Challenge Yourself Every Single Day

Sabtu, 17 November 2012

Penanggungan : Puncak Tipu Tipu (part 2/end)

16 November 2012


Membuka mata di keesokan hari, kami baru sadar satu hal. Ini  bukan puncak penanggungan !


Ternyata puncak nya masih ada diatas sana ....

Padahal kami ingin sekali dapat sun rise disana, tapi apa daya. Kami cuman bisa memandangi dari bawah tempat tenda kami berdiri. Di puncak terlihat ada beberapa orang yang menikmati sun rise. Sedangkan kami g dapet sun rise karena ketutupan. haha... Yasudahlah, perjuangan tadi malam membawa banyak pelajaran bahwa manusia tidak boleh berputus asa dan nggak boleh kapok naik gunung (kata Abay). Cerita selanjutnya senang senang di puncak buatan kami sendiri. Kami minum teh dan masak sarapan bersama sama. Ngobrol ngalor ngidul dan ketawa ketiwi dengan penampilan stand up comedy nya Abay.



Mijon : Gue oke, situ oke?
Lama kelamaan, puncak buatan kami mulai terkena sinar matahari pagi yang menyengat. Setelah sarapan kami memutuskan untuk segera turun gunung. Yaaa, walaupun ada sedikit opsi diawal untuk turun lewat jalur Trawas. Artinya kami harus naik ke puncak penanggungan dan turun gunung lewat jalur trawas yang lebih bersahabat dan banyak dilalui pendaki. Tapi saya pribadi memilih untuk turun lewat jalur Jolotundo saja seperti diawal. Alasannya karena saya sudah malas mendaki lagi, kayaknya masih jauh banget itu. Apalagi persediaan minum tinggal 2 botol aqua besar untuk berdelapan. Itu akan sangat kurang untuk pendakian naik lagi, menurutku sih.

Alhamdulilah akhirnya teman teman yang lain juga sepakat untuk turun lewat jalur awal. Kami pun mbabat alas/ membuat jalur sendiri lagi untuk yang kedua kalinya. Perjalanan turun tak kalah menengangkan dibandingkan naik. Karena kemiringan hampir 70 derajat jadi turun pun harus extra hati hati supaya nggak jatuh kebawah. Turun jadi kendala buat saya karena saya memang tidak bisa turun dengan berlari karena trauma jatuh di semeru dulu. Jadi saya selalu turun paling lambat bersama dengan avezahra di rombongan paling belakang.

Perjalanan pulang nyatanya tak kalah seru dengan perjalanan saat berangkat. Tantangannya kali ini adalah menemukan kembali jalur berangkat kemarin untuk panduan pulang kejalan yang benar. Tantangan kedua adalah kami harus hemat air minum yang tinggal 2 botol untuk 8 mulut. Tapi lagi lagi, kami nyasarrrr pas pulang. Padahal dijalan kami sudah bertekat nanti sesampaiinya di Jolotundo kami akan pesan es teh 16 gelas (tiap orang 2) saking haus nya! ah sial.

Perjalanan pulang tidak lagi mulus. Nyasar lumayan jauh sampai kita bertemu dengan  bapak petani. Subhanallah rasanya lega sekali. Kami pun bertanya dimana jalur turun ke Jolotundo lagi. Tapi kata si bapak kami sudah nyasar jauh. Dan si  bapak memberi solusi untuk mampir ke rumahnya. Alhamdulilah, ternyata jalur tersesat kami dekat dengan  salah satu perkampungan warga. Akhirnya kami tidak turun ke Jolotundo, tapi malah ke rumah penduduk. Lalu  yang kami cari  hanya satu yaitu AIR !

nemu air keran di kampung warga
Setelah nemu air keran di rumah warga rasanya penderitaan kami usai sudah. Sekarang tinggal nunggu ojek untuk mengantarkan kami ke Jolotundo ambil sepeda motor. Sepanjang perjalanan mencari ojek, setiap ada toko yang kami jumpai kami selalu mampir untuk beli minum. Intinya kami butuh yang seger seger. Sampek akhirnya kami kenyang sama air.

Puncak Penanggungan Tipu Tipu !
Alhamdulilah perjalanan kali ini sangat berkesan. Berkesan karena kami semua tersesat dan belum mencapai target untuk ke puncak penanggungan. Maka saya sebut ini sebagai Puncak Penanggungan Tipu Tipu.  Pas malam rasanya sudah di puncak tapi ternyata pas pagi kami baru sadar ada di puncak bukit yang  lain. Hahaha....

[*] part 2 end

9 comments :

coratcoret mengatakan...

emane rek
padahal puncaknya keren lo
yah mskipun gak sekeren merbabu sih mbak
wkwkwkw :p #pamerdikit

avezahra mengatakan...

Sumpahhh. kesel dewe lek eling2 wingi. tapi seruuu banget sihh~

dzikir e cuman satu kalimat: es teh wolulas. es teh wolulas
huahahahaha~

Sipp mbak!
jangan kuatir aku ndek mburimu, mbak :))

Paramadina mengatakan...

@ Lukman :

sombonge gak mari mari rek :|

@ Avezahra :

maaf ya, aku membuatmu jalan paling belakang sama aku mut, hehehe

coratcoret mengatakan...

merbabu bukanlah apa2 kalau dibandingkan dengan mahameru kakak
apa yang mau disombongkan dari itu coba?
:)

avezahra mengatakan...

mas corat coret ini mas2 yg disempu itu ya?
ciee mbak dina cieee :p

Paramadina mengatakan...

@Lukman :
Tetep sombong, soalnya km uda ke merbabu

@mutia :
ciyee lapo mut hayooo

coratcoret mengatakan...

@mbak dino
pfffft, tapi kan blom muncak semeru kaya smean se
:(

@mutia
ciyeee mutia masih inget aku
:D

Paramadina mengatakan...

@ Lukman :
yowes, peace 'o'v

@ mutia :
mau tak kenalin ta mut?

avezahra mengatakan...

ciyeee mbak dino sama mas coratcoret salah tingkah rekk. #kepergok

aku ngaleh wess ben gak ngganggu. Assalamualaikum :)

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas