Challenge Yourself Every Single Day

Jumat, 14 September 2012

Journalis on duty (part 3/end)

 Mungkin kita punya iman yang berbeda beda, tapi didepan uang kita semua sama

Hello readers, tulisan saya kali ini saya buka dengan kutipan dari salah seorang teman saya diatas. Why? Karena kali ini saya mau cerita tentang kehidupan dibalik seorang jurnalis terutama masalah masalah sensitif yang satu itu. Seperti biasa tulisan ini murni perspektif saya, so kalo ada yang tidak setuju saya minta maaf. Sekedar sharing saja,

Siapa yang nggak tau istilah wartawan amplop atau wartawan bodrex. Wartawan macam begini sepertinya masih belum hilang sampai sekarang. Berdasarkan pengalaman saya dilapangan beberapa bulan lalu sedikit demi sedikit saya bisa mengenali siapa sih yang tergolong wartawan amplop. Tapi memang, menghindari amplop berisi uang yang diberikan oleh narasumber adalah hal yang sulit. Hahaa, apalagi kalo dikasih goody bag yang isinya barang barang bagus. Semua suka uang :)

Tapi lagi lagi profesi wartawan harus mematuhi kode etik, salah satunya yaitu tidak boleh menerima imbalan dalam bentuk apapun. Namun kenyataannya ‘lahan lahan basah’ masih jadi tempat favorit para wartawan amplop. Biasanya kalo ada acara nya orang besar disitulah lahan basah, karena ‘ada uangnya’. Tapi sekarang lebih modern karena nggak pakai amplop lagi, tapi pakai ATM. Lebih mulus dan tidak terlihat. Jadi kalau bicara masalah idealisme seorang wartawan, menurut saya itu ketinggian, dan bisa dihitung dengan jari.  Money talk !

Demo. Demo. Demo

Hal lain yang tak kalah menarik adalah profesi wartawan yang sangat maskulin. Kalaupun ada wartawan cewek itu berarti dia tidak cantik, hahaaa, soalnya setiap hari harus turun lapangan. Apalagi wartawan yang di pos kan untuk meliput bagian kriminal dan bagian bagian lain yang tak luput dari debu jalanan. Ah, hidup memang keras.  Bahkan dosen ku pernah bilang,

Gaji nya wartawan, kamu buat facial sekali aja udah habis #joke

Jadi saya selalu salut sama wartawan cewek yang bisa bertahan lama disebuah media. Berarti dia tahan banting jadi kuli tinta. Selain itu menjadi seorang wartawan harus humble dan pandai bergaul karena wartawan lainnya jauh lebih tua dari pada kita. Dulu awalnya saya sempat mengalami culture shock karena mendapati teman teman wartawan saya rata rata seumuran sama Bapak. Ini sama artinya dengan bekerja bersama bapak saya sendiri, tapi dalam jumlah yang lebih banyak. Jadi obrolan mereka sering sekali roaming dengan pemikiran saya *krik krik*. 

Cerita apa lagi ya, mungkin sekian dulu serial Jurnalis on duty versi saya. Sebenarnya masih banyak sekali cerita yang sialnya kudu off the record. Hahaa 

So, ready to be journalis (again) ?

12 comments :

coratcoret mengatakan...

plok plok plok plok
kapan buku dr tulisanya ini terbit kakak?
:3

Paramadina mengatakan...

@ lukman :
uda terbit. ke mana aja kamu

coratcoret mengatakan...

sumpah? g dpet info aku mbak.. :(
wah ditanya kemana, masa yang ini harus dijawab lagi mbak? :3

umm.. alasan narasumber nyuap wartawan itu apa mbak? biar g dibritain yg negatif gtu?

Paramadina mengatakan...

@ Lukman :
yah, km sih keasikan gambar. haha
coba cari di apotek K24 deh

emm, yup, alasan secara eksplisit. g berani ngomong banyak disini aku man, hahaa

coratcoret mengatakan...

apotek kejauhan mbak dr rmahku, ditoko ternak ada nggak ya? :p

ya ya ya.. apkah nggak ada pnyringan berita dulu gtu, sblum brita dipublish dri pihak medianya mbak?

Paramadina mengatakan...

hahaha, coba cari deh kalo gt.

kalo penyaringan mesti ada dong, itulah gunanya editor.

coratcoret mengatakan...

la terus kalo tau beritanya bkal disaring dlu, ko masih mau itu si narasumber nyuap gtu mbak?

Nabila mengatakan...

keep fire mbak dino.
mbak dino juga salah satu dari sekian cewek tangguh kok :)

Paramadina mengatakan...

@ lukman :
thats why, kadang kita gak faham hubungan 'baik' antara media dan wartawan ya.

@ Nabila :

oke bil, i am on fire :D
ku tunggu ceritamu selanjutnya yaa

coratcoret mengatakan...

ya.. ya.. ya.. bahkan untuk hal seperti itu

setuju sama mbak nabila, mbak wartawan yang satu ini keren ya
:D

zahraa mengatakan...

mbak jd wartawan apa IPnya hrus bagus ya? hhehe. pertanyaan ga penting

Paramadina mengatakan...

@ zahra :

Bagus kok, asal porsi kerja sama porsi kuliah lebih banyak kuliah, hehehe

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas