Challenge Yourself Every Single Day

Sabtu, 12 Maret 2011

Susahnya Selingkuh di Zaman Majapahit

Disini ruangan ini saya ketemu jelangkung
       Mencari tempat weekend bersama keluarga di Surabaya memang tidak susah, apalagi ada banyak mall disini yang selalu ramai dikunjungi. Tapi kali ini saya ingin mengunjungi tempat yang agak sepi. Pilihanya yaitu museum. Tak banyak wisata museum di Surabaya yang saya tahu selain Monumen Kapal Selam dan Museum Mpu Tantular. Beberapa hari yang lalu baru tahu kalo ada museum kesehatan di Surabaya yang namanya Museum Kesehatan Dr Adhyatma, MPH. Terletak di Jalan Indrapura no.18 Surabaya, museum ini berada dikomplek Rumah Sakit Penyakit Kulit dan Kelamin. Jangan kaget bila museum ini juga dijuluki Museum Santet, karena memang ada banyak koleksi benda benda metafisika yang bisa ditemui disini.
Tebak, ini flash disc ato mesin cuci
        Terdapat tujuh sasana yang membagi koleksi benda yang dipajang. Sebagian besar menampilkan tentang catatan sejarah berdirinya museum ini dan alat alat kesehatan pada jaman dahulu. Hanya dengan membayar retribusi sebesar 1500 rupiah saja, saya bebas muter muter museum ini ditemani seorang guide tour. Saking sepi nya museum ini saya sempat merinding, soalnya ada banyak benda benda yang mistis dan menurut saya menakutkan seperti Jelangkung dan Nini Towok yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Yang menarik adalah koleksi teknologi komunikasi jaman dahulu, ada flashdisc segede mesin cuci, printer segede meja makan dan masih banyak lagi yang membuat saya kagum.



Rok anti pemerkosaan dan perselingkuhan
Wah ribet nih kalo kebelet pipis :)
       Banyak hal menarik disini dan ini yang paling saya suka. Jika kita sempat mengalami hidup di era kerajaan Majapahit dulu, jangan harap bisa melakukan perselingkuhan. Para suami suami siaga zaman dahulu ternyata sudah antisipasi terhadap para istri istri nya yang di tinggal dalam masa peperangan. Yaitu dengan Celana Anti Pemerkosaan yang biasa disebut dengan Cupeng yang dilengkapi dengan gembok. Nah, sang suami lah yang berhak membawa kuncinya *keren sekali bukan hehehe... Melihat bahannya yang terbuat dari kulit dan logam dipastikan celana ini hanya digunakan oleh kalangan menengah keatas ato kamu borjuisnya. Sampai sekarang cupeng ini masih banyak dipakai oleh penduduk Melayu sekitar pantai timur Sumatra, Dayak, Bugis, Makasar dan Aceh. Mungkin ini bisa jadi solusi meningkatnya kasus pemerkosaan dan perselingkuhan saat ini. Berminat order??

*Jika bosan dengan tempat liburan yang itu itu saja, tak ada salahnya mampir kemari. 
Salam Cupeng !

2 comments :

Ari Suci Rahayu mengatakan...

Nice post
Thanks ya :)
iya itu gambar dari tangan saya sendiri hehe
salam kenal


chia.

ReBorn mengatakan...

sekarang mah maling gampang bener ngegondol gembok. gembok jaman majapahit mah ga jaman lagi sekarang. sekarang mah make kartu gesek. ghahahahahahaha

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas