Challenge Yourself Every Single Day

Sabtu, 08 Oktober 2011

Nutrifood Leadership Award 2011: Univ.Brawijaya Lebih Unggul !

Pada hari kamis (06/10) yang lalu saya berkesempatan mengikuti ajang Nutrifood Leadership Award 2011 yang diadakan di Hotel Somerset Surabaya. Saya adalah salah satu dari 80 peserta yang  berhasil menyisihkan beberapa kontestan lainnya di regional Jawa Timur. Nutrifood Leadership Award ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Nutrifood, perusahaan yang mempunyai beberapa anak perusahaan seperti Nutrisari, Hilo dan Tropicana Slim.

Seleksi Pertama : Kapan Kamu Menjadi Seorang Leader yang Inspiratif?
 Univ. Pelita Harapan ; Univ. Widya Mandala ; UMM ; Univ. Brawijaya ; ITS dan Univ. Airlangga adalah beberapa universitas yang berhasil mengirimkan delegasinya ke ajang bergengsi tersebut. Walaupun saya datang sendirian dengan bekal keberanian tapi untungnya setelah bertemu beberapa peserta lainnya saya cepat akrab.

Acara dimulai pukul 8 pagi, dibuka dengan pemaparan rules dari audisi ini yang memakai sistem gugur. Pada seleksi tahap pertama, tiap sepuluh orang naik ke atas panggung untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepada seluruh finalis dalam waktu 45 detik saja.
Kapan kamu menjadi sosok leader yang inspiratif?

Beragam jawaban dilontarkan oleh para mahasiswa dan mahasiswi ini. Sebagian besar mereka menceritakan pengalaman organisasi mereka. Saya dapat bagian maju kloter ke 4, sehingga masih sempat memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Dari jawaban jawaban yang saya tangkap, saya bisa menyimpulkan jika saingan saingan saya adalah para ketua BEM ataupun ketua Hima dari universitas mereka. Waw, sempet minder juga awalnya tapi saya mencoba memyiapkan jawaban terbaik saya dalam 45 menit kedepan.

Setelah seleksi pertama selesai, juri bediskusi sebentar untuk mengumumkan peserta yang lolos ke babak 20 besar. Dibabak ini para peserta akan menerima pertanyaan per lima orang yang maju ke atas panggung. Satu per satu nama pun disebutkan. Sayangnya, nomer peserta saya '49' tidak kunjung disebutkan. Ternyata perjalanan saya harus terhenti sampai disini saja.

 Seleksi dua : Opinion Express oleh 20 Besar
Dua puluh besar peserta yang telah lolos harus menjalani tahap Opinion Express dengan menjawab pertanyaan seputar current affairs yang nantinya akan didiskusikan bersama. Melihat para finalis ini dalam menjawab dan mendiskusikan pertanyaan saya sempat terkesima oleh dua orang cewek asal Universitas Brawijaya. Walaupun sebagian besar finalisnya adalah cowok tapi logika berfikir yang disampaikan sangat tepat dan tegas.


Brawijaya Unggul Sejak Awal

Sejak tahap seleksi pertama, setiap peserta yang berasal dari Universitas Brawijaya selalu meneriakkan yel yel mereka. Aku lupa detail kalimatnya gimana, tapi kalo di Unair ya semacam Excellent With Morality !. Awalnya saya agak risih dengan 'teriakan teriakan' mereka itu, tapi lambat laun justru dari yel yel itulah para peserta dan juri jadi well known sama semua peserta dari Universitas Brawijaya. Peserta yang lolos i tahap kedua dari Universitas Brawijaya juga terbukti unggul dalam menyampaikan opini mereka.

Tak hanya isi dari opini mereka yang saya anggap baik. Tapi juga bagaimana teknik publik speaking mereka yang teratur dan meyakinkan audience. Ini yang perlu dicatat. Sebagai perbandingan saja dengan saya mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Surabaya yang walaupun sudah lulus kelas public speaking tapi ngomong didepan publik masih sering grogi dan belepotan. Sial !!

Sekali lagi salut buat mahasiswa Universitas Brawajiaya. Bagaimana mereka bangga dengan almamater mereka. Padahal dari ke 80 peserta yang lain tidak ada yang memakai jas almamater, tapi satu dari beberapa mahasiswa universitas brawaijaya malah dengan bangga menunjukan identitasnya. Keunggulan mereka juga terus berlanjut hingga penyisihan dari tahap kedua ini yang dipilih menjadi 10 orang saja. Saya tidak tahu detailnya tapi mahasiswa universitas brawijaya tidak hanya satu orang saja yang lolos. Selamat


Inspiratif Saat Mendaki Gunung Semeru

Berbeda dengan yang lain, saya tidak menceritakan pengalaman organisasi saya. Justru saya merasa menjadi sosok pemimpin yang inspiratif saat mendaki Gunung Semeru. Lho??!
Saya merasa menjadi sosok pemimpin yang inspiratif saat mendaki Gunung Semeru pada bulan agustus lalu. Saya berangkat dengan 9 orang laki laki dan 2 orang perempuan termasuk saya. Namun saat perjalanan menuju puncak teman cewek saya ini mengalami gejala Hipotermia sehingga tidak bisa melanjutkan puncak. Tapi saya merasa punya tanggung jawab untuk menyelesaikan perjalanan ini. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk terus ke puncak walaupun satu teman saya harus berhenti. Sesampainya dipuncak saya ingin terus menginspirasi teman saya ini dan para pendaki wanita lainnya. Bahwa setiap dari kita adalah seorang pemimpin bagi diri kita sendiri

Bukannya saya kehabisan jawaban sehingga memilih topik naik gunung ini. Tapi saya pingin lain dari pada yang lain. BUT SEE, IT DOESN'T WORK

4 comments :

Nararya Wijaya mengatakan...

Sakno lak an din, koncomu mbok tinggal awakmu lanjut dewe.....

avezahra mengatakan...

sangar mbak din :)

Paramadina mengatakan...

- Mas Arya :
Tak pikir kamu ngoment opo mas. hehehe... yo sakno mas sak jane, tapi saat saat itu sungguh dilematis. sumpah

- Avezahra :
Sangar ndi ambek koen???

Tsabita Shabrina mengatakan...

hoaaallaa, dirimu sido melok iki ta ternyata, smangat ding , jek akeh sing bisa diburu, yeaaaahhh :)

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas