Challenge Yourself Every Single Day

Kamis, 21 Maret 2013

Daddy.

Daddy always show you
Not to get an easy life, but how to be strong
To night we get an extra quality time, our late night conversation, without any coffee or tea.

Akhir akhir ini kami sering bertemu dengan suatu pembahasan ringan tentang masa depan. Apa? kapan? bagaimana? dan sederet pertanyaan lainnya. Semua terasa menyenangkan mengungkapkan segala rencana yang sudah disusun sedemikian rupa. Mengungkapkan segala usaha, hambatan dan air mata untuk mendapatkannya. Terkadang kami saling tidak setuju dalam satu hal, namun akhirnya bertemu disatu titik. Bapak memang orang yang tak banyak bicara. Namun dari sorot mata  nya ia menyiratkan harapan yang sebenarnya tak muluk muluk pada anaknya. Ia selalu hidup di zona nyaman, sama seperti yang kakek nenek saya ajarkan pada beliau. Itulah kenapa, disela sela perbincangan kami selalu muncul kata kata 'idealnya'.

Menyenangkan.
Malam ini ia bercerita tentang masa kecilnya. Ia adalah anak ke 4 dari 12 bersaudara. Suatu saat ia dan kedua kakaknya ingin masuk kuliah. Namun sang ibu mengatakan jika ketiganya masuk kuliah secara bersamaan maka sepertinya tidak ada biaya. "Bukannya ibu ingin mengubur cita cita kalian," kata sang ibu. Akhirnya ketiga nya nekat mengikuti tes masuk ke salah satu universitas terkenal di Jogja, namun hanya satu yang lolos dan itu bukan bapak. Ia terus bercerita bagaimana perjuangannya hingga sampai dititik ini. Titik yang sudah memberikannya kenyamanan dan ketentraman hidup.

Bagaimana denganmu nak?
"Jalani semuanya, hasilnya serahkan pada Allah, tetep ikhtiar."
Mungkin menurutnya hidup saya saat ini sangat muluk muluk. Mau ini, mau itu, ingin kesini, ingin kesitu, mau jadi ini, mau jadi itu. Rasanya cukup susah menjelaskan bagaimana hidup ini menurut saya bukan hanya sekedar 'bagus'. Bukan hanya melewati fase yang memang 'idealnya' dilewati oleh manusia yang lain. Susah sekali. Rasa rasanya susah sekali harus menerjang arus ditengah manusia lain yang berada in the right track. Tapi beliau selalu percaya pada saya. Tak ada satupun percakapan kami yang terlewatkan tanpa air mata.  Yah, beginilah hidup. Kadang ada fase yang sejak dulu kamu kutuk, namun sekarang ternyata kamu ada di fase itu. Bukan karena pilihan namun takdir. Pilihannya hanya dua, stagnan difase itu dan terus mengutuk atau segera berpindah ke fase yang lain.
 
But Daddy always there, right beside you and believing !

(21032013)

0 comments :

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas