Challenge Yourself Every Single Day

Rabu, 02 Maret 2011

Menyusur Hujan Abadi Air Terjun Madakaripura

Menyusur tebing dan sungai menuju Air terjun Madakaripura
Air Terjun Madakaripura. Baru dengar? sama dengan saya. Terletak 45 km ke arah Probolinggo dan merupakan salah satu dari rangkaian kawasan wisata Gunung Bromo. Seperti biasa dalam perjalanan kali ini saya tidak sendirian. Bersama dengan ke-11 'an' teman teman saya, kami berangkat pukul 08.00 pagi dari Kota Malang. Dengan roda dua perjalanan kami benar benar melelahkan, jelas saja, kami menempuh kurang lebih hampir 3 jam total perjalanan dengan kondisi jalan yang tidak mulus. Dari Malang saya melewati Lawang, Singosari, Pasuruhan dan finnaly Probolinggo. Setelah masuk kawasan Probolinggo saya langsung bisa melihat tulisan yang mengarahkan ke lokasi air terjun. Untuk mencapai kawasan ini tidak terlalu sulit dengan roda dua, melihat kondisi jalan yang banyak batu batu gede bekas longsor disana sini. Saran saya jangan naek mobil, pertama karena pemandangan lembah yang baguus banget sayang untuk dilihat dibalik kaca mobil anda. Kedua, medan jalan yang menanjak selalu membuat saya ngeri jika sewaktu waktu rem mobil anda blong.hahaha...* Tapi ketika hujan datang mobil akan sangat membantu karena disini cuaca cepat sekali berubah...
Gerbang Masuk 'dijaga' patungnya Patih Gajah Mada
Jangan harap anda bisa langsung tersenyum senang setiba di lokasi Air Terjun Madakaripura ini. Kondisinya jauh dari ekspektasi. Gapura masuk yang sudah lumutan, kamar mandi umum yang sudah lumutan juga dan suasana yang sepii dari pengunjung. Memang sedikit terlihat kumuh akibat hujan deras dan longsor. "Hello?gak salah tempat kan rek??" hanya ada beberapa pemuda (bahkan banyak) yang berada disekitar situ. Kelihatan kalo mereka memang orang situ, berlagak jadi tukang jual karcis dan tukang parkir. Padahal semuanya PALSU !! Melihat kondisi yang memprihatinkan ini prediksi saya tempat ini memang sudah tak dikelola pemerintah setempat lagi. Jadi dimanfaatkan warga sekitar untuk 'ngakali' pengunjung. Hati hati anda boleh percaya boleh tidak. Inilah tarif yang 'mereka' bikin bikin sendiri. Tarif masuk ber-12 sekitar Rp. 35.000, Parkir motor 6 buah Rp. 15.000, Cuci motor 6 buah Rp. 20.000 (hey padahal kita gak minta, tau tau pas pulang di mintain uang cuci motor. Parah), 2 orang guide tour Rp. 30.000. Eitss..bensin tanggung sendiri sendiri ya :)
Siapkan 'sandal' dan 'kaki anda untuk melewati yg satu ini

