Challenge Yourself Every Single Day

Rabu, 05 Juni 2013

A Long Way to International Student Week in Ilmenau (ISWI 2013)



Almost everything that is great has been done by youth."
- Benjamin Disraeli (1804-1881), British Prime Minister, parliamentarian, statesman and author



Mengakhiri masa mahasiswa tahun ini saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah acara keren bernama International Student Week in Ilmenau/ ISWI. Apa itu ISWI?

ISWI adalah salah satu festival siswa internasional terbesar di dunia. Dengan melibatkan lebih dari 300 siswa dari lebih dari 100 seratus negara. ISWI bertujuan untuk mengatasi perbedaan global melalui komunikasi dan saling pengertian antara pesertanya. Sebagai salah satu pertemuan kaum muda dari seluruh dunia, di sini ISWI mendiskusikan isu-isu global secara efektif dari berbagai perspektif, budaya, dan latar belakang untuk mencari solusi dari masalah global bersama. Di sini, kaum muda berkontribusi untuk perdamaian dunia.
Saya pertama kali mendapatkan informasi mengenai ISWI dari internet, namun saat itu belum dibuka pendaftarannya. Karena memang event ini berlangsung dua tahun sekali, sehingga tahun ini saya baru bisa mendaftar. Untuk apply ke ISWI memang susah susah gampang. Gampang karena seleksinya hanya melalui essay yang kita kirim ke panitia. Susah karena saingannya adalah student di seluruh dunia. Applicant dapat memilih satu sampai tiga tema essay diantara 33 tema yang disediakan. Tema tersebut merupakan grup grup yang nantinya ada di ISWI. Saya sendiri memilih menulis essay dengan 3 tema yaitu Media, Living Virtual Life dan Documentation. Saat menulis essay saya berusaha menuliskan sejujur mungkin dan mencoba menjabarkan kondisi di Indonesia terkait dengan tema tersebut. Dari sana saya jelaskan apa yang ingin saya lakukan dan kontribusi apa yang akan saya berikan jika bisa terpilih mengikuti ISWI. Dan alhamdulilah essay saya keterima dan saya menjadi salah satu dari 300 student lain dari seluruh dunia yang mengikuti ISWI.

Menurut saya ISWI adalah kegiatan yang worth untuk diikuti. Karena peserta hanya butuh membayar biaya tiket pesawat saja. Sedangkan akomodasi dan segalanya selama acara sudah ditanggung oleh panitia. Selain itu ISWI adalah salah satu konferensi yang terbesar di eropa. Senang sekali rasanya akhirnya setelah perjuangan mendapatkan beasiswa dan mengikuti conference di luar negeri selama ini terbayarkan. Menurut catatan saya, saya sudah mencoba mengirimkan aplikasi ke berbagai kegiatan internasional sebanyak 15 kali dan semuanya Gagal. Dan ternyata ISWI adalah rejeki saya yang selama ini dipersiapkan oleh Tuhan. Dari banyak kegagalan tersebut saya belajar banyak tentang arti sebuah proses. Makin sering apply maka makin mahir bikin essay, sekaligus makin kuat untuk menerima kegagalan. Karena saya yakin saya punya jatah gagal yang harus saya habiskan di awal. Supaya dimasa mendatang saya tinggal memetik kesuksesan, Amin.

Dag Dig Dug Mengurus Visa

Saat keterima ISWI perjuangan juga belum berakhir, saya masih harus mengurus visa schengen. Visa Schengen adalah visa yang berlaku di Eropa yang mengcover 25 negara. Dulu saya hanya bermimpi bisa punya visa schengen, namun sekarang saya benar benar akan mendapatkannya. Untuk mengurus visa schengen memang lumayan ribet karena ada sekitar 10 berkas yang harus disiapkan. Saya mulai menyicilnya sejak H-4 minggu sebelum keberangkatan. Karena memang saya masih mencari uang sponsor untuk keberangkatan saya ke Jerman. Namun karena sponsor tak kunjung di approved, maka saya nekad saja untuk ngurus Visa.
Apalagi banyak isu yang beredar kalo mengurus visa schengen itu horor alias susah keluar. Wah sebelum berangkat ke Jakarta saya sempat ketir ketir sendiri. Karena tiket pesawat sudah terbeli dan no refund, sedangkan saya baru dapat antrian visa tanggal 15 Mei (H-2 minggu keberangkatan). Saya bismillah saja, kalo memang tuhan mentakdirkan saya berangkat insya allah semuanya lancar. Dan alhamdulilah tgl 26 Mei visa saya sampai rumahh. Alhamdulilahh, one step closer :). Saat visa datang semuanya menjadi pasti. Yaitu saya pasti berangkat karena semua berkas sudah lengkap. Akhirnya saya buru buru packing tanpa bekal ilmu packing yang handal. Binggung mau bawa apa saja, karena ini adalah kali pertama saya keluar negeri.

28 Mei 2013

Bapak dan Ibu saat mengantarkan saya di Juanda
Wah, hari ini akhirnya datang juga. Karena pesawat saya berangkat dari Jakarta, maka saya harus mengcover sendiri biaya dari Surabaya-Jakarta. Saya pilih maskapai Lufthansa untuk keberangkatan saya ke Jerman. Why? karena dia lagi promo CGK-FRA. Katanya Lufthansa adalah salah satu maskapai terbesar di Jerman dan teraman di dunia. Biasanya dia mematok harga yang mahal karena excellent service nya, jadi saya beruntung bisa dapat tiket promonya. Berbeda beda dengan teman temanku yang lain, hanya saya yang berangkat tanggal 28 Mei. Rata rata mereka berangkat tanggal 29 Mei. Jadilah saya seorang diri tanpa teman saat penerbangan saya ke Jerman.

Dari Jakarta saya harus transit ke Singapura selama 5-6 jam. Saya berangkat lagi nanti malam jam 23:00. Tapi beruntung saya bertemu dengan seorang teman dari Indonesia yang ternyata mau ke Jerman juga namanya Hili. Dia sudah bolak balik ke Jerman, jadi saya mendapatkan banyak cerita dari dia. Beruntung sekali saya ketemu Hili karena transit jadi tidak membosankan. Keesokan harinya pukul 06:00 saya pun sampai di Jerman. Saya ucapkan terima kasih kepada Hili dan kami pun berpisah karena dia harus meneruskan perjalanan ke kota Weimar.

29 Mei 2013
And welcome to Frankfurt !

Frankfurt International Airport menjadi lokasi pertama saya di Jerman. Tepat jam 6 saya keluar pesawat dan bersiap mengambil bagasi. Karena bawaan saya lumayan banyak, saya langsung mencari troly. Tapi waktu aku tarik ternyata trolinya tak mau keluar. Ternyata disini ambil troly harus deposit koin, dan saya tak tahu caranya :|. Yasudahlah, akhirnya saya tarik tarik koper dan bawa tas berat saya sendiri. Setelah ambil bagasi saya langsung menuju ke imigrasi. Sempet deg deg an juga karena ditanya macam macam, hingga akhirnya saya suruh menunjukkan return tiket dan lolos. Berhasil keluar saya pun menunggu jemputan dari Pak Suratno. Teman dosen saya di Jerman yang bersedia menampung saya hingga tanggal 30 Mei mendatang. Terima Kasih pak sudah mau menjemput saya. Beruntung sekali ada yang jemput. Karena saya benar benar asing dengan negeri ini dan pak Sur mengajari saya banyak hal disini.

Dari Frankfurt International Airport/Flughafen ke rumah Pak Sur sekitar 10-15 menit, rumah beliau berada di Eschborn sud. Ini adalah kali pertama saya naik DB Bahn, yaitu transportasi masal berupa kereta.
Sesampainya di Eschborn Sud, saya dan pak sur berjalan sekitar 10 menit menuju rumah beliau. Cuaca sedang tak bersahabat sekali, masih pagi sudah mendung dan hujan rintik rintik. Beruntung saya sudah pakai jaket saya, walaupun masih nembus juga anginnya. Akhirnya sampai juga di rumah Pak Sur, saya disambut oleh sang Istri dan istirahat. Usai bersih bersih dan makan saya pun baru merasakan yang namanya JetLag. Hahaa, tidur lama sekali dan baru bangun esok harinya.

30 Mei 2013
Muter Muter Frankfurt

Karena waktu conference masih tanggal 31 Mei, jadi hari ini saya punya waktu 1 hari untuk berkeliling Frankfurt di pandu oleh Pak Sur. Sebelumnya kami menjemput Halim dahulu, teman ISWI saya asal Univ.Paramadina yang akan menginap di rumah pak sur juga. Dia baru datang hari ini.

Setelah menjemput Halim, kami bertiga pun berkeliling frankfurt menggunakan kereta dengan tiket all day. Pak Sur sudah lama tinggal disini, sehingga beliau kenal baik daerah Frankfurt. Saya diajak muter muter mulai dari universitas Goethe hingga pusat kota Frankfurt. Goethe sangat terkenal disini, tak heran banyak tempat ataupun patung yang sengaja dibuat untuk mengenang Goethe. Walaupun matahari lumayan banyak, namun hari ini saya masih mengenakan jaket tebal. Sebaliknya, penduduk setempat pada buka bukaan karena ada matahari alias sun bathing. Menurut saya Frankfurt adalah kota yang cantik dan teratur. Semua nya serba tertata rapi dan tertib. Antara satu spot dengan yang lain juga mampu diakses dengan menggunakan kereta, bus atau berjalan kaki.

Sekitar pukul 2 siang, kamipun bergegas pulang. Karena Halim baru saja sampai hari ini dan msh butuh istirahat. Apalagi besok saya dan halim harus berangkat ke tempat konferensi di Ilmenau. Namun sebelum pulang kami sempatkan dulu mampir ke museum komunikasi di Jerman. Kata pak sur saya harus masuk ke museum ini karena saya adalah mahasiswa Komunikasi. Hahaha, tapi museum nya memang bagus sekali ternyata. Didalamnya banyak benda benda komunikasi konvensional seperti kotak pos dan kereta pengantar surat dari berbagai zaman.
Kambing yang terbuat dari telepon, lucu :D


Demikian Prolog perjalanan saya dalam rangka ISWI 2013. Jangan lupa baca live report kegiatan saya disana ya. Kalian bisa membaca kegiatan mahasiswa Indonesia untuk ISWI mulai tanggal 31 Mei - 9 Juni dengan meng-klik tulisan dibawah ini. Semoga bermanfaat :)

ISWI Day 1
ISWI Day 2
ISWI Day 3
ISWI Day 4
ISWI Day 5
ISWI Day 6
ISWI Day 7
ISWI Day 8

13 comments :

jiyuufreedom mengatakan...

Wah enaknya nyampe langsung ada yang njemput...jadi gak kayak anak ilang, hehe :p <<rodo' curhat

Paramadina mengatakan...

ini nobek yaa?
iya bek, alhamdulilahhh. Gimana ceritamu di Jerman dulu? ini inspired by you lho :)

ana mengatakan...

Dek Dina, ini Mba Ana dari Taiwan. Seneng banget baca reportase ala reporter, sedikit mengharukan juga perjuangan ke sana ya Dek. Semoga bisa terus menginsipirasi sekitarmu. Sukses selalu :)

Paramadina mengatakan...

Halo mbak Ana, terima kasih sudah mau berkunjung ke blog saya, Salam kenal mbak :)

Perjuangan kesana diawali dengan penuh kegagalan mbak, sesampainya disana rasanya bersyukur sekali. Amin mbak, semoga keberangkatan saya disana bisa bermanfaat buat yang lain.

aiukolor mengatakan...

dina...yang diatas itu keren bangeeet. "jatah gagal yang harus dihabiskan di awal". that's inspiring me sooo much ;___;d

Paramadina mengatakan...

@ Kolor : Iya kolorrrrr, itu kata katanya pak Dahlan Iskan jugaaa. Banyakin gagal yaaa, hahaha

fadlan muzakki mengatakan...

Wahh keren, saya juga bulan september lalu habis dari sana, ikutin kegiatan World Student Environmental Summit, hampir sama perjuangannya dengan kamu, cuma bedanya saya sampe bandara frankfrut gaada yang jemput, alhasil nanya kiri kanan dan di kira orang jepan, jadi dikasih buku panduan wisata bahasa jepang, dengan modal buku itu saya keliling frankfrut sendirian selama seharian sampai jam 11 malam saya kembali lagi ke bandara untuk naik bis eurolinea menuju ke hamburg (tempat kegiatan itu di laksanakan) sayangnya saya masih malas untuk tulis pengalaman saya, baru pulang beberapa hari lalu, karena saya sempat muter2 juga ke pisa,roma,paris, nurnberg,coburg,dan berlin, jdnya sekarang masih agak jetleg dan harus menyesuaikan pola tidur dan makan lagi, hehe

Paramadina mengatakan...

@Fadlan :
hey, salam kenal Fadlan
wah keren bisa ke jerman juga. Aku memang dari Indo niatnya backpack gt jadi ya cari sebanyak mungkin kenalan orang indo yang ada di jerman. Hehehe, lumayan bisa di ajak muter2 sama yg lebih tahu. Sayangnya aku gak mampir ke Itali, tapi uda ke belanda sama prancis. Tahun depan deh. Aku tunggu ya ceritamuu :)

mustadir paddare mengatakan...

wah... pengalaman masa muda yang luar biasa! menginspirasi...

Qistina Yusuf mengatakan...

Nyasar di sini setelah ngetik keyword PPAN di Google. Eh, ternyata malah keterusan baca. Btw blognya incredible mbak :3

Paramadina mengatakan...

@Qistina Yusuf :

Terima kasih sudah sudi berkunjung dan membaca blog saya :)

Anonim mengatakan...

Halo kak Dina, namaku Lola. aku diterima jadi participant di ISWI 2015. Kak, boleh aku minta kontaknya? Mau nanya-nanya soal ISWI. Makasih kak :)

Paramadina mengatakan...

@Lola: halo, silahkan email aja ya

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas