Latest Posts

Minggu, 23 April 2017

The Life Changing Magic Of Tidying Up

Berawal dari postingan kak Diana Rikasari (https://dianarikasari.blogspot.co.id/2017/04/the-life-changing-magic-of-tidying-up.html) saya jadi penasaran sama buku karya Marie Kondo yang berjudul The Life Changing Magic Of Tidying Up. Saya sadari bahwa saya termasuk orang yang tidy-freak juga, Selalu meletakkan sesuatu secara rapi dan paling nggak tahan kalau ada yang berantakan. Dalam sebulan saya bisa menata ulang pakaian di lemari 3-4 kali, bagian pinggir baju harus lurus simetris dari atas ke bawah. Senang dan puas rasanya jika buka lemari dan semua nya rapi. Pun demikian dengan kamar saya, meja make up berulang kali saya tata jika ada yang tidak sedap dipandang. Namun saya baru tahu juga kalau ternyata ada orang yang memfokuskan diri untuk membantu orang lain menjadi rapi. Walaupun belum baca bukunya, tapi dari referensi saya cukup takjub bagaimana Marie Kondo memaknai setiap helai baju sebagai sebuah benda yang punya 'rasa'. Semoga berkesempatan dapat bukunya lewat Giveaway nya Kak diana rikasari :)

#TheLifeChangingMagicOfTidyingUp 

Sabtu, 25 Maret 2017

HOME

Alhamdulilah kemarin (25/03/2017) kami sekeluarga syukuran rumah dengan membacakan surat surat pendek (Al-Mulk; Al-Waqiah dan Ar-Rahman). Semoga rumah selalu membawa keberkahan aman sentosa. Puji syukur atas rahmat Allah SWT segala karunia dan nikmat yang tak henti pada kami sekeluarga ❤❤❤

Senin, 13 Maret 2017

Cuban Rais : Wisata Foto dan Adrenalin

10 - 11 Maret 2017,

Tumben banget pak bos nyuruh kami seruangan berlibur, di kasih sangu pula. Namun karena padatnya jadwal masing-masing individu jadi nggak nemu tanggal yang pas, alhasil sering ditahig "Uda dikasih uang kok nggak berangkat-berangkat?," wkwkwkwk.  Alhamdulilah akhirnya kemarin bisa terealisasi untuk short vacation ke Malang. Harusnya bertujuh tapi karena satunya super zibuk maka yang bisa join berenam saja. Kami berangkat jumat sore dan balik Sby sabtu malam.

# Grand Batu Inn
Kami berenam rencana awal mau menginap di rumah mbak Erny, namun karena suatu halangan maka kami akhirnya harus pindah cari penginapan. Dan nemulah di sini, Grand Batu Inn. Gak nyari juga sih karena emang penginapan ini deket banget sama rumah mbak erny dan murah, semalam weekdays hanya 300.000 dengan double bed, swimming pool plus breakfast. Rekomen banget, ini lokasinya deket Jatim Park, tepatnya di Jalan Oro Oro Ombo Batu

# Cuban Rais
Inilah destinasi liburan kami kali ini, Cuban Rais : Tempat anak instagram. Why? karena semua orang rela kesini dan bayar untuk berfoto dengan spot-spot hits. Pasti sudah banyak blog yang cerita tentang hits nya cuban rais, jadi kali ini saya cerita tentang gimana sih prosedur foto-foto disini (yang saya kira awalnya gratis)

1. Harga masuk ke Cuban Rais Rp. 10.000/ orang (bukan per mobil)
2. Cuban rais sendiri adalah sebuah air terjun, namun sebelum menuju air terjun ada spot spot foto yang diberi nama BFG (Batu Flower Garden)
3. Untuk masuk ke BFG dan berfoto anda harus bayar/beli tiket Rp. 25.000


Tempat pembelian tiket, full
(Katanya, BFG belum di buka secara resmi, nanti klo sudah grand opening maka penjualan tiket akan ada di bawah, jd pengunjung tdk perlu naik jauh-jauh)
4. Lokasi membeli tiket sekitar setengah km dari parkiran mobil, cukup mendaki, namun kalau tidak kuat ada ojek juga Rp. 10.000 (parkiran ke tempat beli tiket)
5. Perlu difahami bahwa banyaknya pengunjung yang datang, maka pihak Cuban Rais membuat sistem ticketing yang sudah rapi. Silahkan baca di foto saya dibawah ini
Tiket masuk 25.000 dapat 2 spot foto gratis, namun jika mau masuk ke spot foto lain ada harus bayar lagi
6. Ada sekitar 6 spot foto disini, yang gratis hanya 2 yaitu Love dan Flower (Include di tiket masuk 25.000)
Ini daftar harga setiap spot, exclude tiket masuk 25.000
7. Setiap orang mendapatkan jatah 3 kali jepretan, namun hanya ada 1 file yang boleh dibawa pulang, jika mau ambil file lain bayar 5000/file
8. FYI, pihak BFG sudah menyiapkan fotografer sendiri disetiap spot
9. Jika kalian mau ambil foto pakai kamera/slr/go pro harus bayar lagi sekitar 10.000 (Kamera HP free)
10. Jika sudah selesai berfoto maka antri ambil file foto (saya harus antri 1 jam hanya buat ini), yang bikin lama adalah setiap orang memilih satu foto terbaik yg akan dibawa pulang. oiya disini juga ada jasa print foto kalau mau

*****

Kalau dipikir-pikir cukup mahal jika biaya foto perspot 10.000, namun saya sadar bahwa pengeluaran operasional mereka untuk membeli peralatan Safety cukup mahal, belum lagi mengaji karyawan yang lumayan banyak disetiap spot. Heran, orang rela kesini demi foto foto doang (termasuk saya hehe). Tapi selain berfoto juga bisa merasakan wisata adrenalin, karena permainan cukup menantang. Misalnya saja di spot sepeda dan ayunan. Disini benar-benar diuji keberaniannya menghadapi ketinggian, seru, apalagi dilihat banyak orang. Jadi kita berpose dan ketakutan sekaligus. 
Spot Free : Love (Bukan I Love You, beda ya)

Spot : Gowes Air 

Spot : Ayunan (10.000)

Spot Free : Flower Garden 

Happy Holiday :D

Sabtu, 11 Februari 2017

Belajar Banyak Dari Kuala Lumpur

Setiap negara yang saya kunjungi selalu punya keunikan tersendiri. Berbeda benua tentu berbeda budaya dan ciri khas. Kuala Lumpur, negara yang baru saja saya kunjungi, juga mengajarkan saya banyak hal yang tidak saya temui di Surabaya. 

Malaysia Kota Multietnis

Banyak bule duduk santai di taman, mereka ini lagi gambar bangunan tua didepan mereka.
 Saat berada di Jerman banyak teman-teman bule yang mengira bahwa saya  berasal dari Malaysia. Padahal Indonesia merupakan negara yang jauh lebih besar dari pada Malaysia, tapi kenapa kalah terkenal ya. Kini saya tahu sebabnya. Saat saya di Kuala Lumpur saya menyadari bahwa kota ini sudah demikian global, artinya banyak orang dari negara lain yang ada di Kuala Lumpur. Dengan mudahnya saya temui warga India yang bekerja disini, demikian juga dengan turis bersliweran di KL. Artinya KL sudah banyak dikenal dan dikunjungi orang, dan mayoritas orang KL berkerudung. Jadi turis yang sudah pernah ke KL biasanya mengira kami yang berkerudung adalah orang Malaysia. Banyaknya etnis disini menjadikan warga KL sudah terbiasa berinteraksi dengan warga asing, bahkan Supir Taxi dan Security sudah bisa berbahasa inggris untuk melayani turis. 

Sementara itu di Kota Surabaya kami masih merangkak menjadikan kota ini sebagai jujugan internasional. Di helatnya event UN Habitat serta kepopuleran Bu Risma cukup membuat Kota Surabaya mulai dikenal dunia. Namun SDM yang ada belum sepenuhnya mumpuni. Contohnya saja di Kantor saya (Kantor Pemerintahan) masih sedikit sekali orang yang bisa berkomunikasi bahasa inggris, apalagi untuk golongan tua nya. Oleh karena itu kepala dinas saya sempat mengadakan les bahasa inggris untuk pegawainya, khususnya bagi yang bekerja di lapangan karena akan sering berinteraksi dengan mereka yang ada di jalan. 
Sistem Transportasi Masal Yang Rapi

source : google images
Sebagai ibu kota Malaysia, KL memiliki sistem transportasi yang sangat rapi dan baik. Mohon maaf di Indonesia topik ini sudah kadung basi, Surabaya pun belum punya transportasi masal yang baik, tapi kini sedang diproses kok untuk Tram dan Monorail (Good News). Di Jerman ada namanya DB Bahn sebuah kereta api cepat yang menghubungkan seluruh area. Nah di Malaysia malah lebih banyak pilihan kereta berbasis rel bernama RapidKL, tak hanya satu jenis tapi ada beberapa mulai dari Monorail, Kereta Listrik dan Kereta Biasa. Istilahnya setiap Line punya provider sendiri sendiri seperti yang tertera di gambar atas. Pokoknya mau kemana mana mudah tinggal ke stasiun terdekat lalu membayar tiket yang tak lebih dari 3 RM pertujuan. Sistem tiketing disini juga sudah menggunakan mesin otomatis touch screen yang mudah sekali dioperasikan. Artinya warga KL sudah cukup well literated untuk penggunaan teknologi.

Ini dia mesin pembelian tiketnya, sangat mudah dioperasikan
Keluar masuk Stasiun cukup Tap tiket yang berbentuk koin warna biru
Udah paperless ya, ini coin/tiket jgn sampe hilang hingga tiba di stasiun tujuan
Sementara itu di Kota Surabaya baru saja meluncurkan alat parkir meter, dimana jukir tidak lagi menerima uang. Pengguna parkir bisa membayar parkir mengunakan alat ini dan dikenakan biaya sesuai lama parkirnya  (progresif). Hadirnya parkir meter masih banyak menuai cibiran, ada yang bilang ribet dan ada juga yang pesimis apa alat parkir meter bisa bertahan lama. Artinya memang butuh waktu untuk mengenalkan teknologi baru ke masyarakat, padahal adanya teknologi ini berarti Surabaya sudah mulai step forward alias maju kedepan. Untuk transport masal Surabaya sedang tahap persiapan mengaktifkan kembali trem, sedangkan untuk monorail saya rasa butuh waktu lbh lama karena mahalnya investasi yang harus ditanam untuk proyek ini. Kabar baiknya Jakarta sudah dalam proses pembangunan MRT :D
Suasana didalam kereta, bersih dan rapi (weekdays)
Ini penampakan stasiun bawah tanahnya, mirip banget sama yang di Jerman, dan selalu bersih
Kereta yang membawa saya dari KL Sentral ke Batu Caves
Rel kereta ada yang dibawah tanah dan ada yang melayang diatas  seperti ini
Bus di belakang saya adalah bus GO KL, sebuah bus gratis yang disediakan oleh pemerintah KL untuk turis, dengan bus ini turis bisa berkeliling dan turun di tempat tempat wisata. Sayangnya saya blm sempat naik bus ini soalnya emang gak sempat. Hehe

Semoga Surabaya dan Indonesia segera punya transportasi masal yang bagus, sehingga nggak lagi ada macet di jalan jalan karena banyak mobil. Amin, Soo. Sekian tulisan saya edisi Kuala Lumpur Malaysia, sampai jumpa 
 

About me

Foto Saya
Paramadina
Surabaya, Indonesia
Wanderlust
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Páginas