Konon lokasi ini merupakan tempat sang Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di bawah air terjun. Mungkin untuk mengabadikan maka dituruhlah patung beliau di depan pintu masuknya.Untuk sampai ke Air terjun masih membutuhkan tenaga untuk berjalan kurang lebih 20 menitan. Sejak banyak kejadian longsor, untuk masuk ke air terjun ini memang harus ditemani seorang atao 2 orang guide yg akan menujukkan jalur alternatif. Awalnya memang ada jalan semen yang membentang dari pintu masuk sampai air terjun namun kini makin berbahaya digunakan karena tdk layak dan licin. Nikmati saja jalan menyusur sungai kecil dengan batu batu besar yang disekat tebing tebing hijau. Dijamin seru.hahaha...Makin dekat dengan air terjun makin basah baju saya. Jangan lupa siapkan payung buat anda yang tak mau basah kuyup seperti saya. Karena rangkaian anak air terjun sudah membentang indah tepat diatas kepala kita nantinya. Tak beberapa lama kemudian, sampai lah saya di Air terjun Madakaripura. Subhanallah...bagus sekali. Sempit memang sehingga suasana seperti kita ada didalam tabung. Tak usah nyebur di air terjunnya deh, duduk duduk disekitar situ saja sudah cukup membuat semua baju saya basah kuyup. Bbrrr...adem benget.
Dua bendera ini yg tak akan pernah lupa kami bawa
Puas nyebur dan berenang renang kami berfoto foto sejenak. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30, saran bapak guidenya kita harus segera pulang soalnya sekitar jam 2 an biasanya akan turun hujan dan sungainya jadi banjir bandang ;) . Baju basah dan kedinginan kami menyusur sungai lagi untuk pulang. Berbeda pas berangkat, kali ini jalur untuk pulang terasa lebih ringan. Dan disinilah kejadian itu berawal. Tsabita salah satu temanku yang awalnya ber haha hihi bersama kami sepanjang perjalanan pulang. Karena kondisi jalan semen yang berlumut dan licin tdk sengaja Tsabita terjatuh dan ngelundung jatuh masuk ke jurang 'kecil' berbatu. Sontak kami semua terkejut, untung teman teman ku langsung datang dan Alhamdulilah hanya luka ringan. Benar benar pelajaran berharga. "Mangka ne kalo ijin orang tua sing lengkap..." haha...
Ber haha hihi bersama teman teman sebelum pulang
Saya dan teman teman saya memutuskan untuk berbenah ganti baju dan solat dimasjid terdekat saja, melihat kondisi kamar mandi disini sangat memprihatinkan. Setelah nemu masjid dekat situ kami ganti baju dan solat. Huft...legaa. Dilanjutkan dengan makan siang diwarung pinggir jalan raya. Perjalanan pulang tiba tiba hujan, alhasil baju saya basah lagi. Sampai Malang pukul 20.00, saking jauh nya perjalanan kami baju saya sampai kering lagi.
Monggo mampir rek..

11 comments :

Tsabita Shabrina mengatakan...

brasa gimanaaa gt di panggil tsabita, hha, that's sound weird ,:p
lannjuttttkann !! :)
komennya apa ya? mgkn judulnya aja kepanjangan, hhha

*visit back, leave some traces :)

Anonim mengatakan...

harusnya ditambahkan tentang hujan abadi itu...

Paramadina mengatakan...

@nenek...
yang ini tak krm ke Jawapos juga nek. Tenang, namamu tak samarkan menjadi Brina.hahaha....

@anonim...
siapa ini??
hujan abadi? baru dengar :P

Riiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiizal mengatakan...

bagus kog...mungkin fotonya ya...

kurang gimana gtu....

hehehhehehe....

itu pendapat pribadi sih....

hehehehehe

pututsanguine mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
putut er purnama mengatakan...

iki lho wis tak komen...

Anonim mengatakan...

sip..sip.. semoga proyek dslr e ndang tercapai,, cek e foto2 ne tambah clear..
salam Go-Bolog!!

Anak Brayan mengatakan...

keren keren, pemandangan yang bagus....

aRuL mengatakan...

wah Air terjun sudah lama saya ndak ketempat seperti ini meresapi alam lebih.... so nice to be Madakaripura...
ok noted!

Rani Sukma mengatakan...

heyyy dina.
aku udah pernah ke air terjun ini..waktu kelas 3 SMP..

Paramadina mengatakan...

@anak bryan : memang bagus, tapi sayang longsor

@aRul : thanks back :)

@rani : dulu pas SMP juga uda longsor gini ran? soalnya ini bener2 ilang track nya

About me

Foto Saya
Paramadina
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Follow me

Blog Archive

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas