Challenge Yourself Every Single Day

Jumat, 17 Februari 2012

Berakit rakit ke Pulau Sempu

 

Jadwal untuk liburan semester ini adalah wisata Bahari, ya, walaupun tidak murni 100% bahari karena harus naik turun bukit yang super becek. Tujuan kami adalah Pulau Sempu, sebuah pulau yang berada di kawasan Pantai Sendang Biru Malang. Hingga kini saya tidak pernah tahu jawaban atas arti dari 'Sempu', yang jelas keindahannya luar biasa dan hampir sempurna.

Perjalanan di mulai di Sabtu (11/02) pagi, kami berdua puluh satu bertolak dari masjid Al-Falah di Jalan Bandung Malang dengan mengendarai sepeda motor sebanyak 10 buah. Perjalanan bisa dibilang cukup jauh dari pusat Kota Malang. Jarak tempuh antara Malang kota hingga pantai Sendang Biru mencapai tiga jam penuh. Kami sampai sekitar pukul 13.00 dan bersiap untuk menyewa perahu.

Untuk sampai di Pulau Sempu memang harus menggunakan perahu yang banyak tersedia disana. Satu perahu dibandrol dengan harga sewa yang cukup mahal yaitu 100 ribu per kapal dengan kapasitas 10 orang per kapal. Nah kita sedang beruntung nih, soalnya bawa banyak personel jadi biaya sewa kapal di bagi rata.

Turun Kapal, Memasuki Area Pulau Sempu
Belum juga puas menikmati deburan ombak eh kami sudah di suruh turun, yah, ternyata bayar 100 ribu itu cuman dinaiki paling lama 10 menit lah. Soalnya jarak antara pantai Sendang Biru sama Pulau Sempu memang relatif dekat. Sebelum memulai treeking menuju Segara Anakan yang berada di tengah tengah Pulau Sempu ini kami tak lupa berdoa supaya diberi keselamatan dan kemudahan selama perjalanan. Bismillah, budal !!

Begitu memasuki kawasan hutan kami tidak kaget, karena jalan berlumpur. Tapi yang bikin kesal adalah lumpurnya hampir se mata kaki kami. Alhasil jalan semakin melambat dan ekstra hati hati karena banyak juga lumpur hidup yang sangat berbahaya kalo kita terperosok didalamnya. Parahnya, kita datang disaat musim hujan jadi keadaan jalan makin tambah becek. Saking beceknya banyak para pengunjung yang bikin jalan sendiri walaupun itu harus sedikit naik bukit alias miring miring.

Baju, celana, sandal tidak ada yg selamat dari si Lumpur
Berasa tarzan ya, kami lompat dari satu akar pohon yang menjuntai ke bawah untuk dijadikan pegangan supaya gak jatuh. Kudu lihai nih, itu kalo anda nggak mau kena lumpur. Belum lagi banyak pohon tumbang yang menghalangi dan menutup jalan. Jadi kalo anda berencana untuk pergi ke Pulau Sempu, sangat disarankan untuk memakai alas kaki yang kuat. Misalnya saja Sepatu Boat, soalnya pakai sandal gunung merek terkenalpun juga give up alias pedot. Ini juga terjadi pada teman teman saya yang akhirnya 'nyeker' saja lah...

Perjalanan cukup melelahkan karena diguyur hujan juga pas ditengah jalan, nah lumpurnya tambah becek lagi kan. Sampai sampai pas hari sudah gelap kami masih belum sampai juga. Akhirnya kami pun menggunakan senter dan headlamp untuk menerangi perjalanan melewati kubangan lumpur. Tak beberapa lama kemudia akhirnya kami sampai, total perjalanan adalah 5 jam non stop. Gila, kami sampek jam 8 malem !

Dirikan tenda dulu :)
Urus perut, masak nasi dan sarapan buat makan ber-21
Foto diatas adalah foto keesokan harinya sesudah kami benar benar bisa melihat dan meraba keindahan Segara Anakan yang memang bagus banget. Waktu kami tak banyak disini, karena nanti siaang sudah harus kembali ke Malang Kota. Oleh karena itu kami langsung sempatkan diri untuk mencebur ke segara anakan yang airnya asin, asli ! Tapi segerr, apalagikita bisa lihat secara langsung karang yang bolong gara gara kena ombak. FYI, dibalik batu besar yang menutupi Segara Anakan ini merupakan samudra/laut lepas. Jadi segara anakkan ini terbentuk dari air laut yang terjebak masuk lewat karang karang tersebut. Jadi tak heran kalo airnya lebih hijau dan tenang, jadi aman buat renang :)

Ini dia laut nya, biru banget !
Kalo kita mau sedikit naik ke atas batu karang didekat segara anakan ini, kita bisa lihat laut lepas yang luar biasa bagusnya. Biru nya bener bener bagus dan bikin spechless lah pokoknya. Nah dari atas sini bisa dilihat juga perbedaan antara laut dan segara anakan. Kalo laut bener bener Biru dan kalo segara bener bener Hijau airnya.

Anak Pantai ~ ~ ~
Sekian dulu info perjalanan saya dan teman teman Wombopala kali ini. Seperti biasa kami sempatkan untuk berfoto bersama walaupun tanpa bendera, hiks. Yang terpenting adalah sekali lagi kami menemukan keindahan alam dan juga banyak teman baru :)

INFO BUDGET :
Biaya masuk perorang Rp. 6000
Sewa Kapal pp Rp. 200.000
Logistik (Air minum 2 botol, makan keperluan kelompok)

12 comments :

avezahra mengatakan...

mbak diiiiiiin

coratcoret mengatakan...

walah ko kedisian aku mbak din
:p
aku nulis tntang sempu jg e
:)

Paramadina mengatakan...

wahhh, ini belum juga selesai rek. udah ada yang komen ternyata. hehehe... tunggu kelanjutanyya yah

MeriskaPW mengatakan...

gk bayar biaya ke kantor konservasinya??
aku dulu untungnya kesana pas gk musim ujan jd 1,5jaman nyampe.. temen2ku malah pernah kesana lumpurnya sampe sepaha lho.. untung ae cowok2 semua, jd 2,5jam mereka bisa nyampe sana,, klo aku mending nunggu musim kemarau aja bru kesana lg, hehehe (jd curhat ya? hha)

Rila sedang berjuang mengatakan...

koreksi :
sepedanya benar 10 kah?
coba dpikir lagi, 21 orang dbagi 10sepeda, berarti ada 1sepeda 3orang donk? right...?
ak yg brngkt sesi2 aj kira2 7sepeda kog.. hahaha

Paramadina mengatakan...

@ meriska : wah kalo sepaha iku parah namanya, memang normalnya kan 1.5 jam, tapi molornyaaa....

@rila : ayo itungno mboog, males mikir aku :D

Anonim mengatakan...

biaya bensin +- Rp 20.000,00
biaya perahu itu Rp 100.000,00 kapasitas (10-12 orang)
terus sukarela ke perijinan (gak ngasih juga gak papa)
kalo sewa porter (Rp 200.000,00/hari)

Thofa mengatakan...

like this postingan poto-potonya.. kombinasi dr beberapa jepretan

hahaha

Paramadina mengatakan...

@Thofa : thanks :) , ini foto jepretan anak anak juga kok. di kameraku bnyk yg gak dpt moment pas awal perjalanan

thanks for coming and comment Thofa

Thofa mengatakan...

hehe.. sama-sama mbak Din..

zahraa mengatakan...

waah keren tempatnya! nyesel deh waktu kesana ber10 sama tmen2 kampus gajadi masuk pulaunya, soalnya nyampe sana udah jam 8 malem eh pas ujan deres lagi akhirnya kami diriin tenda di pantai bajul mati, nggak jauh dari pantai sendang biru. pengeeeen mbak :( #eh curhat.

Paramadina mengatakan...

@zahra : wah kalo perjalanan malam memang sangat tidak disarankan. soalnya mitos ada nya macan dan hewan buas masih banyak beredar disana. Jadi kudu hati hati. Lain kali sempetin ke sini, gak nyesel :)

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas