Challenge Yourself Every Single Day

Kamis, 16 Mei 2013

Journalistic : Learning by Doing

Beberapa bulan yang lalu (31/01), saya dan teman saya Dila berkesempatan untuk bertemu dengan teman teman dari salah satu SMP di Surabaya. Tepatnya dalam acara pemberian materi jurnalistik yang diikuti sekitar 20 orang adik adik yang duduk di kelas 1 SMP.

Bagi saya ini merupakan kali pertama mengajarkan ilmu jurnalistik ke orang lain dalam sebuah forum formal. Demikian pula dengan murid murid SMP ini, istilah Jurnalistik menjadi hal yang baru buat mereka. Disinilah tantangannya, saya harus mengenalkan mereka dengan istilah Jurnalistik yang sebenarnya ada di sekitar mereka. Saya dan Dila membuat beberapa slide sederhana yang kami tampilkan di kelas. Materi yang kami sampaikan dibuat sesederhana mungkin sebagai pengantar mereka memahami jurnalistik.

Di awal saya pancing dengan 'surat kabar'. Tapi ternyata mereka jarang baca koran ataupun majalah sebagai salah satu produk jurnalistik. Akhirnya kami alihkan ke TV, nah mereka langsung nyaut sekali, apalagi yang sedang in saat itu adalah kasus Raffi Ahmad. Dan akhirnya kasus Raffi Ahmad kami jadikan studi kasus sepanjang pelatihan, haha. Pengalaman pertama mengajar memang menyenangkan, saya cukup bisa menghandle mereka. Walaupun kadang saat diajukan pertanyaan mereka diam saja, awkward moment !

Untuk anak kelas 1 SMP pengetahuan mereka tentang jurnalistik memang masih terbatas. Kebetulan saya dan Dila sama sama terjun di dunia jurnalistik, sehingga kami sempat menunjukkan foto foto saat bertugas di lapangan. Dan mereka sangat antusias untuk bertanya seputar profesi jurnalistik. Senang sekali rasanya melihat antusiasme mereka. Mereka harus tahu bahwa ada banyak pilihan profesi saat mereka besar nanti, salah satunya menjadi seorang wartawan.

Disela sela materi kami juga memberikan tugas praktek secara langsung. Dan tak di sangka ada beberapa anak yang sudah bagus merangkai kalimat berita. Dia terampil menggunakan kosa kata jurnalistik dan membuat headline berita yang enak di baca, sayang saya lupa namanya :(. Di akhir materi kami pun membagi mereka dalam beberapa kelompok untuk membuat Mading. Ya, majalah dinding merupakan media sederhana bagi anak SMP untuk menyalurkan karya mereka. Mereka bisa belajar menjadi sebuah redaksi yang harus menerbitkan media dalam satu tema. Dan isi mading yang paling menarik berhak mendapatkan reward, yeay Selamat !!
 
*******

Senang rasanya bisa berbagi dengan orang lain. Senin yang lalu (13/05) saya juga sempat membagi ilmu ke adik adik UKM Penalaran di acara rutin Kuliah Penalaran. Kebetulan tema nya tentang 'Bagaimana menyalurkan ide ke dalam sebuah tulisan'. Saya berkenalan dengan Alex yang juga menjadi pembicara bersama saya. Ternyata sudah banyak tulisan beliau yang di muat di surat kabar, wah hebat. Kami saling sharing satu sama lain, dan mencoba memberikan solusi bagaimana kiat kiat menulis di media. Saya mencoba memberikan prespektif dari segi industri media dengan 'selera' nya masing masing. Menarik sekali perbincangan kami sore itu. Saya menyadari satu hal, bahwa dengan mengajar membuat saya harus terus belajar.

Semoga semua nya saling menginspirasi dan selamat belajar untuk kita semua :)

2 comments :

avezahra mengatakan...

aku mau dong jadi murid kakaaak :) :D

Paramadina mengatakan...

boleh boleh, mau di ajari apa nih? :D

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas