mulai dari barang beneran sampai jasa. Si pandu aja sempet ditawari live show pas kami berdua lewat di depan salah satu tokonya.

Moulin Rough !
Nah ini dia Moulin Rough. Awalnya aku kira ini semacam sex museum tapi ternyata ini adalah rumah pertunjukan tari tarian cabaret. Selain itu ini juga dipakai sebagai tempat makan. Jadi sembari makan mereka bisa lihat live show tarian yang sebagian besar di tarikan dengan telanjang dada :| . Saya dan Pandu sempat melihat rekaman tarian tarian yang ada disana dan memang bagus sih. Epic banget. Sayangnya hari ini sedang tutup jadi kami cuman bisa masuk sampai lobby nya aja. Yah :( Lalu kami cari makan disekitar sini karena dari pagi belum makan. Dan hujan masih aja gak berhenti. "Oke deh, habis makan kita langsung ke Eiffel aja ndu." Cari makanan halal di Paris memang lumayan susah sih, pilihan terakhir dan teraman adalah Kebab. Oh no Kebab again. Tapi berbeda dengan kebab Jerman, Kebab Paris lebih banyak daging dari pada sayurnya lho. Wah ini kesukaanku, soalnya selama makan kebab selalu aku pilih daging nya doang. Tapi kalo soal harga memang di Paris jauh lebih mahal timbang Jerman.

Usai makan kami langsung cus ke Eiffel. Wiiihh ini nih klimakss nyaaa ! Ditemani hujan yang makin deras dan udara yang makin dingin kami melangkahkan kaki ke lokasi. Lumayan jauh sih dari tempat turun Metro, jadi kami masih harus jalan sekitar 15 menitan. Dan begitu ngelihat Eiffel ada di depan mata aku langsung Speechless. "Subhanallah, Tuhan, aku ada di depan Eiffel.". Sialnya lagi lagi Hujan membuat aktivitas kami terhambat sore itu. Alhasil saya dan pandu berteduh di bawah Eiffel kurang lebih 2 jam. Kriik kriikk

Finaly, Happy Birthday Dina !

Menunggu selama 2 jam berbuah manis sudah. Hujan hilang dan matahari pun datang. Saya dan Pandu langsung membeli tiket untuk naik ke puncak Eiffel seharga 15 Euro. Kapan lagi kan ke Eiffel, sayang kalo nggak ke puncaknya.
Pandu in action, di Puncak Eiffel :)
Karena habis hujan juga, jadi angin diatas dingin banget. Lagi lagi aku nggak bisa kompromi sama hawa dingin. Jadinya kami nggak mau lama lama di atas sini (padahal uda bayar mahal). Dari atas sini kami bisa lihat hampir seluruh landscape kota Paris dan bagus banget. Apalagi kalau malam pasti lebih bagus lagi soalnya ada lampu lampunya. Sebenarnya naik ke puncak Eiffel kalo mau lebih murah ada, tapi cuman di tengah tengah Eiffel. Dan menurut ku semua itu worth kok untuk di coba dari pada tidak sama sekali sih. Oia, pas disini juga ketemu beberapa orang Indonesia yang berlibur. Rasanya seneng banget ada temennya ngomong pakek bahasa Indonesia. Hahaha.... Jam sudah menunjukkan pukul 18.30 malam, tapi matahari barusan muncul dan suasananya berasa jam 9 pagi. Saya dan Pandu girang banget, soalnya cuaca cerah jadi hasil foto nya bisa bagus.


Happy birthday Paramadina. You took the high road throughout the year. Good for you :)
Mbambung Semalam di Terminal Gallieni

Saking girangnya foto foto, kami lupa waktu. Bus kami ke Jerman berangkat jam 10 malam dan check in jam stgh 9. Dan sekarang jam stgh 8 kami masih disini. Kami pun langsung bergegas pulang. "Eh kita mampir Champs Elyees dulu ndu, kan belum foto disana, mumpung uda nggak hujan." Jadilah kami ke Champs Elysees terlebih dahulu untuk ambil foto sebentar. Usai foto foto barusan sadar kami belum ambil koper di Gare du Nord. Alhasil kami lari lari ke naik Metro. Apalagi ini sore dan waktunya orang pulang kerja jadi Metro mendadak rame sehingga kami harus rebutan masuk. Kami sempat kelewatan satu Metro gara gara saking penuhnya, jadi kami nggak keangkut.

Jadilah kami ketinggalan bus, FIX. Kami telat 10 menit :|

kami tidur di depan pintu Eurolines -____-
Ini uda jam 10 malam dan kami nggak kenal siapa siapa di Paris. Beruntungnya tiket masih bisa di tukar tambah dengan pemberangkatan bus besok malam. Tapi sekarang kami harus tidur dimana. Hotel nggak mungkin ada jam segini. Apalagi ini terminal kecil macam terminal osowilangun gresik *lho. Berkali kali kami menyalahkan diri sendiri kok bisa telat. Kami mencoba menghubungi teman teman ISWI yang mungkin masih di Paris dan ada penginapan. Tapi semuanya NIHIL. Lalu ada bapak bapak penjaga kamar mandi yang ngasih saran ke kami buat tidur malam ini di sini saja. Huft...

Sumpah, ini baru pertama aku tidur di stasiun. Bukan di atas kursi atau di dalam ruangan lho ya. Tapi di lantai dengan alas karton+koran di luar ruangan yang super dingin. Kami uda coba lobby security supaya bisa tidur di dalam ruangan Eurolines. Tapi kata mereka ruangan itu harus di tutup jam 11 malam. Tuhannnnnn.... kami pasrah. Kamipun mencari karton dan koran. Nggelar koran didepan ruangan Eurolines. Dan kami nggak sendirian, tambah malam makin banyak orang orang Homeless yang juga tidur disini. Ya ampunnnn...... Untung ada Pandu, cowok. Tas tas kami jadikan bantal dadakan, sementara barang berharga tetap di dekapan. Pandu meminjam kan jaket nya ke aku, aseli ini adem bangett

trus di suruh pindah ke lorong ini, Brrrrrrrr
Baru beberapa menit tidur kami dan orang orang Homeless lainya di datangi sama security nya. Katanya kami nggak boleh tidur sini (aaaaa cobaan apa lagi ini?? ). Kami suruh pindah ke lorong dekat situ yang bau nya pesing asli. Yaudah dari pada ribut kamipun pindah, dan di lorong ini anginnya tambah dingin. Ya allah nggak pernah nyangka aku bakal tidur di stasiun kayak gini. Sungguh pengalaman tak terlupakan :'(

Sehari lagi di Paris, mau kemana?

Malam mencekam berlalu sudah. Karena ketinggalan bus kami masih punya waktu seharian di Paris. Padahal semua spot wisata sudah kami selesaikan kemarin. "Kemana lagi nih ndu?" Alhasil kami muter muter nggak jelas. Keliling kota, ke eiffel lagi dan ternyata ketemu 3 temen temen ISWI. Widihhhh seneng banget, aku langsung menceritakan kejadian ketinggalan bus kami tadi malam. Namun mereka juga bernasib naas, karena mereka bertiga kehilangan dompet. Ya allah harusnya aku masih bersyukur ya :)

Memang paris terkenal bukan kota yang aman. Banyak pencurian dan pencopetan yang terjadi disini. Setelah mendengar kejadian temanku itu aku jadi lebih aware pada diri sendiri. Tas selalu aku letakkan di depan perut. Tapi pas sore hari ternyata aku hampir kena copet sewaktu naik kereta. Alhamdulilah aku tahu gerak gerik nya dan resleting tas ku udah kebuka seperempat. Aku langsung lapor ke pandu dan aku suruh pandu ngeliatin di pencopet itu. Pas turun kereta si copet langsung lari kenceng. Aku masih sedikit shocked dan langsung memeriksa isi tas dan untungnya nggak ada yang hilang.

Dan kali ini jam 7 malam kami sudah stand by di Stasiun. Nggak ada lagi alasan ketinggalan bus. Hari ini kudu pulang ke Jermannn.
Ayo pulanggg !!!
Tepat jam 10 malam bus eurolines pun bergerak menuju Frankfurt. Semalaman di bus kami tidur pules banget. Maklum dua hari nggak tidur normal. Thanks Paris for all of this. Pengalaman luar biasa yang nggak akan pernah terlupakan :')

--------------------------------------------------------------------

*Tulisan ini ikut dalam Kompetisi Blog Nekad Traveler  yang diadakan oleh Telkomsel Flash #NekadTraveler
*Berikut adalah video mengenai Nekad Traveler by Telkomsel Flash klik disini


3 comments :

Nabila mengatakan...

Mbak dinoooooo....you're extremely inkruidibeeel (incredible) suwangaar dan kuweren abisss :')
menginspirasiku mbak din. kudoakan semoga mbak dino bisa traveling kemana2 dan kutunggu bukunya :D

Insinyur Pikuun mengatakan...

Waw keren...... Cerita yang bisa bikin aku mupeng, suatu hari nanti aku pasti bisa kesana juga :D
Baca juga kisah nekadku: Liburan: Wisata Alam Sekitar Jember Saat Puasa Sampai ke Bali, Perjuangan Nekad Warga Jember Demi Jember Fashion Carnaval, dan Main di Bekasi Seminggu Dengan Modal Rp 400ribu (2009).

Makasih…

Paramadina mengatakan...

@Nabila
alhamdulilah bisa menginspirasi nabila, sebenernya kamu yg menginspirasi duluan pas km exchange ke negara tetangga. Nah sekarang gantian, hehhehe. Amin amin doa nyaaa. Boleh tuh aku jadikan list ya buat nerbitin buku, hehehe
keep glowing :D

@Insinyur Pikun:
thanks for reading :D

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas