Challenge Yourself Every Single Day

Minggu, 06 Mei 2012

Dutch : Negara 'Pelit' Yang Menjadi Negara Maju di Eropa

Bicara tentang Belanda ada ikatan batin yang kuat dengan Indonesia. Ya, sejarah panjang yang mengantarkan Belanda ke Indonesia tiga setegah abad yang lalu membawa banyak perubahan bagi keduanya. Namun, mungkin selama ini kita mengenal Belanda sebagai kompeni. Tapi sebenarnya ada banyak hal positif yang bisa kita ambil dari negara yang terkenal dengan Windmill nya ini. 

Kita intip yuk,

Tapi sebelum kita intip Belanda, pakai dulu Klompenmu  

Klompen atau clogs dalam bahasa inggris menjadi salah satu keunikan Belanda
Keluarga di Belanda yang menggunakan Klompen
Tentu kalian tak asing kan dengan Klompen? Dalam bahasa Belanda Klompen berarti sebuah sepatu yang terbuat dari kayu dan hingga saat ini menjadi keunikan negara ini. Klompen ini bukan hanya bicara tentang sebuah sepatu lho. Tapi ini adalah salah satu contoh bagaimana Belanda menjaga kultur nenek moyang mereka. Selain Klompen juga ada Volendam, Windmill dan masih banyak lagi. Uniknya mereka bisa melakukan hal ini dengan tetap mengikuti perkembangan life style di dunia.  


Setelah belajar dari Klompen yuk mari kita intip kehidupan di negara Belanda.

They call Deucth as a Small Country with the Big Place.  Dengan luas negara + 42 ribu kmdan jumlah penduduk yang berkisar + 16 juta jiwa masyarakt Belanda bisa hidup dengan makmur dan sejahtera lho? Jangan iri dulu, soalnya perancangan tata kota dan arsitektur yang baik menjadikan negeri ini sebagai salah satu negeri yang nyaman untuk ditinggali. Jadi nggak heran kalo Belanda dinobatkan oleh PBB sebagai “Negara ke 4 World Happiness Report.  Tapi walaupun negara nya kecil ada banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi lho. Keukenhof, Rotterdam port dan Amsterdam Schiphol adalah yang paling terkenal di Belanda.

Rotterdam port : Pelabuhan terbesar di dunia dan pintu gerbang utama memasuki Eropa melalui laut

Keukenhof : Kebun bunga terbesar dan terindah di dunia

Amsterdam Schiphol : Bandar udara terbesar di Eropa


Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah The Technology & Artistic Creature
 
Sebagai negara maju, teknologi-teknologi yang dikembangkan di Belanda merupakan buah karya pemikiran generasi yang terdidik dengan sistem yang juga diakui secara internasional dengan adanya istilah 3 TU(Technische Universiteit). Yaitu Delf University of Technology, Eindhoven University of Technology, dan University of Twente. Demikian pula dengan karya arsitekturnya yang luar biasa. Buktikan dengan melihat tempat tempat seperti Haque, Delft, Harleem, Utrecht, Groningen, dan Maastricht. Ini semakin memperkuat alasan bahwa Belanda berhak mendapatkan BestInternational Venue pada Exhibition News Awards ke-6.

Keindahan Maastrich membuktikan kehebatan para arsitekturnya
 
Puas intip intip Belanda, sekarang waktunya berkenalan dengan penduduk Pribumi !
‘els dubbeltje omdraaien’ 
(putar koin dua kali sebelum berfikir membelanjakannya) 

Hemat ! Hemat ! Hemat !
Tidak perlu tersenyum senyum membaca ungkapan yang jadi salah satu motto sakti di negara Belanda. Nampaknya motto tersebut yang malah bisa membuat mereka menjadi negara maju seperti sekarang. Yaitu hidup HEMAT !

FYI, hidup hemat atau bahkan pelit bukan hal memalukan bagi orang Belanda tapi merupakan sebuah kebajikan. Oleh karena itu mereka selalu cermat dalam mengeluarkan uang dengan pandai memelihara barang yang mereka miliki. Hemat energi juga sudah mendarah daging bagi penduduk Belanda, jadi tak heran budaya bersepeda jadi primadona disana. 


Gimana? ternyata banyak hal positif yang bisa digali dari Belanda kan.
How they live and enjoy with their creativity. so, you gets something folks?
Refrensi :
http://radix.students-blog.undip.ac.id/2009/06/17/hemat-cermat-ala-orang-belanda/
www.dutchdailynews.com/amsterdam-rai-wins-best-international-venue-award/
http://www.dutchdailynews.com/world-happiness-report-ranks-netherlands-4th-happiest-nation-in-the-world/

all picture get from : www.google.com

7 comments :

coratcoret mengatakan...

sayangnya mbak, generasi bangsa kita sekarang lebih suka sama korea dibanding belanda, parahnya cuma suka ma entertainmentnya doang
hahahaha
ojok2 smean pisan
:p

Paramadina mengatakan...

K-Pop emang lebih mudah diterima pengaruhnya sama anak muda. Soalnya sisi maskulinitas alias kegantengan itu yg bikin gak kuat. Hahaha.....

Tapi kalo Belanda ini beda man, dia menawarkan sesuatu yang lebih eksklusif menurutku. seperti kearifan lokal penduduknya yang menjaga tradisi nenek moyang. Dan kalo mau menikmati indahnya arsitektur dunia memang cuman ada di Belanda lho.

Nah kita sebagai generasi bangsa jangan pesimis dulu. Jangan terkotakkan dengan hanya melihat Jepang dan Korea dengan K-pop nya. Tapi lihat negara sekitar kita, salah satunya Belanda.

Ini bisa jadi inspirasi buat negara kita untuk maju. Terutama masalah tata kota yang aku acungi jempol.

setuju?!

coratcoret mengatakan...

hahaha
nah kan....
tapi ada yg blang mbak, boomingnya Kpop di Indonesia itu bukan karena pnmpilan mereka, atau bahkan kemaskulinitas mereka. Perkmbngan Kpop di Indonesia lbih dlatar blakangi ulah para distributor musik kita yg main "telen" aja, main "jiplak" istlah lainnya

lain lagi kalo masalah budaya. kenapa sih harus belanda mbak? menurut saya budaya eropa lebih sulit diterapkan dinegara kita, kenapa tidak budaya di asia saja? jepang mungkin. semisal budaya menghormati guru; berseragam saat sekolah; tidak memakai sepatu didalam rumah; budaya makan duduk; membedakan panggilan untuk orang tua, kakak, adik, senior dsbgnya itu menurut q akan lbih bsa diterima di Indonesia, mengingat kita juga masih serumpun dngan negara diasia timur tersbut. budaya yg positif jg kan
:)

kalau dalam hal tata kota sih aku lbih tertarik sama jepang juga mbak, dalam hal penghematan energi juga kan jepanglah yg mnjdi kiblat dunia mbak din

Paramadina mengatakan...

oke man,

aku sangat setuju dengan alenia kedua mu. Memang budaya asia lebih cocok diterapkan di indonesia ya. dan yang kamu sebutin itu pada kenyataannya pernah jd bagian budaya indonesia. tapi sayang sekarang makin terkikis sama budaya globalisasi. jadi di anggap kuno.

Menurutku tren musik itu kan musiman, mungkin taun ini lg booming boyband dan girlband. tapi tantanganya adalah gimana mbuat boyband yg punya ciri khas indonesia biar g gampang tergilas.

Habis nulis tulisan ini aku mendadak jatuh cinta sama belanda. jadi why belanda? because i love it. hahahaha. tapi tetep kalo soal arsitektur kotanya dia yg nomer 1. jadi kesimpulannya kita bisa banyak belajar apapun dari banyak negara yg berbeda beda.

asalkan kalo negara lain jangan belajar KORUPSI dari negara kita, malu maluin :D

coratcoret mengatakan...

yups, sayangnya kita(bahkan saya sndiri)tidak memanfaatkan globalisasi itu untuk meng'upgrade' budaya lokal yang ada, tapi malah menikmatinya. kita kalah dlam mempopulerkan budaya kita sndiri dalam arus globalisasi yg trjadi, jadi tdak heran kalau sbagian orng indo lbih mngenal budaya luar dripda budaya lokal yg ada
:)

mungkin dengan mnjadi boyband atau girlband alay mbak, bkan alay dlam pnampilan, namun kata2 hahahah..... kUyUkX tCuCah t3r9ilas ntuh mbak. :P
kalau mnurutq se bukan mslah trgilas atau tdaknya, namun diterima atau tidaknya ditelinga orang2 Indonesia itu dulu yg perlu dcrmati

nah itu dia mbak, bahkan kita jga bisa belajar dri budaya kita sndiri. soalnya budaya dinegri ini saja kan jg beragam, bisa dliat dari banyaknya jumlah suku n beragamnya bahasa ditiap wilayah dingri ini. kalo mslh KORUPSI sih no comment mbak hehehehe......

dunia kecil indi mengatakan...

wah, tulisannya menarik dan bermanfaat sekali. thanks for sharing. kebetulan keluargaku banyak yg tinggal di belanda. baca tulisan ini jadi mau menyusul, hehehe :)

Paramadina mengatakan...

Halo Indi, ternyata kamu penulisnya buku "waktu aku sama Mika" ya? i've been look that book at book store. and amazing i can meet you here *in a comment*

well, Belanda memang menyimpan sejuta pesona ya. Aku juga ingin segera kesana :)



thanks for visiting my blog Indi :D

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas