Challenge Yourself Every Single Day

Sabtu, 17 November 2012

Penanggungan : Puncak Tipu Tipu (part 1)

Seperti kata Tuhan, manusia hanya bisa berencana
15 November 2012

Pendakian akhir tahun kali ini tertuju pada gunung di Mojokerto yang terkenal dengan candi candinya. Gunung Penanggungan. Dengan ketinggian kurang lebih 1600 mdpl, kali ini kami berdelapan berangkat dengan formasi  3 lelaki dan 5 wanita. Kami berangkat berbekal keberanian dan niat untuk mencapai puncak Penanggungan demi membuktikan keindahan alam yang konon view nya sangat bagus. Rombongan dibagi menjadi dua yaitu dari Surabaya ada saya, lala dan satu teman baru. Sedangkan rombongan Malang terdiri dari Abay, Rila, Avezahra, Mijon  dan Fifi.

Kami berdelapan sepakat untuk mendaki penanggungan via Jolotundo. Karena memang untuk mencapai puncak penanggungan bisa melalui 2 jalur yaitu lewat  Trawas dan Jolotundo. Dan mendaki lewat Jolotundo memang tidak begitu populer dari pada lewat Trawas. Mau tau kenapa?  temukan jawabannya di akhir tulisan saya.

Mendaki lewat Jolotundo berarti kami akan memasuki kawasan wisata Jolotundo yang terkenal dengan petirtaan/ pemandiannya. Tak heran, sesampainya kami disana banyak pengunjung yang menyempatkan diri untuk sekedar mencuci kaki atau bahkan mandi di petirtaan Jolotundo.


Sebenarnya kami juga ingin mencoba, tapi karena kondisi air petirtaan yang sedikit butek akhirnya kami mengurungkan niat. Banyak mitos yang dipercaya oleh orang orang yang berkunjung disini. Entah untuk awet muda atau semacam pesugihan. Yang jelas banyak bertebaran kembang kembang di kolam  yang juga dipenuhi ikan ikan ini. Setelah puas menikmati wisata Jolotundo sekitar pukul 14.00 kami pun bersiap untuk mendaki penanggungan. Untuk jalur pendakian via Jolotundo, start nya terletak tidak jauh dari petirtaan ini. Sayang nya kami tidak sempat memotret start pendakiannya. Kalau binggung, silahkan tanya ke orang sekitar atau petugas karena memang tidak ada penunjuk jalannya.

here we go

Langkah awal pendakian, kami langsung disuguhkan dengan track yang menanjak. Sangat tidak tepat untuk pendaki yang jarang olahraga macam saya. Alhasil kami pun ngos ngosan dan mulai mengatur ritme nafas supaya lebih teratur. Berdasarkan pengamatan saya, pendakian ke penanggungan ini tidak ada pos pos seperti di Gunung Semeru. Lebih parahnya lagi, disini sangat minim penunjuk jalur pendakian secara resmi. Yang ada hanya coretan coretan kecil cat pilox berwarna merah berbentuk panah. Apalagi diantara kami berdelapan belum pernah ada yang melewati jalur ini. Jadi penunjuk jalur benar benar kami butuhkan agar tak tersesat.

Beberapa jam berjalan akhirnya kami menemukan satu pendopo yang terbuat bambu. Ah, sontak kami senang sekali karena bisa sekaligus beristirahat disini.  Memang pendopo ini belum begitu jauh dari Jolotundo, jadi tak heran disini kami menemukan semacam dupa dkk. Sepertinya tempat ini memang digunakan untuk hal hal berbau klenik oleh mereka yang punya kepentingan.


Perjalanan dilanjutkan. Sepanjang mata memandang kawasan ini jauh dari kesan rindang.   Kayaknya jalur ini memang bukan seratus persen hutan. Malah banyak pohon pisang yang tumbuh, jadi berasa di kebun belakang rumah. hehehe... Oia, ada salah satu spot yang menarik disini. Mirip diluar negeri, karena memang sedang banyak daun gugur berwarna coklat. Mirip settingan drama korea Winter Sonata. Tapi sayangnya disini juga banyak pohon hangus alias kebakaran. Bahkan waktu kemarin pun  kami masih sempat melihat sisa sisa api yang membakar pohon dan rumput.


Sisa api kebakaran
istirahat di kebun pisang
Hari mulai petang, setelah melewati jalan mulus akhirnya kami sampai di lereng. Awalnya kami binggung, karena usai melewati  perkebunan pisang mulai sedikit penunjuk jalur ke puncak. Apalagi menurut referensi yang kami dapat, sebelum menuju puncak akan ada sekitar lima candi yang bisa ditemui. Sebenernya ini salah satu semangat kami yaitu ingin melihat satu per satu candi tersebut. Karena katanya kalau sudah bertemu candi yang pertama maka jarak antar candi makin dekat. Dan itu artinya kami  makin dekat dengan puncak penanggungan.

Kami potimis. Walaupun matahari mulai meredup dan sudah tidak ada lagi penunjuk jalur. Yang kami andalkan hanya insting dan kira kira. Soalnya didepan kami ada tiga bukit yang menurut kami salah satunya adalah Gunung Penanggungan tujuan kami. Jadi, langkah kami fokuskan pada gunung penanggungan yang kira kira adalah bukit ketiga. Kesulitan yang kami rasakan adalah makin minimnya cahaya membuat fokus langkah kita jadi tak terarah. Karena memang sudah malam dan kami hanya berbekal headlamp dan senter untuk menerangi jalan.

Gosong !

Makin malam track nya makin sulit. Harus melewati jalur bekas kebakaran yang sudah gosong  dan berbatu besar besar. Ditambah hampir putus asa karena kami tak menjumpai satupun candi disini. Yang sempat kami lewati hanya gua dibawah sebuah batu besar. Tapi itu pun tak membantu. Alhasil, sepertinya kami tersesat. Menurut perkiraan dari Jolotundo ke puncak butuh waktu 2-3 jam. Nah, kami sudah berjalan dari jam 14.00 hingga 20.00 tapi belum ketemu puncak. Apalagi jalur gosong yang kami lewati makin curam dan tidak jelas. Setelah jalur gosong kami malah menemui jalur padang ilalang dengan kemiringan sekitar 70 derajat. Sumpah, ini menguji mental sekali. "Mana candi, mana puncak?"

Setelah berperang melawan putus asa sampailah kami disebuah dataran. Ya. Dataran, setelah berjam jam harus berjalan miring merambat karena kemiringan track kami tadi. Walaupun demikian kami juga tidak tahu dataran apa yang kami singgahi ini. Puncak Penanggungan kah? tunggu esok, hari masih gelap


[*] part 1 to be continue

5 comments :

avezahra mengatakan...

Ya Allah mbak dinooo
di bagian mananya perjalanan seperti ini disebut backpacking??
hahaha~

*menanti part selanjutnya* :) :) :D

Paramadina mengatakan...

@avezahra :

iki backpacking semi hiking mut. hahaa... please read part selanjutnya #ngakak es tes nembelas

aalfiryal mengatakan...

penasaran sama si "teman baru", boleh lah dikenalkan? =)

Tsabita Shabrina mengatakan...

halo ding !! hhhahaha

hmmm walau puncaknya tipu tipu, seems like you guys had so much fun :) smg aku bisa ikut next trip !!!!! ^O^

Paramadina mengatakan...

@ firyal :
that's you boy

@ Nenek :
coba nenek ikut, pasti seru sama mijon. hahaha

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas